Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
454. Tetua Agung Menerima Murid


__ADS_3

"Kamu sudah datang?" ucap Tetua agung kepada Lin Tian yang baru masuk ke dalam ruangan mereka.


"Tentu, jadi kenapa tiba-tiba paviliun mengadakan rapat?" tanya Lin Tian aneh sambil menatap kedua tetua tersebut, tentu Lin Tian juga membawa Ling Zan bersamanya.


Tetua agung juga tidak mengerti tapi menurut dia mungkin kalau master paviliun telah maju dalam alkimia nya dan ingin membahas itu bersama kita para tetua besar yang lain, mendengar hal itu Lin Tian tentu sedikit tertarik meski baginya alkimia hanya lah sekedar hobi saja, tapi itu masih tetap berguna seperti untuk mempermudah mendapatkan uang bagi dirinya.


Saat tetua agung melihat Ling Zan dia cukup tertarik dengannya, dan langsung menanyakan kenapa pemuda itu ada disini, Lin Tian mengatakan kalau dia ingin membawa Ling Zan bersamanya tentu mereka tidak keberatan.


"Baiklah mari kita berangkat!" ucap Lin Tian, tetua agung dan tetua kedelapan juga setuju dia juga dengan santai memberikan cincin yang berisi kristal dewa hasil penjualan Pill nya tadi, dan mereka berempat pun pergi ke tempat teleport ruang milik paviliun itu sendiri yang terletak di ruang bawah tanah paviliun.


Swissh....


Lin Tian, Ling Zan dan dua tetua itu menghilang setelah masuk ke dalam teleport tersebut, tapi di saat mereka pergi di luar paviliun alkimia rombongan Ling Xu'er bertemu dengan Lin Diao dan Lin Jing tentu disana ada Ying Huanhuan yang sedari tadi sangat ingin bertemu Lin Tian.


"Bibi Ying" ucap Yang Mi'er memberi hormat, Ying Huanhuan mengangguk lembut dan saat dia tidak melihat Lin Tian dia langsung menanyakan dimana Lin Tian.


Tapi Yang Mi'er hanya menjawab kalau Lin Tian sedang ada urusan dan akan kembali mungkin beberapa hari kemudian, mendengar itu Ying Huanhuan sedikit kecewa dia sangat ingin melihat Lin Tian itu tapi.


"Bibi Ying bagaimana kalau ikut bersama kami dulu, kebetulan kami ingin mencoba apa yang di katakan Lin Tian tadi di istana Ling" ucap Yang Mi'er mengundang Ying Huanhuan.


"Baiklah, aku juga ingin tahu apa yang di katakan dia itu benar atau tidak" ucap Ying Huanhuan tanpa menolak.


Akhirnya Lin Jing, Ying Huanhuan dan Lin Diao ikut ke istana kerajaan Ling yang membuat Ling Jun dan Qing Yu kaget, saat Ling Jun ingin menjamu mereka, baik Ying Huanhuan dan Yang Zhi menolak nya secara lembut mereka datang kesini karena hanya ingin mencoba sesuatu yang di katakan Lin Tian itu.


Tentu karena itu juga Qing Yu juga menjadi ingin mencobanya, karena dia yakin menantu nya itu tidak akan berbohong kepada mereka.

__ADS_1


Meong...


"Hm?" Ling Xu'er melihat Bai kecil yang baru masuk dari pintu istana, dan sontak Yang Mi'er dan Yang Zhi melihat ke arah kucing tersebut karena mereka tahu kalau itu adalah kucing milik Lin Tian.


"Bai kecil kesini lah sebentar!" ucap Lin Xu'er, tanpa curiga dengan apapun Bai kecil mendekat ke arah Ling Xu'er yang langsung meraih dia.


Meong...? Bai kecil merasa aneh dan juga ada perasaan jelek dari hatinya yang membuat dirinya menggigil ketakutan, dan benar saja Yang Mi'er, Yang Zhi dan Ling Xu'er meraba-raba bulu Bai kecil serta mencoba mencium tubuh kucing tersebut.


Karena penasaran Lin Jing dan Ying Huanhuan juga ingin tahu kenapa mereka melakukan hal tersebut, dan setelah di jelaskan semua wanita disana pun ikut mencoba merasakan tubuh Bai kecil.


Dan setelah jantung di rebus serta air nya di letakan di kolam khusus yang besar, Ling Xu'er langsung menaburkan bahan yang di berikan Lin Tian tersebut, dan benar saja tak lama mereka menunggu bau air dari rebusan jantung paus itu pun menjadi wangi dan juga terlihat sangat bersih.


Langsung saja semua wanita disana mandi bersama dan menikmati kebersamaan mereka itu, sedangkan Bai kecil yang telah berantakan tadi dengan sedih langsung kabur dari istana takut akan wanita-wanita itu menyerang dia lagi.


......................


Lin Tian dan tiga lainnya sampai di pusat Paviliun Alkimia, di dalam perjalanan menuju tempat istirahat khusus para tetua kadang Ling Zan akan di beri pertanyaan oleh tetua agung tentang alkimia, dan tentu pemuda itu dengan cukup baik bisa menjawab beberapa pertanyaan nya yang membuat tetua agung merasa puas.


Bahkan yang kebih membuat tetua agung puas adalah sifat Ling Zan yang ingin tahu akan lebih dari beberapa hal tentang alkimia yang tidak dia ketahui, bahkan demi untuk mengingatnya dia langsung mencatat hal itu di sebuah buku kecil miliknya sendiri.


"Nah, Ling Zan bukan?" tanya tetua agung.


"Iya tetua agung" balas Ling Zan degan sopan.


"Bagaimana jika kamu menjadi murid ku?" tanya Tetua agung dengan serius, mendengar hal itu baik Lin Tian dan tetua kedelapan terkejut.

__ADS_1


Bahkan tetua kedelaoan Yang lebih tahu sifat tetua agung pun merasa tidak percaya kalau tetua agung ingin mengangkat seorang murid, karena sebegitu banyak pemuda yang luar biasa dia menolak mereka semua secara langsung.


Tapi sekarang dia sendiri yang ingin mengundang Ling Zan sebagai muridnya, betapa luar biasanya jika dunia dewa tahu kalau Ling Zan telah berhasul menjadi murid tetua agung paviliun alkimia.


"Eh, itu..." Ling Zan memandang Lin Tian dulu, walau dia ingin tentu dia juga harus mendapatkan persetujuan Lin Tian jika tidak dia pasti akan menolak meski itu adalah kesempatan bagus.


Lin Tian mengangguk setuju dengan Ling Zan menjadi murid tetua agung, karena dia juga tahu kalau dia tidak bisa sering mengajari Ling Zan, apalagi dia bisa melihat kalau Ling Zan memang sangat tertarik dengan alkimia.


"Salam guru" ucap Ling Zan dengan berlutut di depan tetua agung.


"Hahaha..bagus, bangun lah muridku" ucap tetua agung dengan gembira, alasan dia menerima Ling Zan adalah karena dia yakin kalau pemuda ini akan bisa melebihi dirinya nanti, dan yang di butuhkan Ling Zan hanyalah seseorang yang dapat memandu nya dalam alkimia.


Tentu dia yakin Lin Tian bisa memandu Ling Zan tapi cara alkimia Lin Tian sangat lah berbeda dengan kebanyakan orang lain, dia yakin kalau Lin Tian pasti tidak akan dapat mengeluarkan potensi penuh Ling Zan, maka dari itu dia ingin mengajar kan Ling Zan semua yang dia ketahui juga.


Tapi alasan utamanya adalah melihat betapa serius dan rajinnya Ling Zan akan alkimia, jelas kalau cara Ling Zan menjawab dan menanyakan sesuatu kepada nya itu adalah nyata karena dia ingin tahu bukan karena dia sekedar ingin dekat dengan terua agung.


"Kamu tidak keberatan kan Tetua kesembilan?" tanya tetua agung, Lin Tian hanya mengangguk bahwa dia tidak keberatan sebenarnya juga dia tahu jika dia juga tidak akan bisa mengeluarkan potensi penuh Ling Zan karena cara alkimia nya memang berbeda dengan orang kebanyakan.


"Iya, itu bagus untuk Ling Zan dan juga nanti setelah aku kembali ,aku akan memberitahu kakak dan orang tua mu masalah ini" ucap Lin Tian sambil tersenyum lembut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2