
"Uhuk..uhuk..uhuk...!" Chu Yan'er terbatuk dan mengeluarkan beberapa darah karena btuk nya itu.
Saat Chu Xia dan Chu Tianjin melihat hal itu wajah mereka cemas dan mendekati Chu Xia dengan khawatir di wajah mereka.
Bahkan para pemuda yang disana juga sangat cemas dengan kondisi Chu Yan'er, mereka sudah mencoba memberikan beberapa Pill kepada Chu Yan'er tapi tidak ada yang dapat menyembuhkan luka wanita itu.
"Ini salahku, jika bukan karena aku kakak tidak akan jadi begini" ucap Chu Xia dengan wajah sedih.
Karena dia hampir di serang oleh gorila bermata empat, Chu Yan'er datang dan menahan serangan dari gorila tersebut agar tidak mengenainya tapi akibat dari itu Chu Yan'er sangat terluka parah bahkan organ dalam dan jiwa juga terluka akibat serangan gorilla bermata empat.
Kalau tidak karena mereka memberikan Pill yang menahan rasa sakit dan membuat dia bertahan mungkin Chu Yan'er sudah mati dari tadi, karena luka nya sangat parah dan mereka juga tidak membawa Pill yang dapat menyembuhkan luka parah seperti itu ke alam rahasia.
"Tidak apa-apa sudah tugas kakak untuk melindungi adiknya" ucap Chu Yan'er dengan senyum lembut melihat Chu Xia.
"Tapi kakak...aku..aku!" Chu Xia menangis dan terlihat kaku untuk mengatakan hal lain, semua orang disana untuk pertama kalinya melihat gadis yang sombong itu menangis, tapi itu wajar jika saudari nya sendiri sudah terluka parah seperti itu.
Di dalam Danau Lin Tian membuka mata dari latihannya, dia naik ke tingkat sembilan alam raja akibat menyerap energi aneh dari monster Gurita tersebut.
Sekarang dia penuh dengan energi dan juga semangat yang tinggi, Pi kecil juga menunjukan kepalanya kepada Lin Tian setalah sebulan ini dia juga terus berada di dalam pakaian Lin Tian sambil menunggu Lin Tian selesai berlatih.
"Oho.. Pi kecil bagaimana sekarang apa ada sesuatu special disana?" tanya Lin Tian dengan tersenyum.
Pi kecil mengangguk dan menunjuk ke dalam goa di dasar danau, Lin Tian hanya tersenyum dia melihat tubuh gurita yang besar itu lalu memasukan nya ke dalam cincin spacialnya.
Tentu dengan cara khusus dia telah mengatur tubuh monster Gurita itu agar tetap segar di dalam cincin spacial nya, setelah semua dia berencana selesai keluar dari danau ini akan memanggang daging gurita itu.
__ADS_1
Lin Tian langsung masuk ke dalam goa, di dalam goa dia menemukan terowongan yang entah kemana mengarangnya dia hanya terus mengikut terowongan bawah danau itu.
Sebelum beberapa waktu dia muncul di atas sebuah permukaan yang persis sama dengan keadaan di luar alam rahasia, dia bisa bergerak seperti biasa disana dan ada udara segar juga dari tempat itu.
"Hm.. apakah ini tempat rumput es berada?" fikir Lin Tian, dia bisa merasakan suhu di dalam tempat itu agak dingin tapi untungnya dia adalah tubuh delapan elemen jadi tidak terlalu masalah dengan setiap perubahan suhu.
Dia terus berjalan di dalam tempat itu dengan waspada, benar tak lama dia melihat sebuah cahaya berwarna putih di dalam tempat itu.
Lin Tian terus berjalan ke arah cahaya putih tersebut dengan hati-hati, DNA saat sampai dia melihat di tempat itu banyak rumput es yang tumbuh di sekitaran dalam goa tersebut.
"Ini...? sungguh rumput es!" ucap Lin Tian sambil tersenyum bahagia, saat dia berenacan akan melihat-lihat untuk mencari rumput yang usianya di atas seratus tahun.
Lin Tian melihat di tepi goa itu ada rumput berwarna yang berbeda dari rumput lain disana, wajah Lin Tian penuh dengan keterkejutan saat melihat rumput berwarna merah tersebut.
"Rumput es berwarna merah? hm.. apakah usianya sudah lebih dari seratus ribu tahun?" fikir Lin Tian, biasanya rumput es berwarna merah itu berart usianya sudah sangat tua tapi hal tersebut sangat jarang terlihat bahkan mungkin di dunia dewa sangat sulit melihat rumput es berwarna merah seperti itu.
"Sepertinya aku cukup beruntung, dengan rumput ini efek dari Pill yang akan ku buat akan sangat bagus, dan mungkin aku bisa membuat Pill kaisar Class rendah" fikir Lin Tian.
Dia mendekat ke rumput es berwarna merah itu dan mulai mengambilnya perlahan sambil memasukan ke sebuah pot yang terbuat khusus agar rumput es itu tidak mati disana, barulah Lin Tian memasukannya ke cincin spacial.
"Sebaiknya aku ambil beberapa rumput es untuk ku jual atau ku buatkan Pill yang dapat membuat wanita menjadi lebih berenergi dan subur, mungkin aku bisa mendapatkan uang yang lebih lagi dari itu" ucap Lin Tian, dia memiliki ide untuk membuat sebuah Pill lagi tapi bahan nya memang membutuhkan rumput es.
Tapi karena kebetulan disini banyak rumput es jadi Lin Tian tidak keberatan lagi untuk membuat Pill yang telah lama dia rencanakan, senyum jahat muncul dari wajah Lin Tian saat memikirkan ekspresi wajah Kaisar Chu saat dia menjual Pill itu.
"Hehehe.m kaisar Chu ku harap kamu mempunyai uang yang lebih, siapa minta kamu memiliki banyak wanita" ucap Lin Tian dengan senyum puas sambil meledek kaisar Chu, yang sebenarnya juga adalah saudara sumpah dari ayahnya sendiri yang berarti pamannya juga.
__ADS_1
"Baik, mari mulai mengambil setengah nya, minta bantuan kepada beberapa kera telinga empat saja" ucap Lin Tian sambil memanggil beberapa kera dari dalam kalung binatangnya.
Kera-kera muncul dan setelah Lin Tian mengajarkan cara mengambil rumput es, mereka mulai mengambil nya sesuai perintah Lin Tian.
Sedangkan Pi kecil dengan santai berdiri di atas kepala Lin Tian seperti seorang Bos dari kera tersebut, "Hehehe... Kakak Bai tidak ada disini jadi aku yang berkuasa dan yang menemani kakak tertua, aku bosnya seksrang" fikir si Pi kecil dalam hatinya dengan puas.
Setelah selesai semua kera telinga empat mengumpulkan nya di depan Lin Tian, Lin Tian mengangguk dan mengatakan agar mereka menanamnya di sekitar danau di dalam kalung binatang agar bisa tumbuh.
Sejujurnya juga agar dia tidak perlu mencari lagi jika membutuhkan bahan-bahan langka seperti itu, ada beberapa bahan Pill di dalam kalung binatang tapi semua hanyalah bahan biasa dan tidak terlalu banyak bahan langka, dengan di tambah rumput es dia pun pasti akan cukup kaya jika berhasil di tumbuhkan nanti.
......................
"Achu...!" kaisar Chu tiba-tiba bersin di ruangannya, tubuh dia pun terasa menggigil disana.
"Apa yang terjadi? kenapa tubuhku seperti ketakutan begini?" fikir kaisar Chu dengan wajah agak jelek.
Dia menatap langit dengan sedih saat memikirkan uangnya yang hilang karena pelelangan beberapa bulan lalu, karena itu dia pun tidak dapat bersenang-senang di luar dan harus mengumpulkan uang nya lagi dengan menjual beberapa jimat yang dia buat.
Walau sekarang uang nya sudah kembali tapi perasaan aneh beberapa saat lalu tidak hilang dari hatinya, seperti akan ada sesuatu hal buruk lagi yang akan terjadi kepada dirinya nanti.
"Ku harap si kecil itu tidak membuat masalah setelah keluar dari sana" desah kaisar Chu yang malang tidak tahu apa-apa tentang rencana Lin Tian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...