
"Paman tenang saja nanti kita hukum mereka" ucap Jiang Yi.
Tapi Bing Zhao sudah sangat kesal, bagaimana dia bisa menahan sampai kedua pembuat onar itu di temukan, dia tampak fikir langsung pergi dan mencari di sekitar hutan terdekat disana.
......................
"Hm?" Lin Tian mendapat pesan dari Lao Lu kalau Bing Yang sedang marah mencari Bai kecil dan Bing Zhao.
"Ada apa?" tanya Mu Xuanyin yang sedang berbaring di dada Lin Tian.
"Huf... kakak Zhao dan Bai kecil membuat masalah lagi!" ucap Lin Tian.
Mu Xuanyin bangun dan duduk di samping Lin Tian yang sedang rebahan itu, dia hanya bisa menggelengkan kepala mendengar hal itu.
Ternyata apa yang di katakan Lin Tian benar, Bai kecil dan Bing Zhao memang sering membuat onar jika mereka berdua telah bersama.
"Kali ini masalah apa?" tanya Mu Xuanyin dengan tersenyum.
"Em, tidak terlalu besar hanya mencuri beberapa ternak tetua pertama dan beberapa ekor ikan tetua kelima, di tambah dengan kakak Zhao yang menghilang tiba-tiba, membuat paman pertama mengamuk mencari mereka berdua" jelas Lin Tian dengan senyum kecut.
"Memang pembuat onar" ucap Mu Xuanyin, mencuri barang tetua sekte mereka sendiri, seberapa berani itu?
Bahkan di sekte es hukuman akan hal itu sangat lah berat, tapi mungkin juga karena hal ini sekte langit juga memiliki ikatan yang kuat antar keluarga.
"Huf, Feng'er?" ucap Lin Tian yang telah duduk kembali, awalnya dia sedang menikmati waktu bersama Mu Xuanyin tapi karena pesan ini membuat dia agak tak berdaya.
Jadi dengan terpaksa dia meminta tolong kepada Feng'er untuk mengatasi masalah kedua orang itu, jika itu Lin Tian sendiri pasti kedua nya tidak akan mendengarkan dia.
"Iya kak?" ucap Feng'er yang keluar dari kalung binatang karena panggilan Lin Tian.
Wajah cantik dan menawan Feng'er membuat Mu Xuanyin kagum, di tambah dengan postur tubuh Feng'er yang sangat menggoda siapa laki-laki yang tidak tahan, tapi perempuan ini adalah istri dari si kucing Bai kecil.
"Eh, kakak ipar apa kabar?" tanya Feng'er yang sadar melihat ke arah Mu Xuanyin.
"Em, aku baik, kamu sangat cantik!" ucap Mu Xuanyin.
__ADS_1
"Terima kasih kakak ipar kamu juga sangat cantik" balas Feng'er.
"Hm, Feng'er begini dua pembuat onar bergabung bersama, di tambah Bai kecil menjebak ku sebelumnya, jadi kamu lihat saja sendiri" ucap Lin Tian mengirim kan sedikit kenangan kepada Feng'er.
Setelah Feng'er melihat kenangan Lin Tian, amarah Feng'er pun tak terbendung Bai kecil berani menjebak kakak nya, dia tentu pasti akan menghukum si kucing kecil itu.
"Kak serahkan padaku masalah dua berandalan itu, kakak disini saja nikmati waktu kakak bersama kakak ipar" ucap Feng'er bersiap akan pergi.
"Tunggu!"
"Ada apa kakak ipar?" tanya Feng'er.
"Hm.. tangkap Bai kecil aku memiliki cara biar Bai kecil tidak mengulangi kelakuan nya" ucap Mu Xuanyin dengan senyum indah di wajahnya.
"Hehehe.. kakak ipar yakin lah nanti akan ku bawa ke depan kakak ipar" balas Feng'er dengan senyum.
Lin Tian yang melihat dua wanita tersenyum bahagia, entah kenapa seluruh badannya sedikit merinding dia merasakan nasib Bai kecil kali ini benar-benar akan sial dari sebelumnya.
"Oh! saudaraku semoga kamu bisa selamat dari bahaya kali ini" desah Lin Tian terhadap Bai kecil dan Bing Zhao.
"Baik kakak, aku pergi!" ucap Feng'er menghilang dari tempat Lin Tian dan Mu Xuanyin berada.
"Ugh!" Lin Tian memuntahkan seteguk darah yang membuat Mu Xuanyin kaget melihat tiba-tiba Lin Tian muntah darah.
"Kenapa? apa yang terjadi?" tanya Mu Xuanyin bingung dan khawatir.
"Tidak apa-apa, aku hanya terluka sedikit karena klon ku yang hancur itu" ucap Lin Tian.
Walau kelihatan bahwa Lin Tian baik-baik saja sebelumnya itu hanya di luar, tapi dia terluka karena kehancuran klon yang melindungi tempat di serang oleh raja Yimo.
Jika itu tubuh asli maka tidak masalah karena hanya hal kecil bagi dirinya, tapi itu klon, kekuatan klon Lin Tian pun hanya sebatas di alam abadi bumi jika di serang oleh kekuatan dari raja Yimo tentu klon itu pun tak dapat bertahan.
"Kamu harusnya tidak memaksakan diri Mu" ucap Mu Xuanyin dengan lembut.
"Hei, aku harus kuat di depan mereka jika tidak semangat orang-orang itu akan melemah" ucap Lin Tian dengan senyum sedih.
__ADS_1
Lin Tian merebahkan kepala nya di atas pangkuan Mu Xuanyin, dengan tenang menutup mata sambil menikmati waktu indah bersama dengan Mu Xuanyin disana.
"Setelah semua selesai mari kita menikah, sebelum aku naik ke dunia dewa aku ingin orang-orang tau kalau kamu hanya milikku" ucap Lin Tian kepada Mu Xuanyin dengan wajah lembut.
"Em" Mu Xuanyin mengangguk wajahnya juga sedikit malu dengan perkataan Lin Tian tadi, tapi di hati dia sangat bahagia dengan hal yang di katakan Lin Tian.
Bagi Mu Xuanyin itu adalah hal yang sangat membahagiakan bisa menjadi istri bagi seorang pria yang sangat dia cintai, Lin Tian setelah berbicara begitu tertidur dan tersenyum penuh kebahagian.
"Andai kita bisa seperti ini terus" gumam Mu Xuanyin dengan wajah penuh kebahagian.
Dulu dia hanya lah wanita yang dingin dan juga penyendiri, tapi sejak bertemu dengan Lin Tian hidupnya berubah, yang dulu hanya gelap berubah menjadi penuh cahaya.
Hari itu keduanya menikmati waktu kebersamaan mereka di tempat indah penuh bunga, jauh dari seluruh masalah dunia.
......................
"Sial, kakak mengirim Feng'er kesini" teriak Bai kecil dengan kesal, dia dan Bing Zhao hampir terus berlari sejak tadi, awal mereka di temukan oleh Bing Zhao dan Jiang Yi, tapi dia dan Bing Zhao berhasil kabur.
Lalu tak lama saat Bai kecil lari bersama Bing Zhao ke sebuah tempat hiburan di kota langit, mereka bersenang-senang disana untuk beberapa waktu sebelum Bai kecil merasakan aura yang sangat dia kenal
Dan akhirnya saat itu juga dia lari lagi bersama Bing Zhao karena mereka tau hasil dari saat mereka di tangkap.
"Adik ku sungguh sangat kejam, kita harus lari, kenapa kamu tak berubah menjadi harimau bersayap?" tanya Bing Zhao.
"Baiklah, aku berubah" ucap Bai kecil.
Dia berubah menjadi harimau bersayap biasa dan Bing Zhao duduk di punggung nya, mereka terbang dengan cepat melarikan diri dari kota langit.
"Kalian berdua berhenti, jika kalian behenti hukuman kalian akan sedikit berkurang!" ucap Feng'er.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1