
Nenek Oba menemukan Ru'er di hutan, dia secara tak sengaja saat menemukannya di saat sedang pergi mencari beberapa tanaman dan buah di hutan dekat desa.
Lalu dia membawa anak itu pulang untuk di rawat, sampai sekarang walau umurnya baru empat tahun tapi kecerdasan anak ini sudah cukup hebat dari anak lain yang seusianya.
Dia juga akan selalu menanyakan dimana ayah dan ibu nya kepada si nenek, nenek hanya selalu bisa menjawab kalau nanti ayah nya pasti akan datang untuk menjemput dirinya, maka dari itu saat dia melihat Lin Tian, berfikir kalau Lin Tian adalah ayahnya yang dia tunggu-tunggu selama ini.
Rencananya nenek Oba akan mulai menceritakan hal sebenarnya setelah Ru'er dewasa, karena dia yakin setelah Ru'er dewasa pasti akan lebih mengerti dari dia kecil sekarang, tapi ada rasa takut kalau Ru'er akan sangat kecewa di hati si nenek, hanya apa yang dapat dia lakukan dia hanya bisa menipu Ru'er agar anak itu selalu ceria dan tak terlalu tertekan.
Juga selama ini jika dia selesai bermain dari desa atau dia tak keluar rumah dia akan selalu duduk di pintu rumah dan melihat ke arah pintu dengan wajah penuh harapan.
Berharap kalau ayah dan ibunya datang menjemput dirinya, sampai sekarang kebiasaan itu selalu di lakukan oleh Ru'er.
Lin Tian yang mendengar hal itu sedih dengan apa yang di inginkan gadis kecil ini, dia berfikir lama sebelum memutuskan untuk menjadi ayah dari Ru'er.
"Baiklah nek, aku akan menjadi ayah angkat untuk Ru'er mulai sekarang," ucap Lin Tian
"terima kasih, aku akan pergi memasak dulu untuk makan malam" ucap si nenek pergi meninggalkan Lin Tian disana.
Lin Tian memandang gadis kecil yang tidur di pangkuan nya itu, dia merasa gadis ini cukup imut di saat dia sedang tidur.
"Huf...apa yang akan di fikirkan yun'er dan Xu'er jika mereka tau ini?" fikir Lin Tian dengan menggelengkan kepala.
Walau dia tidak tau apa yang akan terjadi nanti jika kedua wanita tau dia telah mengangkat seorang anak, tapi dia tetap memutuskan untuk menjaga gadis kecil ini, karena bisa di bilang nasib gadis kecil ini hampir mirip dengan dia di waktu kecil.
Di dunia dewa ini dia yakin lebih kejam dari pada dunia biru, dimana yang kuat akan berkuasa dan yang lemah hanya bisa menuruti mereka, walaupun ada peraturan yang melarang seorang kultivator untuk membunuh manusia biasa.
Tapi Lin Tian yakin masih ada kultivator yang masih membunuh manusia biasa dan memperbudak mereka, karena beberapa kultivator berfikir tidak ada masalah untuk membunuh manusia yang tak bisa menjadi kultivator.
"kak?" ucap Bai kecil yang muncul dan duduk di kepala Lin Tian, dia melihat gadis kecil yang tidur di pangkuan Lin Tian dengan penuh keanehan.
"Ada apa?" tanya Lin Tian.
"Kak, kamu yakin akan membawa gadis kecil ini?" tanya Bai kecil dengan serius.
Apa yang akan Lin Tian lakukan pastilah sangat berbahaya, dan penuh resiko jika dia membawa gadis kecil ini berarti bahwa bisa membuat gadis ini terlibat dengan apa yang akan Lin Tian lakukan, juga bisa membuat hidup gadis ini berubah.
Mungkin dia akan berada dalam bahaya, dan bahkan kematian akan lebih mungkin terjadi di dunia dewa ini, karena Lin Tian sekarang hanya lah seorang raja.
__ADS_1
Walau tujuan Lin Tian di dunia dewa juga untuk mencari orang tuanya, dia masih memiliki tanggung jawab lain yang di tugaskan oleh Kaisar langit kepada dia sendiri.
"Tidak masalah, aku bisa membuat dia tinggal di kalung binatang, dia bisa di rawat oleh Feng'er dan yang lain disana sementara aku berkeliaran di dunia dewa." jelas Lin Tian.
"Tapi.....!" Bai kecil masih memiliki beberapa keraguan dan kecemasan di hatinya, tapi melihat tekad kakaknya ini dia tidak melanjutkan kata-katanya tadum
"Baiklah kak, aku juga setuju" ucap Bai kecil pada akhirnya, walau memang Bai kecil sering nakal tapi dalam kecerdasaan dia lebih unggul dari Feng'er, Long kecil dan Gui kecil.
Maka dari itu Lin Tian sering meminta Bai kecil untuk membantunya dalam beberapa hal yang kadang tak dapat dia pecahkan sendirian.
"Terima kasih!" ucap Lin Tian kepada Bai kecil, dia tau apa yang di cemaskan Bai kecil terhadap dirinya tapi Lin Tian mempunyai beberapa hal yang membuat dia ingin membawa Ru'er dengannya.
"Uh!" si gadis kecil bangun dari tidurnya, dia mengusap-ngusap mata setelah itu dia memandang Lin Tian dengan mata kecil nya yang indah.
"Sudah bangun?" tanya Lin Tian lembut.
"Em, apa kamu ayahku?" tanya si gadis kecil itu pada Lin Tian dengan tangan gemetar.
Lin Tian melihat betapa ingin anak ini memiliki orang tua dia tersenyum, "iya, Ru'er bisa memanggil ku ayah mulai sekarang" ucap Lin Tian sambil mengelus kepala gadis kecil itu.
Gadis kecil itu sangat bahagia sampai melompat-lompat di depan Lin Tian, apa yang dia tunggu akhirnya terwujud, ayah yang telah lama dia harapkan sekarang sudah datang untuknya, tentu dia sangat bahagia.
Lin Tian hanya tersenyum melihat tingkah gadis kecil itu, bahkan Bai kecil sedikit melembut melihat anak kecil yang sangat bahagia itu.
"Sepertinya aku berfikir terlalu banyak kak" ucap Bai kecil ke Lin Tian.
"Kenapa kamu tiba-tiba mengatakan hal itu?" tanya Lin Tian bingung.
"Iya, kadang kalau kita bisa melihat senyum bahagia anak seperti ini, aku merasa ikut bahagia juga" ucap Bai kecil.
Lin Tian yang mendengar perkataan Bai kecil hanya tersenyum, memang dia juga bahagia bisa melihat senyum dan wajah penuh bahagia Ru'er, tapi yah dia tak menyangka kalau saat ini dia belum berumur dua puluh tahun sudah mempunyai anak perempuan.
"Ayah..ayah..." ucap si gadis memegang tangan Lin Tian dengan senyum dan mata kecil nya yang indah.
"Iya? kenapa?" tanya Lin Tian lembut.
"Apa ayah bisa pergi bermain dengan Ru'er?" tanya Ru'er.
__ADS_1
"Tentu, tapi tidak sekarang yah! besok ayah akan menemanimu" ucap Lin Tian menghelus kepala Ru'er kecil.
"Em!" gadis itu seperti mengerti dan mengangguk kepada Lin Tian.
"Nah, nama Ru'er adalah Lin Ru'er, Lin adalah nama keluarga kita, ingat yah" ucap Lin Tian menambahkan nama keluarga Lin kepada Ru'er.
"Em, namaku Lin Ru'er, nama ayah...em..?" si gadis bingug tidak tau nama Lin Tian, saat Lin Tian melihat betapa manisnya anak angkat nya ini saat bingung membuat dia tersenyum..
"Nama ayah adalah Lin Tian" kata Lin Tian dengan wajah penuh senyum.
"Em, nama ayah Lin Tian, nama ibu?" Lin Ru'er akhirnya menanyakan nama ibunya kepada Lin Tian.
Lin Tian langsung berkeringat dingin setelah mendengar pertanyaan dari anak angkatnya ini, dia hanya tersenyum lalu berkata.
"Nah, nanti kamu akan tau jika sudah bertemu dengan ibumu" balas Lin Tian.
"Em, ayah aku main dulu, boleh?" tanya Lin Ru'er, Lin Tian mengangguk setuju dan membiarkan gadis kecil itu bermain keluar dengan anak desa disana.
"Kak, aku akan mengikuti gadis itu, sekalian mencari beberapa informasi dari desa kecil ini" ucap Bai kecil.
"Em, kamu hari-hati lah!" ucap Lin Tian.
"Tenang saja, sebulan ini kekuatan ku sudah meningkat dan mencapai puncak abadi ilahi" ucap Bai kecil.
"Baiklah, aku akan tinggal disini untuk hari ini, besok baru aku akan jalan-jalan di desa ini" ucap Lin Tian.
Bai kecil lalu mengikuti Lin Ru'er pergi bermain di desa itu, Bai kecil tentu menahan kehadiran nya agar tak di ketahui oleh orang-orang di desa Suma.
Lin Tian yang masih berada di rumah nenek Oba duduk diam dan mencoba merasakan seluruh tubuhnya, apa ada perubahan atau tidaknya.
Setelah cukup lama memeriksa tidak ada perubahan yang berarti, hanya kekuatan jiwa Lin Tian meningkat sedikit dan juga tubuh nya juga telah di perkuat.
"Huf... besok mari mencoba melihat-lihat seluruh desa Suma, aku tidak tau pasti dimana berada walaupun ini di benua selatan" ucap Lin Tian memutuskan.
Walau nenek Oba mengatakan dia berada di benua selatan, tapi dimana tempat pastinya si nenek tidak tau karena dia tidak pernah keluar dari desa Suma.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...