
Saat pria itu akan menyerang sesosok api muncul di depan para penjaga itu, dan melemparkan bola api ke arah pria tersebut.
BOOMMM....
Saat itu juga pria itu terpaksa mundur, dan saat dia melihat yang muncul adalah burung api yang sebesar tubuh manusia, dan juga ada Seekor naga yang tubuh nyandi tutupi oleh api.
Melihat burung dan naga yang muncul itu para penjaga tahu kalau keduanya adalah binatang peliharaan Kaisar, meskipun mereka tidak tahu kalau keduanya di anggap saudara oleh Lin Tian.
"He...? vermilion Bird dan juga api dewa? hebat.. jika aku menangkap mereka bukan kah aku bisa menjadi lebih kuat?" ucap pria muda itu menatap keduanya dengan mata yang bersinar.
Sebenarnya baik Api dewa naga dan Lin Niao tidak berniat ke sana, tapi jejak yang di tinggalkan oleh Bai kecil tepat ada disana jadi mau tidak mau mereka kesini untuk melihatnya.
Dan hasil yang mereka lihat adalah orang luar yang menyerang para penjaga yang telah di pilih oleh saudara mereka sendiri.
Tentunya dengan kecerdasan yang di miliki mereka berdua tidak akan membiarkan dua orang ini bertindak sesuka hati di tempat dimana Lin Tian berkuasa.
"ARRRRRRR...!"
Lin Niao terlihat marah memandang kedua orang itu.
"Paman tangkap mereka" ucap pria muda itu.
"Baiklah! keduanya memang berada di alam yang sama denganku tapi..." pria itu pun langsung menyerang Lin Niao dan Api dewa naga dengan cepat.
BOOMM...
BOOMM....
pertarungan disana pun tak terelakan dan bisa di lihat baik dewa api naga dan Lin Niao agak kesulitan karena memang mereka sangat jarang bertempur secara langsung.
Lin Niao juga bisa di bilang ini adalah pertarungan pertamanya, sedangkan api dewa naga tidak terlalu bisa bertarung karena sering berada di dalam tubuhin Tian dan setiap bertarung hanya mengikuti gerakan dan perintah Lin Tian.
BOOMM...
Keduanya terlempar cukup jauh meski tidak terlalu terluka, dan wajah pria yang bertarung dengan mereka terlihat snagat bahagia.
BOOMM...
"Cepat laporkan kembali ke istana! jangan biarkan milik kaisar kita di ambil orang lain" ucap salah satu penjaga disana.
Degan mengangguk salah satu dari mereka cepat pergi dan masuk ke dalam array yang tak jauh dari tempat itu untuk menuju ke istana.
__ADS_1
Sedangkan tak jauh dari sana dua sosok yang awal nya akan pergi terlihat kaget dengan pertarungan di langit.
Saat mereka berbalik keduanya melihat kalau Lin Niao dan Api dewa naga di serang habis-habisan oleh seorang pria, meskipun mereka berdua terlihat masih bisa bertahan jelas kalau itu tidak akan lama.
"Niao baru saja lahir dan tidak pernah Bertarung dan api dewa naga juga begitu" ucap naga kecil dengan wajah kusam memandang ke tempat dimana pertarungan berlangsung.
"Orang ini berani menyentuh saudara kecilku! lihat bagaimana aku akan membuat nya menyesal" ucap Bai kecil yang matanya sudah gelap.
Tidak ada tanda-tanda dia seperti kucing nakal lagi, tapi dia terlihat seperti kucing yang sangat marah karena sesuatu yang berharga yang dia punya di ambil oleh orang lain.
"Ayo kak! aku juga tidak suka kalau ada yang menggertak Lin Niao dan api kecil" ucap Naga kecil yang terlihat marah juga
"Iya!"
Swish...
Keduanya hilang dari tempat itu dengan wajah mereka penuh kemarahan, jelas mereka meski nakal tapi tidak akan pernah membiarkan orang lain kasar kepada suadara mereka sendiri.
BOOMM.
ARRRRRRRRRRR...
Lin Niao meminta api dewa naga pergi karena api dewa naga sedikit lebih lemah dari Lin Niao, tapi Api dewa naga menolak dan ingin bertarung bersama dengan Lin Niao.
BOOMM..
Tapi...
Saat pria itu akan menangkap keduanya dua sosok kecil muncul di depan mereka lalu memukul dengan tinju kecil mereka ke arha pria tersebut yang langsung tidak dapat menghindar lagi.
BOOMM...
"Ugh!"
Pria itu langsung muntah dara di tempat terkena pukulan dua kucing kecil itu, tuan muda itu pun kaget dengan melihat hal itu pamannya yang kuat dalam alam dewa surgawi terluka oleh dua kucing? bukan kah itu sangat aneh.
"Berani sekali kau menyentuh dua saudara kecil kami! apa kalian ingin mati!" ucap Bai kecil.
"Salam tuan kucing" ucap para penjaga saat melihat Bai kecil.
"Hm? ada apa ini? bisakah kalian mengatakan nya padaku?" ucap Bai kecil yang terlihat sudah serius.
__ADS_1
Sedangkan naga kecil juga hanya diam memandang pria yang baru saja keluar dari runtuhan tanah tersebut, pria itu pun juga langsung berdiri di samping tuan muda dari keluarga Chang itu.
Penjaga menceritakan awal kejadian kenapa semua ini terjadi setelah mendengar nya Bai kecil terlihat tersenyum.
Tapi senyum nya itu terlihat menakutkan bagi mereka yang melihatnya, dia pun berbalik dan dengan kejam memandang ke arah dua orang dari keluarga Chang itu.
"Membuat masalah di alam kehancuran ini apa kamu siap dengan konsekuensi nya?" ucap Bai kecil.
"Cih! hanya kucing berani berbicara seperti itu padaku! apa standar alam ekhancuran sudah mulai lemah? sampai-sampai bisa patuh pada kucing" ucap pria muda itu tanpa takut.
Bai kecil tidka bergerak dia hanya diam dengan penuh amarah kedua orang itu, pada akhirnya naga kecil kembali ke wujud naga kecilnya dan berkata kepada Bai kecil.
"Kak! aku akan memberi mereka pelajaran" ucap naga kecil dengan mata yang sudah penuh amarah.
"Boleh! jika ingin satu bunuh dan biarkan yang lain hidup tapi buat dia meyedihkan" ucap Bai kecil.
"Aku memiliki cara yang bagus untuk membuat mereka berdua lebih baik mati daripada hidup" ucap naga kecil dengan nada dingin.
"Hahaha.. naga kecil? bagus! kau akan jadi peliharaan ku juga" ucap pria itu.
Tapi sayangnya saat berikutnya setelah dia selesai berbicara, sosok naga kecil sudah menghilang dan muncul di depan pria muda itu.
"Awas tuan muda!" ucap pria itu maju dan melindungi pria muda itu.
BOOMM...
"Ugh!" dengan keras tulang tangan dan juga dada pria itu terasa sangat sakit karena pukulan naga kecil yang tiba-tiba itu.
Langsung prianmuda itu juga terserat jatuh ke tanah dengan sangat menyedihkan saat itu juga dengan hanya satu kali pukul dari naga kecil.
"Saatnya membakar!" ucap naga kecil, lalu api biru muncul di tangan naga kecil, dan lamgsung melemparkan ke sekeliling pria dan pria muda itu.
"Panas!" ucap keduanya serentak saat merasakan betapa panas saat di dekat api biru itum
"Ini baru permulaan, mari kita tingkat kan suhunya" ucap naga kecil dengan senyum kejam.
Melihat apa yang dilakukan Naga kecil para penjaga merinding, karena mereka tahu kalau api naga kecil bukan lah api biasa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...