
Tak lama semua murid yang ikut di ujian kedua keluar, tapi saat semua orang melihat bahwa hanya lebih dari enam ratus murid yang keluar di tambah dengan beberapa murid yang sebelumnya tereleminasi.
Jika mereka di totalkan tidak lebih dari 800 ratus yang berhasil selamat dari dunia pedang, dan hasilnya sudah di ketahui yang tidak keluar dan namanya tidak lagi bersinar maka mereka telah mati di sana.
Master sekte Nether sedikit kesal karena beberapa dari murid nya juga mati di dalam, tapi hal itu tidak dapat dia perlihatkan ke yang lain.
Jika tidak itu akan membuat dirinya malu di hadapan semua orang disini, jadi dia hanya bisa mencoba untuk menenangkan dirinya.
Bing Yang cukup senang dengan murid-murid yang keluar dari dunia pedang, dia memperkirakan mungkin hanya setengah yang akan keluar dari sana, karena dia tau walau Lin Tian kelihatan nya lembut tapi sifat tegas dan kejamnya lebih menakutkan dari orang lain.
"Baiklah, seratus pemenang sudah di tentukan, kalian yang lain tidak usah berkecil hati karena aku yakin kalian bisa merasakan manfaat dari tempat itu sekarang" ucap Bing Yang dengan tenang.
Murid-murid itu mengangguk, memang sejak mereka keluar dari dunia pedang, kekuatan mereka meningkat cukup banyak, bahkan hal seperti ini tidak terjadi dulu waktu acara antar benua ini.
Mereka cukup puas dengan apa yang di dapatkan di ujian kedua ini, jadi tidak ada yang protes ataupun menolak kekalahan mereka.
"Baguslah, hm.. ngomong-ngomong dimana bocah itu" ucap Bing Yang.
Yang lain juga sadar siapa yang di cari Bing Yang, jadi mereka juga ikut kebingungan, harusnya pemuda itu disini sekarang karena dialah yang mengatur ujian, pertandingan generasi muda ini.
tapi...
"Selamat kalian yang berhasil maju ke ujian ketiga, aku Bing Shaosu leluhur dari sekte langit!" ucap suara yang keras di langit.
Mendengar siapa yang berbicara semua yang ada disana termasuk Bing Yang memberi hormat .
"Salam leluhur tua" ucap mereka serentak.
"Tap perlu basa basi, ujian ketiga itu mudah, akan di bagi menjadi sepuluh kelompok, setiap kelompok yang lolos akan bertarung untuk posisi sepuluh besar, seperti itu!" jelas suara Bing Shaosu.
Mendengar itu semua orang mengerti, ini adalah pertandingan asli dari acara besar tersebut dan orang-orang sudah menantikannya sejak mulainya acara.
__ADS_1
"kalian hanya perlu bertarung sesuai nomor yang kalian dapatkan nanti, dan setelah sepuluh orang di tentukan maka itu akan menjadi final sekaligus menentukan pemenang dari pertandingan kali ini" jelas Suara Bing Shaosu.
"Lalu aturannya leluhur?" tanya Bing Yang.
"Simpel, keluar dari arena yah.. kalian bisa menyerah jika tidak yakin saat melawan musuh kalian atau Kalian mati baru pertandingan selesai" jelas Bing Shaosu.
Walau hanya suara mereka dapat merasakan semacam tekanan yang sangat kuat dari suara itu saja.
"Tekanan yang kuat!" ucap master sekte es.
"Baiklah, Bing Yang kamu dan tetua lain bisa memimpin, anak itu sedang ada beberapa hal jadi dia hanya datang saat final saja, yang lain akan di serahkan padamu, kalian mengerti!" ucap Bing Shaosu.
"Kami mengerti!" Balas Bing Yang dan tetua sekte langit lain.
"Bagus! lakukan yang terbaik, dan juga seratus besar dari kalian akan ku izinkan masuk ke tanah warisan, apa warisan yang kalian dapat nanti itu tergantung kalian, hahahaha" ucap suara Bing Shaosu sebelum menghilang.
"Tanah warisan?" fikir pemimpin sekte lain sambil melihat Bing Yang.
Bahkan semua murid yang bukan berasal dari sekte langit jugam menatap Bing Yang memintak penjelasan.
Setelah mendengar penjelasan Lin Tian banyak orang-orang kaget dan kagum degan sekte langit, hadiah sebesar ini untuk seratus besar bukan kah sangat boros.
Tapi bagi murid-murid yang masuk seratus besar ada senyum senang di wajah mereka, bahkan mereka tidak menyangka hadiah nya akan begitu berharga.
Warisan dari seorang abadi? itu sudah cukup membuat mereka maju lebih jauh dari sekarang dan bahkan mungkin memudahkan mereka saat maju ke tingkat abadi.
"Tapi.." Bing Yang lalu menjelaskan sedikit tentang tanah warisan, disana mereka akan masuk sebagai roh atau jiwa.
Hal yang berbahaya adalah jika kalian tidak berhati-hati maka jiwa kalian bisa terluka, terlebih ujian yang kadang di ciptakan oleh pemilik warisan tidak semudah yang mereka bayangkan.
Dan juga walau hanya jiwa, jika kalian mati tentu bisa kembali ke tubuh lagi, tapi sakit yang kalian rasakan akan tetap nyata kemungkinan jiwa mereka juga akan terluka.
__ADS_1
Bahkan mungkin untuk menjadi gila, sebelumnya ada kejadian seorang murid terluka parah dan hampir gila karena jiwanya terluka saat ujian dari sang pemilik warisan.
Mendengar hal itu seratus murid tersebut kaget dan sekaligus ada yang agak takut, tapi mereka telah memtuskan untuk mencoba karena mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi lagi di tahun berikutnya.
Bing Yang mengangguk dan tak menjelaskan lagi, tentu dia tau semua murid ini tidak akan menolak hadiah yang begitu sangat menggiurkan dari sektenya.
Apalagi dengan warisan yang mereka dapatkan akan memudahkan mereka maju ke tingkat abadi.
Bing Yang lalu memintak mereka pergi beristirahat sampai besok pagi, pertandingan untuk ujian ketiga akan di adakan besok disini.
Bing Yang merencanakan akan membuat tempat pertandingan disini dengan bantuan tetua lain.
Jadi setelah semua mendengar akan acara besarnya besok mereka pun satu persatu kembali ke tempat masing - masing.
Walau ada beberapa yang tinggal takut besok tidak mendapatkan tempat yang bagus untuk melihat pertandingan besar.
Setelah itu para tetua juga membawa murid mereka masing-masing kembali, Bing Yang juga serta tetua lain mengadakan rapat untuk acara besok.
Di dalam aula Bing Yang mengatur semua hal tentang pertandingan yang berlangsung besok, serta tetua yang akan menjadi pengawas atau wasit di setiap kelompok.
Setelah mereka memutuskan, semuanya setuju dan mulai melakukan tugas mereka masing-masing, lapangan pun di bangun di sana oleh beberapa master array tingkat grandmaster menengah dari sekte langit.
Ada juga Lao Lu yang memastikan array itu sudah kuat untuk menahan kekuatan para murid muda besok apa tidak, jika dia melihat di sepuluh arena itu ada yang kurang kuat, maka dia sendiri yang memperkuat formasinya.
......................
"Salam kakek, Leluhur tua" ucap Lin Tian sebuah tempat di depan formasi keluarga naga.
"Nak! kau datang, kemarilah!" ucap Suara dari dalam formasi di depan Lin Tian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...