
Pintu terbuka dan beberapa orang masuk dengan memaksa, ada empat pria dan tiga wanita yang masuk ke ruangan tersebut.
Lin Tian dan Mu Xuanyin yang melihat itu sedikit mengerutkan kening mereka, padahal ruangan ini sudah mereka pesan tapi masih ada saja yang memaksa masuk.
"Hei...!" saat pria muda itu melihat ke arah Mu Xuanyin dan Mu Si'er, matanya mulai berkeliaran dan tatapan mesum muncul di matanya, tapi saat dia melihat Lin Tian yang bahkan sangat tampan melebihi dia dan pria yang pernah dia lihat, membuat pemuda itu agak cemburu dan ingin menghancurkan Lin Tian.
"Nak,bagaimana jika kamu pergi dan meninggalkan tempat ini, biarkan dua Nona ini bersama kami" ucap pemuda bernama Hun itu.
Lin Tian hanya diam saja dan tidak melihat ke arah pemuda tersebut, akibatnya pemuda itu marah dan akan memarahi Lin Tian, wanita yang di belakangnya maju ke depan dan tersenyum ke arah Mu Xuanyin dan Mu Si'er.
"Saudari kalian ternyata disini" ucap wanita berpakaian merah itu.
"Kakak senior Xin?" ucap Mu Xuanyin dan Mu Si'er kaget.
Mereka tak menyangka kalau wanita yang ikut membuat kerusuhan disini adalah kakak senior mereka sendiri.
"Oh! aku tidak menyangka kalian bahkan bisa makan di tempat ini dan lagi..." wanita itu melihat ke arah gadis kecil yang di peluk oleh Mu Xuanyin, dia sedikit tersenyum.
"saudari Xin, apa kau mengenal mereka?" tanya pemuda itu.
"Tentu, mereka adalah juniorku Mu Xuanyin dan Mu Si'er." ucap wanita Xin itu.
"Aku tidak menyangka nona ini adalah Mu Xuanyin murid master sekte es, maaf atas kelancangan ku" ucap pemuda tersebut.
Mereka yang datang bersama pemuda dari keluarga tersembunyi itu tidak pernah menatap Lin Tian, mereka hanya menatap Mu Xuanyin yang kecantikannya membuat orang lain merasa ingin melihat wajah aslinya.
Lin Tian yang melihat hal itu tidak terlalu peduli, mereka hanya sebatas di alam ilahi saja, baginya membunuh mereka seperti membunuh nyamuk saja.
"Kakak Mu, aku ingin itu" tunjuk Lin Jia Li ke arah kaki daging yang di meja.
"Baiklah ini kakak ambilkan" ucap Mu Xuanyin lembut, dia tidak memperdulikan para pemuda itu termasuk seniornya itu, karena dia dan murid lain memang tidak menyukai sifat senior yang sombong.
Melihat mereka tidak di perhatikan para pemuda itu sangat marah dan hampir akan melawan kalau bukan mengingat wanita di depan mereka adalah Murid master sekte es.
"Nak, lebih baik kamu pergi dari sini atau..." ucap pemuda itu melihat Lin Tian dengan marah.
"Aku tidak akan banyak berbicara, pergi dari sini atau aku lempar kalian semua keluar" ucap Lin Tian tenang tampa melihat mereka.
__ADS_1
"Kamu..." saat wanita Xin itu akan berbicara, dia kaget melihat bahwa pemuda yang tadi memarahi mereka adalah Lin Tian.
Hal itu membuat wanita itu agak cemas, dia mendekat ke Lin Tian dan mencoba merayunya.
"Aduh, saudara Lin aku tidak menyangka kamu disini!" ucap wanita itu.
"Apa kita saling kenal?" ucap Lin Tian .
"Itu...! aku adalah salah murid sekte es juga" ucap wanita Xin.
"Oh," Lin Tian masih acuh dan tidak peduli dengan mereka ataupun wanita itu.
"Wah... kakak aku haus" ucap Lin Jia Li ke Mu Xuanyin.
"Nah,!" Mu Xuanyin masih tetap memberikan apa yang Lin Jia Li inginkan, hal itu berakibat seniornya sangat marah dan melihat ke arah Mu Xuanyin.
"Kau, bisakah tidak menghormati ku sebagai senior ini, lalu siapa anak ini? apa ini anak haram mu atau pungut mu" ucap wanita itu membuat tiba-tiba Lin Tian marah dan berdiri.
"Apa yang kau katakan tadi?" ucap Lin Tian menatap wanita itu dengan mata menyeramkan.
"Kakak marah pada Li'er?" ucap dia dengan agak tsedih.
Mendengar itu Lin Tian tersadar dan kembali tenang,dia menatap Lin Jia Li dengan lembut sambil mengusap kepalanya.
"Tidak, siapa bilang? kakak sangat mencintai Li'er, ayo makan apapun yang Li'er mau" balas Lin Tian.
"Em.. Kakak Mu,kakak cantik juga,ayo makan." ucap Lin Jia Li ke Mu Xuanyin dan Mu Si'er sambil meletakan daging ke putingnya.
Mu Si'er yang mendengar Lin Jia Li mengatakan dia cantik agak senang dan tersenyum sambil memakan daging yang di berikan Lin Jia Li padanya.
"Tuan muda maaf, pelayan ini telah memanggil keamanan" ucap pelayan yang baru datang bersama empat orang pria kekar.
Melihat ke empat pria itu, anak muda itu agak takut, karena dia bisa merasakan orang-orang ini berada di puncak ilahi.
"Tuan muda, maaf kami terlambat" ucap ke empatnya.
"Tidak masalah" ucap Lin Tian .
__ADS_1
Ke empat nya mengangguk dan menatap para pemuda tersebut, mereka mendekat ke wanita Xin dan pria dari keluarga tersembunyi itu.
"Tuan-tuan lebih baik kalian pergi, jika tidak kalian mungkin mendapat masalah" ucap salah satu dari mereka dengan tenang.
"Cih, apa kamu tau aku adalah tuan muda Hun Sia dari keluarga Hun." ucap Hun Sia.
"Lalu?" tanya mereka.
"Kalian berani tidak sopan kepadaku, harusnya kalian mengusir pemuda itu dari hadapanku, karena dia menjijikan" ucap Hun Sia.
Mendengar perkataannya empat pemuda itu marah, dan aura membunuh yang kuat menyelimuti tempat itu, Lin Tian yang melihat itu memasang array di sekitar meja Mu Xuanyin dan Mu Si'er agar tidak mengganggu Lin Jia Li.
"Apa kamu tau dia siapa?".
"Siapa dia, dia hanya pemuda gembel kan?" ucap pemuda Hun itu.
Tentu senior Xin tadi tidak mengatakan yang sebenarnya kepada pemuda Hun tersebut, dia ingin melihat bagaimana reaksi Lin Tian setelah dia di hina oleh mereka.
"Namanya Lin Tian, anak dari tetua besar dan tetua Lin qi'er, dan keponakan kesayangan master sekte kami, dan juga dialah pemilik dari restoran ini" ucap ke salah satu dari mereka dengan marah.
Semua orang disana kaget serta Mu Xuanyin dan Mu Si'er yang sedang makan dan tak peduli dengan yang terjadi disana juga merasakan kaget di hati mereka.
"Apa...dia..?" baru pemuda itu tau siapa pemuda ini, bahkan tetua keluarganya memintak dia tidak membuat masalah dengan seorang bernama Lin Tian, karena jika sampai dia mati atau di hajar oleh pemuda ini maka bahkan keluarganya tidak dapat berbuat apa-apa.
wanita Xin itu juga merasa kaget dan terkejut di hatinya, dia tidak menyangka Lin Tian adalah pemilik restoran ini, jadi bukan kah mereka sama juga dengan menghina sekte langit kalau begitu.
"Tuan muda Lin, saya mintak maaf" ucap pemuda itu kepada Lin Tian.
Di sertai yang lain juga memintak maaf setelah tau siapa pemuda itu, mereka sudah di ingatkan oleh para tetua mereka sendiri agar jangan membuat masalah dengan orang bernama Lin Tian.
"Iya tidak masalah, kalian boleh pergi, sebaiknya patuhi peraturan di kota ini, jika tidak kalian mungkin akan kehilangan kualifikasi untuk ikut ujian pemuda antar benua" ucap Lin Tian dengan tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1