Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
612. Kesedihan


__ADS_3

Wajah Lin Gui kaget tak percaya karena bagaimana bisa array tingkat dewa sekuat ini ada di suku naga, apa suku naga mendapat masalah? fikir ketiganya.


Tapi sesaat Lin Long merasakan energi di sekitar formasi dengan serius wajahnya berubah menjadi gelisah dan khawatir.


Swish..


"Hancur .!" ucap Long Aotian.


BOOMM..


"Ugh!"


Sayangnya bukan hanya dia tidak berhasil malah dia terkena oleh pantulan serangan nya sendiri, dan membuat dia terlempar ke tanah lagi dengan keras.


"Sial! apa yang terjadi!" ucap Lin Gui dengan kesal sambil membantu Lin Long berdiri.


"Kita harus keluar dan mencari tahu, karena array ini memiliki energi yang sama dengan kakak!" ucap Lin Long dengan wajah khawatir.


"Apa?"


Seketika keduanya juga mulai merasakan energi array tersebut dengan serius, wajah mereka yang tadinya kesal berubah menjadi gelisah dan khawatir sama dengan Lin Long.


Karena mereka memang menemukan aura dan energi yang sama dengan Lin Tian, mereka berdua berusaha tidak berfikir aneh tentang Lin Tian.


"Tidak.. kita harus menghancurkannya!" ucap Lin Gui.


"Ayo, hancurkan!" ucap Lin Feng'er yang lebih gelisah lagi.


BOOMM..


"Ugh!" ketiganya terus mengulangi serangan mereka tapi terus saja gagal.


......................


"Tidak...suami...tidak..!" wajah Ling Xu'er sangat pucat seperti tidak bernyawa.


Apalagi Mu Xuanyin sudah diam berlutut melihat ke arah dimana Lin Tian dan empat berandalan menghilang.


"Lin Dong anak kita...anak kita!" Ying Huanhuan juga lebih menyedihkan lagi.


Lin Dong sudah diam tak dapat berkata apapun lagi tapi air mata membuktikan kalau hatinya juga hancur karena kehilangan Lin Tian.

__ADS_1


Crackk


"Eh?" kaisar Chu yang memegang token yang di lemparkan oleh Pi kecil kaget.


Karena token tersebut perlahan retak, retakan semakin besar lalu token itu hancur di depan semua orang yang melihatnya.


Saat token itu hancur badai energi berkumpul di depan mereka semua, formasi yang tadi menghalangi mereka berubah menjadi energi dan mulai memperlihatkan wujud seseorang.


Saat wujud itu terbentuk semua orang melihat wajah tampan yang terus tersenyum manis ke arah mereka.


"Aku harap kalian tidak sedih, semua nya pasti akan mengalami kematian baik dewa maupun peri dan makhluk lainnya" ucap Lin Tian ke arah Mu Xuanyin dan Ling Xu'er.


"Su..suami!" ucap Mu Xuanyin berdiri dan berusaha memeluk Lin Tian, tapi sayangnya itu hanya lah sebuah badan yang terbentuk oleh energi formasi yang pasti akan segera menghilang.


"Ibu, ayah, dan semua keluarga ku jangan sedih, kalian memiliki banyak hal yang harus di lakukan disini, terutama kamu ayah! aku harap kamu bisa mencapai tingkat itu dan menghancurkan penghalang alam langit menyatukan dua alam!" ucap sosok Lin Tian itu.


"Dan untuk kedua istriku, maaf aku tidak bisa bersama kalian tapi yakin lah aku akan selalu bersama kalian dan melindungi kalian!" ucap Lin Tian yang perlahan sosok itu menjadi kabur.


"Kematian hanya lah awal dari sebuah perjalanan, kekalahan hanya lah sebuah jalan yang akan membawa kita pada kemenangan, jangan pernah menyerah hidup mu hanya kamu yang bisa memilih!" ucap Lin Tian setelah itu dia menghilang.


"Tidak ..an'er...an'er...kembali ibu mohon!" ucap Ying Huanhuan, Ling Qingzhu sudah jatuh berlutut memandang sosok itu.


"Tidak kamu pasti tidak akan mati, iya pedang es!" ucap Mu Xuanyin, lalu mengeluarkan pedang es nya tapi saat dia melihat mutiara kecil di tengah pegangan nya sudah retak.


"Xuanyin..!" ucap Ling Xu'er dan Juga Ying Huanhuan dengan wajah semakin sedih.


"Ah...!" Lin Dong berteriak keras dan auranya terlepas sangat kuat membuat semua orang kaget dan berlutut tak bisa bergerak.


"Kenapa kau tidak adil padaku! kaisar langit itu gara-gara mu aku kehilangan anakku! langit kau berani mengambil anakku!" ucap Lin Dong dengan keras


Perlahan tubuhnya terangkat ke udara dan dia terus meraung seperti monster yang sedang marah, raungan kesedihan itu membuat badai besar di lautan, langit menjadi gelap di iringi petir yang luar biasa, topan yang sangat kuat serta dari tubuh Lin Dong aura kematian dan kehancuran yang luar biasa keluar membuat takut seluruh makhluk hidup disana.


BOOMM..


"Ah...! bahkan jika langit ingin melawan ku maka aku Lin Dong akan menghancurkan langit, aku dewa alam tidak akan memaafkan kalian yang mengambil anakku! aku pasti akan menghancurkan kalian!" teriak Lin Dong.


auranya terus naik, alam dewa ilahi renda, menengah, alam dewa ilahi tingkat tinggi tahap puncak, awan gelap terus berkumpul di langit kepala Lin Dong.


Hal yang paling membuat dia sedih telah membuat kekuatan nya meningkat secara besar-besaran, hal itu di karenakan dia kehilangan Lin Tian dan tentu Lin Tian yang telah menghilang pun tahu apa yang akan terjadi pada ayahnya.


Daripada ayahnya yang mati lebih baik dia yang mati, itu lah yang di fikirkan Lin Tian saat itu dan memulai rencananya.

__ADS_1


BOOMM..


"Pergi...!" teriak Lin Dong yang sudah meneteskan air mata darah karena kesedihan yang dia rasakan.


BOOMM..


Seketika badai dan seluruh bencana menghilang dengan raungan keras Lin Dong, Lin dong masih berdiri di langit dengan menatap kosong ke langit.


Swishh.


"Apa yang terjadi disini?" ucap Lin Long kepada orang-orang di bawah setelah melihat tak jauh dari sana ada kehancuran yang luar biasa.


Dan yang paling dia cemaskan adalah di tempat itu juga ada lima aura yang dia sangat kenal, itulah yang membuat wajah nya sangat khawatir.


Tidak ada yang menjawab semuanya hanya diam, bahkan leluhur suku naga pun terlihat menurunkan kepalanya dan tak berani melihat Lin Long.


"Apa yang terjadi disini bangsat!" teriak Lin Long dengan sangat keras.


BOOMM...


satu lagi aura dari dewa ilahi tingkat tinggi membuat semua orang merasa sesak dan ada yang memuntahkan darah karena tidak tahan.


"Kakak tenang lah!" ucap Lin Gui yang berusaha menenangkan Lin Long smabil memegang pundaknya.


Seketika Lin Long sadar dan menahan kekuatannya lagi, tapi dia menoleh ke arah leluhur suku naga dan menarik leluhur itu ke hadapannya.


"Katakan!" ucap Lin Long.


"Ka..kaisar, Lin..Lin Tian, kaisar harimau dan tiga saudaranya bertarung dengan musuh yang kuat, da..dan mereka semua mengorbankan hidup mereka demi melindungi kami!" ucap leluhur tua suku naga.


Seketika wajah Lin Long gemetar, Lin Feng'er yang tadi tidak percaya dengan hal buruk terjadi pada Lin Tian dan Bai kecil seketika lemah.


"Kakak!" ucap Lin Gui membantunya berdiri karena Lin Feng'er terlihat akan jatuh.


"Ahhh! langit siapa yang berani membunuh kakak ku!" teriak Lin Long dengan keras lagi ke langit.


Hari itu kesedihan dan raungan keras Lin Long menggentarkan seluruh dunia dewa, tangisan binatang dan monster iblis yang bersama Lin Tian pun membuat semua makhluk disana merasakan kesedihan yang luar biasa dan tak pernah mereka alami.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2