
Feng'er membawa Lin Tian berjalan menuju sebuah goa di gunung api, di saat makin dekat Lin Tian melihat telur yang mengeluarkan aura yang cukup kuat.
Telur itu bergerak seperti akan ada sesuatu yang keluar dari dalam, melihat telur itu Lin Tian tau bahwa akan menetas.
Tapi mungkin karena kurangnya energi maka sangat sulit bagi telur itu menetas, Lin Tian mendekat ke telur dan mencoba merasakan nya.
"Sepertinya aku harus membantu si kecil ini" ucap Lin Tian dengan senyum.
"Kak, kamu akan menyalurkan energi mu kepada dia?" tanya Feng'er.
"Em, mungkin aku akan sedikit kelelahan setelah melakukannya," ucap Lin Tian.
"Aku mengerti, tenang saja kak, nanti aku akan menjaga tubuhmu" ucap Feng'er.
Lin Tian hanya mengangguk dan mulai menyalurkan energinya ke dalam telur tersebut.
dia menutup matanya dan duduk di dekat telur, Feng'er yang melihat Lin Tian mengangguk dan keluar dari kalung binatang,Dia duduk di kursi dekat Lin Tian sambil menjaga tubuh Lin Tian.
"Setidaknya akan membutuhkan waktu lama untuk kakak bangun." ucap Feng'er.
"Kakak?" pintu kamar terbuka dan seorang gadis kecil terlihat di pintu itu.
Feng'er yang melihat gadis kecil itu tersenyum,dia berdiri dan mendekat ke Lin Jia Li.
"Kakak sedang berlatih, apa Li'er ingin bermain?" tanya Feng'er.
Dia tau kalau gadis kecil ini adalah adik Lin Tian Lin Jia Li, saat melihat gadis kecil itu Feng'er juga sangat senang.
"Em, Li'er ingin bermain" ucap Lin Jia Li pelan.
Feng'er tersenyum dan mengajak Lin Jia Li keluar dari kamar untuk bermain, dia takut nanti jika Lin Jia Li mengganggu konsentrasi Lin Tian, maka Lin Tian akan terluka.
satu Minggu berlalu semenjak Lin Tian masuk ke kalung binatang.
di dalam kalung binatang, Lin Tian masih menyalurkan energinya kepada telur tersebut, tapi belum ada tanda-tanda telur akan menetas.
Lin Tian menghela nafas dan membuka matanya, lalu dia menatap ke arah telur itu dengan pahit.
__ADS_1
" aku harus istirahat beberapa hari baru bisa melanjutkan lagi, napsu makan mu terlalu besar" ucap Lin Tian menggelengkan kepala.
Tak lama Lin Tian menutup mata lagi dan mencoba untuk pulih dalam beberapa hari itu.
Sedangkan di luar, semakin banyak para pemuda luar biasa dari seluruh benua yang datang ke kota langit, ada juga berbagai sekte telah datang ke kota langit juga untuk menemani para pemuda mereka dalam pertandingan dua Minggu lagi.
Sedangkan di kota langit semakin banyak orang disana, jadi petinggi sekte memerintahkan memperbanyak penjaga dan juga menertibkan orang-orang gang datang.
Sebelumnya karena banyak pemuda yang berdarah panas mudah tersinggung satu sama lain, hal itu mengakibatkan terjadi perkelahian disana.
Tapi berkat beberapa murid dalam yang bergabung dalam mengamankan kota, sudah mulai tertib dan keributan juga sudah mulai berkurang, walaupun masih ada yang masih tak mematuhi peraturan disana.
"Kamu tau ujian kali ini tidak seperti sebelumnya, bahkan sekarang apa ujian nanti masih menjadi rahasia sekte langit" ucap seorang pemuda.
"Iya, setauku sekte langit memang merahasiakan hal itu" ucap pemuda lain.
"Kita hanya bisa mempersiapkan diri untuk acara sebesar itu nanti, oiya kabarnya juga di hari itu juga akan di adakan acara kebesaran bagi anak tetua besar, kalau tidak salah namanya Lin Tian" ucap pemuda lain.
Yangain tentu tau akan hal sebesar itu, karena sekte langit sudah mengumumkan sebelumnya kepada dunia, jadi beberapa orang luar masih penasaran dengan Lin Tian ini.
Ada yang berfikir mungkin dia akan ikut dalam ujian kali ini, dan akan menjadi pemuda luar biasa selanjutnya.
Dan juga beberapa dari orang-orang yang baru datang ke kota langit juga mengatakan kalau Lin Tian adalah anak haram dari tetua besar sekte langit.
Sebenarnya banyak murid sekte langit yang marah akan gosip Lin Tian itu, tapi karena mereka sebagai tuan rumah acara besar antar benua, mereka hanya bisa menahan amarah mereka.
Para petinggi sekte langit juga tidak mengatakan apa-apa, seperti mereka tidak peduli dengan gosip di luar.
......................
Di tempat yang jauh dari benua tengah, di hutan yang sangat luas dan besar, di pohon ada seorang pemuda yang sedang berbaring malas di batangnya.
"hei, kalian terlamabat!" ucap pemuda yang memakai tombak ke arah dua pemuda yang baru datang.
"Ayolah kakak pertama, kami mempunyai kesibukan sendiri" ucap pemuda yang mempunyai panah di puggung.
Mereka adalah Bing Zhao, Long Aotian dan Su Kun, mereka berkumpul di hutan tersebut sesuai janji yang mereka buat sebelumnya saat kembali dari sekte.
__ADS_1
"Saudara apa yang kita lakukan disini?" tanya Long Aotian yang sudah menyamarkan wajah mereka.
Hal itu agar para musuh mereka tidak waspada terhadap sekte langit, dan agar mereka selalu berfikir kalau sekte mereka tidak melakukan apapun, terutama terhadap Yimo.
"Ada alam rahasia di hutan Raja ini, aku telah menyelidikinya itu juga berhubungan dengan salah satu jenderal Yimo" ucap Bing Zhao berdiri dengan serius.
Mendengar hal itu keduanya mulai serius, apa yang di katakan Bing Zhao membuat mereka sedikit berfikir tentang tindakan mereka nanti jika itu benar.
"Oh iya, dimana ketiga wanita cantik itu?" ucap Bing Zhao agak bingung, karena dia juga mengundang tiga wanita yang mana adalah Lu Fuying, Lu Lu dan Jiang Yi.
"Kak, sepertinya mereka juga sedang melakukan hal penting" ucap Su Kun.
"Ais..ketiga wanita itu terlalu senang mendapatkan Pill kecantikan dari Lin Tian, hal apa lagi yang ingin mereka lakukan?" ucap Bing Zhao agak mendesah.
Mereka berfikir kenapa adik kecil tidak membuatkan Pill ketampanan atau pemikat untuk memikat gadis-gadis bagi mereka.
"Baiklah, mari serius kita harus masuk ke sana, tapi juga harus berhati-hati dan tentu juga kabarnya disana banyak hartanya" ucap Bing Zhao dengan tersenyum lebar.
"Bagus, aku bisa bermain dengan gadis-gadis lagi,hahaha" ucap Su Kun bahagia.
Mereka bertiga tertawa, setelah itu mereka mulai memikirkan rencana mereka tentang masalah jenderal Yimo tersebut.
Akhirnya mereka bertiga memutuskan untuk pergi kesana walau pun itu belum pasti benar atau tidak.
"Ayo pergi, saudara ketiga kamu bagian mengawasi, awasi seluruh area di sekitar kita" perintah Bing Zhao.
"Baik, serahkan padaku" balas Su Kun.
"Bagus,Pi kecil aku serahkan padamu" ucap Bing Zhao ke tikus kecil yang ada di atas kepalanya.
"Pi!" ucap tikus itu menepuk dadanya.
Mereka mengangguk dan terbang ke tempat dimana alam rahasia itu berada.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...