Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
665. Sakit Hati Feng Yin


__ADS_3

"Itu...!" pria tersebut ragu untuk menjawab dan dia memandang wanita di samping nya juga dengan tatapan ingin meminta bantuan.


"Hei! tenang saja, kita adalah orang yang sama bagiku wanita itu hanyalah alat pemuas saja, ayo katakan alasan nya padaku, biarkan kedua wanita ku ini tahu kalau akibat dari meninggalkanku" ucap Lin Tian mencoba menggoda si pria tersebut.


Mendengar bagaimana Lin Tian berbicara padanya, pria itu tak gugup lagi malah benar-benar berfikir kalau Lin Tian adalah tipe orang yang sama dengan dirinya.


Apalagi dengan perkataan Lin Tian yang ingin memberi kedua wanita nya ini pelajaran akibat kalau sampai meninggal kan dirinya.


"Wanita itu hanya lah orang bodoh tuan, aku tidak pernah mencintainya dan juga aku hanya menginginkan harta yang ada padanya, dan saat itu karena dia terlalu percaya kepadaku dia tidak waspada dan aku menjualnya kepada tetua keluarga San" ucap si pria dengan senyum Memandang Lin Tian.


Badan Feng Yin gemetar mendengar perkataan pria tersebut, tapi dia masih menahan karena dia tahu Lin Tian masih ingin memberikan pertanyaan lain kepada nya.


Dan juga sudah dua kali pertanyaan dari Lin Tian tadi telah mengubah Feng Yin menjadi sangat sedih, dia telah berjuang agar dirinya dan tunangan nya itu hidup bahagia tapi tak di sangka kalau dia hanya sekedar untuk di manfaatkan oleh pria tak tahu malu ini.


Lan Jingyi juga terlihat sangat marah, dadanya naik turun karena menahan emosi nya sendiri dia tak menyangka kalau ada pria yang tidak tahu terima kasih seperti pria di depan nya ini.


"Hoo... sayang sekali, padahal wanita itu cantik coba aku bisa menikmatinya" ucap Lin Tian dengan malas.


"Tuan! wanita itu sudah tidak perawan lagi, dan menurutku juga wanita itu kemungkinan sudah mati! alasan aku untuk menjualnya juga karena wanita itu adalah wanita bodoh yang tidak tahu diri" ucap si pria dengan bangga.


"Iya.. begitulah...! jadi bagaimana pendapat kalian berdua sekarang?" tanya Lin Tian memandang kedua wanita tersebut dengan senyum.


Plakk...


"Kamu fikir tunangan mu itu bodoh? dan ku fikir wanita itu juga hanya alat?" ucap Lan Jingyi dengan marah.


"Iya! mereka hanya alat bagiku! wanita bodoh seperti tunangan ku itu juga tidak pantas bersamaku, yang pantas adalah wanita yang sekarang bersama ku ini" ucap pria tersebut sambil mencubit pinggul wanita di sampingnya.


Jelas dia berfikir kalau Lin Tian berada disisi mereka, jadi keduanya terlihat santai meski Lan jingyi terlihat marah kepada mereka.


"Biadab! sungguh pria tercela!" ucap Lan Jingyi dengan marah.


Dia ingin memukul pria itu sampai mati tapi tangan Feng Yin menghalangi nya, Feng Yin berdiri dan menggelengkan kepala ke arah Lan jingyi.


"Tapi..!" Lan Jingyi tentu mengerti maksud Feng Yin.

__ADS_1


"Biarkan aku yang menyelesaikan semua masalah ini" ucap Feng Yin dengan suara serak.


"Biarkan saja!" ucap Lin Tian ke arah Lan Jingyi yang juga mendukung wanita yang sudah sakit hati itu.


Lan jingyi menggigit bibirnya lalu duduk kembali ke tempatnya, Feng Yin berjalan ke arah keduanya dengan tatapan tenang tapi yang sebenarnya hati Feng Yin sudah sangat sakit melihat dan mendengar semua perkataan tunangan nya itu.


"Kamu ingat aku?" ucap Feng Yin melepas cadar di depan kedua orang itu.


Wajah pria dan wanita itu pun berubah menjadi kaget dan tak percaya saat melihat wajah cantik Feng Yin.


"Ka..kamu bagaimana masih hi..?" pria itu sangat kaku saat melihat wanita yang mana dulunya adalah Tunangan dia sendiri.


"Kenapa aku masih hidup begitu? tentu itu berkat tuan ku jika bukan dia menolong ku mungkin aku sudah mati dengan perasaan tulus ku padamu dan aku pun tidak tahu kenapa aku bisa seperti itu dulunya" ucap Feng Yin dengan emosi yang tidak bisa di katakan.


"Yin'er a..aku!"


"Jangan pernah memanggil ku seperti itu lagi!" ucap Feng Yin dengan marah memandang pria itu.


"Dan kamu! aku tidak menyangka kalau orang yang aku anggap teman juga ikut terlibat dengan apa yang terjadi padaku" ucap Feng Yin melihat wanita di sebelah pria tersebut.


Mendengar perkataan wanita aitu Feng Yin sangat marah, dia juga awalnya tak menyangka wanita ini yang dia anggap sebagai teman nya sendiri pun juga mengkhianati dia.


BOOMM...


"Ugh!"


"Kamu tidak pantas hidup setelah semua yang kamu lakukan kepadaku dan kepada wanita yang kalian jual!" ucap Feng Yin memukul mati si wanita yang di depan nya itu.


Wajah Feng Yin sudah terlihat sangat tenang bahkan tidak ada rasa kasihan lagi terhadap wanita yang mati dengan darah yang terus keluar dari mulutnya itu.


Tunangan Feng Yin juga sudah gemetar karena ketakutan melihat wanita yang mati di samping nya tersebut, dengan wajah ketakutan dia memohon kepada Lin Tian agar bisa menyelamatkan dirinya.


"Aku? aku adalah orang yang sedang mabuk jadi aku tidak tahu apa yang terjadi" ucap Lin Tian acuh kepada pria itu.


"Meong...!" naga kecil juga merespon perkataan Lin Tian tadi dengan suara kucing nya.

__ADS_1


Mendengar itu si pria yang tadi berfikir kalau Lin Tian sama dengannya langsung mengerti, ternyata Lin Tian sengaja berbicara begitu agar semua kelakuan asli nya terungkap di depan Feng Yin.


"Maaf, sejak hari ini kamu tidak ada lagi hatiku! kamu bisa pergi dari sini dan jangan kembali" ucap Feng Yin dengan nada dingin.


"Ba..baiklah! akuakan pergi..aku akan pergi" ucap pria itu merasa dirinya sudah di ampuni oleh Feng Yin.


Tapi..


"Siap-siap saja kalian nanti, setelah aku melaporkan masalah ini kepada raja maka kalian tidak akan dapat berdiri lagi disini hanya kematian yang menunggu kalian" ucap pria tersebut di dalam hatinya.


Tentu dia tahu masalah yang terjadi di kota tentang banyak tetua keluarga San yang mati dalam seminggu terakhir itu, dengan dia bebas dari sini maka dia juga memiliki kesempatan untuk membalas dendam kepada Lin Tian dan Feng Yin.


"Pergilah! jangan biarkan aku menarik lagi perkataan ku tadi!" ucap Feng Yin dengan nada sangat marah.


"Iya..iya...aku pergi!" pria itu langsung berdiri dan berlari menuju pintu restoran yang tertutup itu.


"Tunggu!" ucap Lin Tian yang terlihat malas di bangkunya.


"Kenapa tuan?" tanya pria itu gugup.


Krackk...


"Uhuk!"


Sebuah pedang terbang menusuk tepat di jantung pria tersebut saat dia berbalik menghadap Lin Tian, wajah nya penuh dengan ketidakpercayaan memandangin Tian.


"Ke..kenapa?" ucap pria itu pada Lin Tian sebelum dia jatuh tak bernyawa lagi.


"Dia memang telah melepaskan mu, tapi tidak dengan ku!" ucap Lin Tian dengan santai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2