
Mendengar bahwa mereka bisa saja di cabut dari ikut pertandingan antar benua, membuat mereka berkeringat dingin.
Bagaimana tidak jika pemuda ini mengatakan hal buruk tentang sikap mereka kepada master sekte langit, pasti itu akan terjadi tak peduli mereka dari keluarga Hun atau keluarga lain.
Bahkan mungkin mereka akan di hukum oleh keluarga mereka juga tentang apa yang terjadi disini,jadi mereka memintak maaf kepada Lin Tian dengan benar-benar tulus.
"Maafkan kami tuan muda Lin, mami akan pergi dari sini" ucap pemuda Hun Sia.
Lin Tian hanya mengangguk ke arah mereka, semua pemuda sangat senang dan benar-benar pergi dari sana.
Tapi anehnya wanita atau kakak senior Xin tetap disana dengan senyum ke arah Lin Tian.
"Tuan muda bolehkah saya ikut makan bersama tuan muda?" ucap wanita Xin.
"Kamu siapa? pergilah jangan mengganggu ku dan adikku makan" ucap Lin Tian dengan agak keras.
Dia sangat membenci wanita ini karena tadi dia berani mengatakan adiknya anak jalanan dan gembel, akibatnya Lin Tian tau tidak semua wanita di sekte es yang seperti Wu Xin dan beberapa murid sekte es yang dia temui.
"Kami!"
"Nona lebih baik kamu pergi, jangan mengganggu tuan muda kami" ucap salah satu penjaga yang tadi.
"Hum..!" wanita itu dengan marah berbalik pergi meninggalkan ruangan, tapi dia benar-benar kesal juga terhadap Mu Xuanyin.
"Kenapa wanita jalang bisa mendapatkan perlakuan baik oleh Lin Tian sedangkan aku..?" fikir nya dengan marah.
Melihat wanita tadi sudah keluar Lin Tian kembali duduk dan menatap Mu Xuanyin dengan lembut.
"Tuan muda, kami akan berdiri di luar pintu " ucap keempatnya.
"Baik, pergilah" balas Lin Tian.
Lalu ke empatnya meninggalkan ruangan dan beridiri di pintu masuk, sedangkan Lin Tian melanjutkan makan nya dengan senang bersama Lin Jia Li dan Mu Xuanyin serta Mu Si'er yang sangat senang merasakan anggur yang ada disana.
(Tentu Mu Xuanyin masih memakai cadarnya karena hal itu bisa kita ketahui cara dia makan tanpa membuka cadarnya)
Tak lama setelah mereka kenyang, Lin Jia Li tertidur di pangkuan Mu Xuanyin, terlihat dari wajah kecil Lin Jia Li seperti dia sangat senang.
"Maaf mungkin senior mu akan memarahi kalian nanti" ucap Lin Tian.
"Tidak masalah, dia hanya senior kami tapi dalam masalah kekuatan dan status kami tidak kalah dengannya" ucap Mu Xuanyin.
"Iya, dan kami juga agak membenci sifat sombong dia" ucap Mu Si'er dengan agak kesal .
"Saudari..." ucap Mu Xuanyin agak mengode dia.
__ADS_1
"Apa yang kamu malukan, tidak masalah kalau tuan muda Lin tau, jika tidak wanita itu akan mencoba menggoda tuan muda Lin!" ucap Mu Si'er.
"Itu..!" Mu Xuanyin juga merasa itu benar.
"Sudah, tenang saja wanita seperti itu tidak akan pernah berakhir baik" ucap Lin Tian kepada mereka.
"Em..!" angguk Mu Xuanyin kepada Lin Tian.
Lin Tian tersenyum kepada mereka, setelah agak lama baru Lin Tian mengajak Mu Xuanyin dan Mu Si'er pergi dari sana bersama Lin Jia Li di gendongannya.
Sepanjang jalan mereka tidak terlalu banyak berbicara, hanya Mu Si'er yang kadang-kadang penasaran dengan hubungan Lin Tian dan Mu Xuanyin sebenarnya.
Jadi dia berusaha untuk mencari informasi dari kedua tapi pada akhirnya tidak mendapatkan apa-apa, saat mereka akan berpisah Lin Tian menatap Mu Xuanyin dan berkata.
"Bisa kamu ikut dengan ku sebentar?" ucap Lin Tian kepada Mu Xuanyin.
Mendengar itu Mu Xuanyin kaget dan melihat ke Mu Si'er, Mu Si'er hanya mengangguk dan pergi dari sana.
"Ada apa tuan Lin?" ucap Mu Xuanyin.
"Apakah kamu perlu mengatakan kata kaku seperti itu?" tanya Lin Tian dengan senyum.
"Itu..." Mu Xuanyin agak malu karena dia memang sudah tau siapa Lin Tian sebenarnya.
Dia lalu terbang membawa Mu Xuanyin ke arah rumah nya, melihat dia di bawa ke dalam sekte langit, Mu Xuanyin agak aneh dan akhirnya bertanya .
"Kemana kita?" ucap Mu Xuanyin bingung.
"Ikut saja aku, jangan tanya dulu, nanti setelah sampai aku akan menjawabnya" balas Lin Tian tersenyum ke arah Mu Xuanyin.
"Em!" Mu Xuanyin hanya mengangguk, ada beberapa murid yang melihat Mu Xuanyin di pegang oleh Lin Tian tapi tak banyak yang berkomentar, mereka hanya memberi hormat kepada Lin Tian dan pergi setelah itu.
Setelah agak lama terbang, Mu Xuanyin melihat puncak yang sangat bagus disana, Lin Tian langsung membawanya ke atas tempat rumah nya berada.
Setelah sampai di depan rumah Lin Tian turun dan membawa Mu Xuanyin ke pintu rumah dia.
"Ayo ikut!" ucap Lin Tian menarik tangan Mu Xuanyin.
"Ini dimana?" ucap Mu Xuanyin bingung.
Lin Tian hanya tersenyum dan menarik tangan Mu Xuanyin ke arah pintu.
Tok..tok..
"Bu ada di rumah?" tanya Lin Tian sambil mengetok pintu .
__ADS_1
"Iya, kenapa ku tumben l bertanya seperti itu?" ucap Lin qi'er membuka pintu.
Tapi saat dia membuka pintu, dia kaget melihat Lin Tian membawa seorang wanita ke sana.
"Nak ini...?" ucap Lin qi'er bingung.
"Bawa dulu masuk, Li'er sedang tidur nanti perkenalannya" ucap Lin Tian dengan senyum.
"Oh, ayo nak masuk.." ucap Lin qi'er melihat Mu Xuanyin dengan penuh kebahagian dimatanya.
"Em, permisi senior" ucap Mu Xuanyin agak malu.
"Jangan panggil senior, panggil saja Bibi" balas Lin qi'er
"Ba..baik bibi" jawab Mu Xuanyin yang masih kaku.
"Bagus, ayo masuk, an'er berikan Li'er pada ibu, dan bawa dia masuk tunggu ibu" ucap Lin qi'er memerintah Lin Tian sambil mengambil Lin Jia Li di gendongan Lin Tian.
"Baik.." balas Lin Tian agak tak berdaya.
Lalu Lin Tian dan Mu Xuanyin masuk ke rumah, di dalam terlihat Lin Hao yang sudah agak tidak pucat dari kemarin, dan saat dia melihat ada wanita yang ikut bersama Lin Tian dia tersenyum dan mengangguk ke arah Mu Xuanyin.
"Nak, apakah kamu Mu Xuanyin?" tanya Lin Hao sambil tersenyum.
"Em, nama junior memang Mu Xuanyin senior!" jawab Mu Xuanyin.
"Jangan panggil senior, panggil saja paman" balas Lin Hao dengan tersenyum ke Mu Xuanyin.
"baik paman!"
"Bagus, ayo duduk.. Jika kamu di bawa Lin Tian kesini, kamu pasti tau dia siapa bukan?" tanya Lin Hao
"Iya paman, tapi hanya tau siapa dia saja" balas Mu Xuanyin agak menunduk.
"Tidak masalah, anak itu memiliki beberapa hal yang tak dapat di jelaskan juga, dan juga dia sedikit pemalu" balas Lin Hao agak bercanda.
"Ayah...!" ucap Lin Tian dengan wajah memerah karena malu.
"Hahahahaha!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1