Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
569. Pertempuran Pertama Lin Tian Di Alam Dewa langit tingkat tinngi


__ADS_3

"Lin Tian!" ucap dua suara yang membuat wajah Lin Tian tadinya tanpa ekspresi menjadi melembut dan tersenyum.


Lin Tian berbalik dan melihat dua wanita satu memakai pakian biru dan satu lagi pakaian putih yang wajah mereka di tutupi oleh cadar terbang ke arah nya.


Keduanya langsung memeluk Lin Tian tanpa ragu, saat itu lah Lin Tian merasakan kelembutan di hatinya dia merasa kalau hidupnya penuh dengan rasa manis.


Selama di jalur reinkarnasi dia bisa merasakan banyak hal seperti kesendirian, penghianatan kekasih maupun oleh keluarganya sendirindan berbagai hal lain, tapi disini di dunia ini dia memiliki orang-orang yang selalu menunggu dia untuk kembali.


"Gadis-gadus ku, Aku kembali"ucap Lin Tian membalas pelukan keduanya.


"Em"


"Senang kamu kembali" ucap Mu Xuanyin.


Lin Tian tersenyum juga, lalu keduanya melepaskan pelukan mereka dan berbicara tentang kehidupan mereka kepada Lin Tian selama beberapa tahun ini.


Hanya bagi Lin Tian itu bukan lah cerita hidup para wanita itu, tapi itu jelas keluhan mereka terhadap Lin Tian yang telah meninggalkan mereka beberapa tahun lama nya.


"Hei..hei..tenang..tenang.. aku janji kali ini setelah semua nya beres aku akan menikahi kalian, dan setelah itu yakin lah aku akan membuat kalian berdua puas" ucap Lin Tian dengan senyum yang agak berbeda.


Mendengar itu wajah kedua wanita terlihat malu, tapi mereka tak membantah atau menolak apa yang di katakan Lin Tian karena memang itulah yang mereka ingin kan selama beberapa tahun ini.


Mereka telah melihat Lin Xiao dan putri suku api menikah hal yang membuat mereka sangat iri selama beberpaa tahun sejak Lin Tian menutup dirinya.


"Baiklah, kalian tunggu disini sepertinya Bai kecil telah menjadi malas lagi" ucap Lin Tian sambil tersenyum.


"Em, tapi aku merasa Bai kecil telah rajin selama beberapa tahun ini, bukan kah begitu saudari Mu" ucap Ling Xu'er.


"Iya, dia yang membantu menstabilkan dunia dewa selama ini kenapa kamu berfikir kalau dia bermalas-malasan?" tanya Mu Xuanyin agak membela Bai kecil.


"Hei.. dua gadisku meski dia terlihat rajin tapi di balik itu ada hal yang tak kalian tahu tapi ya sudah lah nanti setelah semua selesai kalian akan tahu apa itu" ucap Lin Tian sambil tersenyum.


Lalu dia meminta para wanita menunggu di sekte dan dia merobek ruang pergi menuju ke tempat pertempuran.


BOOMM...


BOOMM...


"Ha...! kalian membuat ku mengantuk" ucap Bai kecil sambil menguap.

__ADS_1


"Mati kucing sialan!" ucap salah satu pria yang menyerang Bai kecil duluan.


BOOMM....


"Eh?"


"Eh?"


Ke empat anak dewa itu menatap dengan aneh sebuah tangan yang muncul menahan pukulan teman mereka, dan saat mereka melihat lagi tangan siapa itu.


Mereka di kagetkan oleh seorang pria muda yang datang tanpa ada sedikitpun ekspresi di wajahnya menatap pemuda yang tangannya di tahan oleh nya.


"Siapa kamu?" ucap pemuda yang tangan nya di tahan oleh Lin Tian itu.


"Nah Bai kecil kenapa kamu jadi malas begitu?" tanya Lin Tian menoleh ke belakang nya sambil menatap Bai kecil yang telah terbang ke arahnya dan langsung tidur di kepala Lin Tian.


"Ayolah kak, aku telah bekerja keras selama beberapa tahun ini, lihat lah bulu dan juga kuku kaki ku yang dulunya cantik sudah terlihat snagat jelek sekarang" balas Bai kecil.


"Apa kamu fikir aku tidak tahu apa yang kamu fikirkan?" balas Lin Tian tak dapat berbuat apa-apa.


"Mereka mencari mu beberapa tahun ini kak," ucap Bai kecil yang mengubah topik pembicaraan mereka.


"Ho...Anak buangan dari alam langit?" ucap Lin Tian.


Sayangnya bagaimana pun dua mencoba melepaskan nya tidak dapat membuat dia lepas dari genggaman Lin Tian.


"Tangan mu begitu jelek biar aku ambil" ucap Lin Tian santai.


Krack..


Swiss..


"Ah...!" tangan pria itu terputus tapi sebelum dia berteriaj Lin Tian menendang perutnya membuat dia terbang seperti meriam ke arah empat lainnya.


"Tahan dia!" ucap Sun Go dengan serius..


Baaamm...


"Uhuk..Uhuk.." mereka berhasil menahan teman mereka yang di terbangkan oleh Lin Tian itu dengan cukup berusaha.

__ADS_1


"Sungguh berani nya kamu!" ucap Sun Go melihat tangan teman nya sudah hilang satu, amarahnya memuncak melihat ke arah Lin Tian berada.


"Hanya anak dewa saja berani memarahi ku? dan juga dewa matahari? apa dia tak malu untuk bertindak seperti itu? tapi yakin lah setelah aku ke alam langit aku akan mencopot semua gigi dewa matahari " ucap Lin Tian dengan aura membunuh yang luar biasa.


Aura membunuh Lin Tian membuat semua orang yang merasakan nya seperti sesak nafas dan tak dapat bergerak, mereka yang lebih lemah bahkan memuntah kan seteguk darah dan ada yang tekah pingsan karena aura membunuh Lin Tian itu.


"Kau...kau..." wajah Sun Go berubah Sangat marah saat mendengar Lin Tian menghina ayahnya.


Tentu dia tahu kalau ayahnya memang bisa di bilang dewa penguasa yang lemah di antara dewa lainnya, tapi tetap saja ayah nya adalah dewa penguasa di alam langit tentu dia tidak suka kalau ada orang yang berada di dunia dewa menghina ayahnya.


"Apa? majulah!" ucap Lin Tian mengulurkan tangannya seperti sedang memanggil mereka supaya mendekat.


"Serang dia!" ucap Sun Go dengan marah, lalu kelimanya menyerang Lin Tian lagi, itu termasuk temannya yang tangan nya di potong oleh Lin Tian tadi.


BOOMM...


BOOMM...


Pertarungan pertama Lin Tian saat dia baru saja menembus alam dewa langit di mulai, saat Bertarung dengan lima anak dewa itu Lin Tian terlihat hanya menggunakan pukulan nya saja.


Sedangkan anak dewa tersebut telah mulai menggunakan senjata dewa mereka sendiri, tapi bukannya takut Lin Tian terlihat menikmati pertempuran itu karena di wajahnya ada senyum yang muncul.


BOOMM..


BOOMM...


"Hei..dia muncul? jadi anak ini penerus kaisar langit tapi dia melawan anak dewa matahari dan juga meski anak dewa matarahi kalah, anak dewa itu masih memiliki satu senjata terakhir di dirinya" ucap si wanita sambil menatap pertarungan Lin Tian itu.


"Belum tentu" ucap dewa api iblis dengan tatapan serius.


"Apa maksud mu belum tentu?" tanya Wanita itu.


Dewa api iblis tidak menjawab dia hanya diam memandang ke arah Lin Tian bertempur, meski dia mengeluarkan aura membunuh saat melihat Lin Tian tapi di matanya ada sedikit kerumitan terlihat memandang Lin tian.


Sedangkan si wanita tak marah dan juga tidak memaksa dewa api iblis untuk menjawab keraguan nya tadi, karena dia merasa kalau ada hal menarik yang akan terjadi di tempat Lin Tian berada itu


"Aku harap kamu tidak mengecewakan ku!" ucap dewa api iblis di dalam hatinya saat berdiri memandang Lin Tian yang sedang bertempur itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2