
"Saudara Tian, kenapa kamu langsung menolak begitu saja?" tanya Fu Zi'er agak kaku.
"Menurut ku itu hanya lah pertemuan tidak ada yang special, maka nya aku menolak" jawab Lin Tian santai sambil meminum teh yang di mejanya.
"Aku kan belum menjelaskan untuk apa pertemuan besok" ucap Fu Zi'er yang masih agak kaku.
Dia bisa melihat kalau di wajah Lin Tian benar-benar tidak ada ketertarikan untuk perjamuan generasi muda besok, padahal yang datang besok adalah generasi muda yang kuat dari alam Selatan.
"Oh, apa yang menarik besok saudari Fu coba katakan?" ucap Lin Tian.
Fu Zi'er hanya bisa menghela nafas, untuk pertama kalinya dia bertemu dengan pria yang benar-benar secuek dan setenang Lin Tian, walaupun dia mengakui ke tampanan Lin Tian itu tidak bisa di bandingkan dengan para pria muda dari benua selatan.
Bahkan mungkin hanya beberapa pria saja yang dapat menyamai ketampanan Lin Tian ini, dia juga anehnya tak bisa marah walaupun telah di perlakukan Lin Tian seperti itu, yang padahal biasanya dia lah yang selalu memberikan sikap dingin dan mengacuhkan orang lain.
"Begini...." Fu Zi'er menjelaskan tentang masalah pertemuan generasi muda besok, dia mengatakan kalau akan ada pemuda dari beberapa sekte dan kerajaan termasuk sekte tingkat satu yang akan datang besok.
Serta akan ada beberapa pemuda dari keluarga besar kekaisaran api yang juga datang untuk menghadiri pertemuan itu, acara besok sebenarnya di adakan untuk melakukan beberapa pertukaran antar generasi muda.
Dan juga kabarnya sekte hitam telah mempunyai sebuah benda dewa yang akan di perlihatkan seminggu dari sekarang, jadi bisa di bilang pertemuan besok hanyalah acara pembukaan dan basa basi dari sekte hitam.
"Lalu benda dewa apa yang akan di perlihatkan oleh sekte hitam sampai mengundang begitu banyak orang penting kesini?" tanya Lin Tian bingung.
"Itu.. aku pun tidak tau, jika hanya benda dewa biasa maka mereka hanya akan membuat malu diri mereka serta akan membuat orang-orang itu marah" jawab Fu Zi'er.
Lin Tian terdiam di kursinya, sambil memikirkan sesuatu tentu Fu Zi'er tidak menganggu Lin Tian yang sedang diam itu.
"Lalu siapa perwakilan dari keluarga kekaisaran api sendiri?"tanya Lin Tian.
__ADS_1
Mendengar pertanyaan Lin Tian Fu Zi'er kaget dan tak dapat menjawab nya, karena dia tidak pernah berfikir tentang masalah akan ada perwakilan dari keluarga kekaisaran itu, bahkan Yang Mi'er yang mendengar pembicaraan mereka juga kaget dan baru ingat akan hal tersebut.
"Itu..."
"Tidak mungkin kan kekaisaran api tidak di undang? pasti akan ada perwakilan dari keluarga kekaisaran, apa nona Fu tidak pernah memikirkannya kesana?" ucap Lin Tian lagi.
Fu Zi'er menggelengkan kepala nya karena memang dia tak memikirkan sampai kesitu, melihat Fu Zi'er menggelengkan kepala Lin Tian tau wanita ini tidak memikirkan sampai kesana.
Bagaimana mungkin sekte hitam tidak mengundang kekaisaran api jika dia mengundang keluarga besar dari kekaisaran, dan juga menurut Lin Tian jika sekte hitam pun tak mengundang keluarga kekaisaran maka pasti akan tetap ada perwakilan dari mereka yang akan datang ke sekte hitam.
Dan dalam pemikiran Lin Tian agar tak membuat malu sekte hitam, dan membuat orang lain berfikir sekte mereka sombong pasti undangan itu akan di tujukan ke kekaisaran pertama kali jika memang sekte hitam ingin memamerkan benda dewa mereka.
Serta Lin Tian tau kalau sekte hitam pasti ingin menaikan status sekte mereka degan bantuan orang-orang yang mereka undang itu.
"Iya sudah, aku akan pergi besok karena saudari Fu mengundang ku" ucap Lin Tian yang telah memutuskan untuk pergi.
"Bagus, kalau begitu mari kita makan dulu karena makanan nya sudah datang" ucap Fu Zi'er menghilang kan malu nya dengan mengubah topik saat melihat pelayan membawa makanan untuk mereka.
"saudari Fu apa anda lupa sesuatu?" ucap Lin Tian dengan wajah tersenyum tenang.
"Oh, apa itu yang aku lupakan saudara tian yang aku lupakan?" tanya Fu Zi'er agak aneh.
"Setiap pertemuan seperti itu pasti akan ada undangan nya, nona Fu belum memberikan undangan untuk ku, apa nona Fu benar-benar berniat mengundangku?" ucap Lin Tian.
"Itu...aku lupa" ucap Fu Zi'er dengan wajah sangat malu, dia tak percaya Lin Tian akan berterus terang mengatakan hal itu di depannya tanpa sedikitpun perkataan yang lebih lembut.
Dia laku memberikan undangan yang tadi telah di berikan Yang Mi'er kepada dirinya dan langsung pergi meninggalkan Lin Tian di meja tersebut.
__ADS_1
"Wanita ini tidak terlalu pintar" ucap Lin Tian dalam hatinya sambil menggeleng kan kepalanya, dia menatap undangan yang ada di tangannya itu, senyum indah terlihat di wajah Lin Tian.
......................
"Huf.. apa laki-laki itu tidak mempunyai sedikit kelembutan?" ucap Fu Zi'er yang telah duduk di kamar bersama yang Mi'er.
Terlihat kalau Fu Zi'er agak kesal dengan sikap Lin Tian tadi kepada dirinya, dia tak menyangka bahkan Lin Tian tidak melirik dirinya sedikitpun malah memperlakukan dirinya dengan sikap yang acuh seperti itu.
"Hehehe, saudari Fu pria itu bukan kah cukup menarik?" ucap Yang Mi'er.
"Apanya? dia tidak memiliki selere humor sedikitpun!" bentak Fu Zi'er kesal.
"Iya, saudari juga memang benar" ucap Yang Mi'er, dia bisa melihat dari wajah Lin Tian tadi kalau benar Lin Tian tidak ada rasa ketertarikan terhadap Fu Zi'er bahkan pria itu seperti terlihat sudah biasa melihat wanita cantik, padahal Fu Zi'er adalah salah satu wanita tercantik di kekaisaran api.
"Huf... tapi mungkin jika itu saudari yang dia Tak akan bisa melepaskan matanya memandang mu" ucap Fu Zi'er kepada Yang Mi'er.
"Oh, itu belum tentu, pria seperti itu juga memiliki kesombongan tersendiri" balas Yang Mi'er dengan senyum, walaupun begitu di dalam hatinya tetap dia yakin kalau Lin Tian tidak akan bisa menolak kecantikan seperti dirinya.
"Saudari Yang jangan terlalu merendah, di kekaisaran bahkan di seluruh dunia dewa banyak pria yang sangat ingin menjadi pendamping saudari yang" balas Fu Zi'er.
"Iya, tapi bagiku mereka hanyalah badut" ucap Yang Mi'er dengan penuh senyum.
Fu Zi'er tidak menjawab dan hanya menggelengkan kepala, karena dia tau akhir dari setiap pria yang mendekati yang Mi'er, kalau tidak di hancurkan oleh yang Mi'er, pasti akan di pukuli habis-habisan oleh saudara laki-laki atau paman nya.
"Tapi aku ingin melihat apa sikap yang akan di tunjukan oleh Tian Lin besok di pertemuan, aku sangat menantikannya." ucap Yang Mi'er.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...