
Di dalam formasi semua orang juga memandang binatang dan monster iblis yang tak bergerak itu dengan wajah yang jelek, mereka sekarang telah merasakan sesuatu yang mungkin membuat mereka menyesal.
"Aku..apa yang aku lakukan?" ucap Lin Dong dengan wajah yang sedih.
Semua pemimpin disana juga merasakan hal yang sama, mereka seperti telah melakukan kesalahan besar dan ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup mereka.
"Le..leluhur, suku kita dan berbagai tempat telah di segel!" ucap pemimpin suku api.
"Apa?" wajah leluhur berubah, tak hanya dia seketika semua orang mendapatkan informasi yang sama.
Semua suku, keluarga, sekte, kerajaan dan berbagai tempat yang di isi dengan seluruh makhluk hidup telah di segel oleh formasi yang sama, dan mereka masih tidak dapat mengerti kenapa semua hal ini terjadi.
"An'er... jangan-jangan dia...?" wajah Ying Huanhuan bergetar dan dia pun jatuh lemah ke tanah saat memikirkan anaknya.
Lin Dong memandang ke arah luar formasi dengan wajah serius, dan tiba-tiba dia mengingat kata-kata Lin Tian sebelumnya.
"Kalian akan mengetahui nanti kenapa aku melakukan semua ini!" ucap Lin Tian sebelum dia pergi kepada mereka semua.
Awalny mereka karena marah dan tak terima dengan ujian yang di tetapkan Lin Tian mereka jadi tidak peduli dengan kata-kata Lin Tian itu tapi sekarang...
BOOMM...
Awuuuu...
"Pi...Pi!" teriak Pi kecil di atas elang kecil, dia terlihat baik-baik saja meski ada tekanan itu, mungkin di karenakan kalung binatang iblis yang di berikan oleh Lin Tian makanya dia baik-baik saja.
"Hoo..jadi si kecil itu yang mengendalikan mereka, maka..."
Swishh..
Dewa api iblis muncul di depan Pi kecil dan bersiap memotong Pi kecil dengan pedangnya, saat itu Pi kecil kaget dan tak bisa menghindari pedang itu.
CLANG....
Sebuah pedang biru menahan pedang hitam milik dewa api iblis, wajah dewa api iblis terlihat serius saat melihat orang yang menahan pedangnya tersebut.
"Pukulan api!" ucap pria yang datang itu.
__ADS_1
"Pukula Api iblis!" ucap Dewa api iblis yang juga mengeluarkan pukulan nya menyerang pria yang datang itu.
BOOMM...
Swishh...
Ledakan terdengar membuat wajah ketiga orang di belakang kaget, mereka kaget melihat dewa api iblis yang kembali dengan tangan yang terlihat terluka karena meneteskan darah dari tangannya itu.
"Aku tidak menyangka kamu bisa sekuat ini setelah lama tidak bertemu!" ucap dewa api iblis sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang terluka tersebut.
"Aku juga tidak menyangka kalau kamu akan benar-benar berkomplot dengan mereka" ucap Lin Tian dengan tersenyum berdiri di depan Pi kecil.
"Ha! lalu apa itu masalah?" ucap dewa api iblis dengan santai.
"Tidak juga!" ucap Lin Tian lalu dia berbalik dan mengambil kalung di leher Pi kecil.
"Masuk kembali!" ucap Lin Tian, semua binatang dan monster iblis masuk ke dalam kalung Lin Tian termasuk yang telah mati karena pertempuran di bawa masuk oleh Lin Tian ke dalam kalung binatang.
Hanya Pi kecil dan Elang kecil tersisa di luar dengan wajah yang tidak enak, Pi kecil melompat dan berdiri di bahu Lin Tian sambil memandang Lin Tian dengan sedih.
"Tidak apa-apa saudara kecilku, semua akan baik-baik saja" ucap Lin Tian meletakan Pi kecil di telapak tangannya dan memasang kembali kalung binatang itu ke leher Pi kecil.
"Dia adalah dia, dan aku adalah aku, bagiku makhluk kecil seperti ini juga sangat berharga dalam hidup ku ini, jika seorang pemimpin berfikir seperti kalau orang kecil itu tidak pantas di lindungi, maka pantas saja dia akan jatuh!" balas Lin Tian dengan senyum di wajahnya juga.
Mendengar perkataan Lin Tian, dewa api iblis sedikit mengerutkan keningnya dia merasa kali ini penerus kaisar langit memang benar-benar berbeda dengan sifat kaisar langit yang sebelumnya.
"Lalu apa? tetap saja dengan kekuatan kita bisa jadi lebih kuat dan mereka yang kecil serta lemah sudah baik bagi mereka untuk jadi budak, jadi jika mereka mati untuk dunia ini sudah sepantasnya karena mereka lemah!" balas Dewa api iblis.
"Kau tidak tahu, terkadang orang-orang lemah itu lah yang berbeda dari orang yang kuat, karena mereka lemah mereka bisa terus berjuang untuk menjadi kuat, dan meski mereka gagal akan selalu ada yang siap menggantikan mereka, hal itu pasti akan terus ada untuk selamanya" ucap Lin Tian lagi sambil menghelus kepala Pi kecil.
"Ha...! apa di matamu semua makhluk itu harus di lindungi meski dia tidak berguna?" tanya Dewa api iblis lagi.
"Iya, seorang pemimpin harus bisa bersikap adil, meski orangnya lemah, maupun kuat tapi perlakuan di antara mereka harus adil karena mereka juga pasti saling membutuhkan!" jawab Lin Tian.
"Cih, hanya sebuah ucapan anak kecil saja" ucap Tu Si'er dengan marah setelah mendengar semua perkataan Lin Tian yang menurut nya salah semua.
"Pi kecil pergilah ke dalam formasi, mengerti!" ucap Lin Tian kepada Pi kecil.
__ADS_1
"Pi...?" Pi kecil seperti mengetahui sesuatu wajah nya terlihat sangat sedih, tapi Lin Tian memanggil elang kecil dan meletakan Pi kecil di punggungnya.
"Pergi!" ucap Lin Tian mendorong elang kecil terbang ke dalam formasi yang dia letakan untuk mengurung orang-orang disana.
"Piiiii!" Pi kecil tidak bisa menolak dan masuk ke dalam formasi tersebut.
Elang kecil juga tak mau meninggalkan Lin Tian dan berusaha menerobos formasi itu tapi dia gagal, wajah kedua biantang terlihat sangat sedih memandang senyum Lin Tian di luar.
"Apakah kita akan mulai?" ucap Lin Tian berbalik memandang empat orang di depannya, dan sisa-sisa dari pasukan wanita Tu Si'er yang masih tersisa.
"Bunuh dia!" ucap Tu Su'er kepada pasukan nya, lalu semua pasukan yang tersisa menyerang Lin Tian tanpa rasa takut akan kematian.
Jelas Lin Tian yang telah bertelanjang dada itu tersenyum melihat musuh yang datang kepada dirinya itu, mengayunkan pedangnya dia membunuh musuh yang ada di dekatnya dengan mudah.
BOOMM...
BOOMM...
Hal itu di lihat dewa api iblis dengan mata yang serius, lalu sebuah suara aneh terdengar dari telinga dewa api iblis.
"apakah dia penerus kaisar langit itu?" tanya suara tersebut.
"Iya!" balas Dewa api iblis.
"Hohoho.. apakah kamu perlu aku membunuh nya?" tanya suara tersebut.
"Tidak untuk sekarang, aku yakin pemuda ini pasti memiliki kartu truf di belakang nya jadi biarkan saja dia bertarung denga semua semuat itu" balas dewa api iblis dengan wajah tenang.
Mendengar hal itu suara tersebut menghilang dan tidak ada lagi berbicara kepada dewa api iblis.
BOOMM...
BOOMM...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...