
Di dunia dewa...
Akibat dari guncangan itu banyak ahli besar kaget dan juga sedikit cemas tapi saat mereka mengetahui bahwa itu berada di benua timur, kekhawatiran mereka sedikit berkurang karena mereka tau ahli terkuat dunia dewa berada di sana.
Di benua timur..
Swiss...
"Saudara Lin sudah lama!" ucap seorang pemuda tampan muncul tiba-tiba.
"Saudara Yang, kamu datang!" ucap Lin Dong dengan tersenyum, semua orang disana kaget akan kedatangan raja api dari kekaisaran api Yang Kai, sesaat keterkejutan mereka belum menghilang.
Ada sosok lain lagi yang tiba-tiba muncul di depan semua orang disana, aura yang hanya tampak biasa tapi dia terlihat sangat berwibawa.
"Hahaha.. sepertinya dua saudaraku disini, apa kita akan mabuk seperti biasa?" ucap suara pria muda yang baru muncul
"Salam kaisar api, salam Kaisar Chu" ucap mereka memberi hormat secara bersamaan..
"Tidak perlu terlalu sopan " ucap kaisar api Yang Kai dengan senyum.
Yang Kai dan Chu Xiao saling pandang lalu mereka melihat ke arah retakan yang ada di depan mereka, mereka sedikit terkejut.
"Saudara Lin ini?"
Lin Dong akhirnya menjelaskan apa yang terjadi di sini kepada mereka, dan kenapa dia juga ada disini, kedua nya mendengar itu agak terkejut, dan setelah beberapa saat ada senyum di wajah mereka.
Ketiga nya sudah seperti saudara tentu ada rasa senang bila Lin Dong benar-benar menemukan anak nya itu, apalagi saat Lin Tian lahir mereka juga hadir disana bersama istri-istri mereka.
"Suadara Lin, saudari ipar yakin lah keponakan pasti baik-baik saja" jelas Chu Xiao kepada Ying Huanhuan.
"Em!" jawab Ying Huanhuan dia hanya terus memandang retakan yang ada di depan dan tak mempedulikan keadaan di sekitarnya.
Yang Kai dan Chu Xiao yang melihat hal itu sedikit mendesah, mereka sdikit mengerti bagaimana perasaan ibu yang kehilangan anaknya selama hampir dua puluh tahun, walaupun mereka bukan wanita tapi mereka juga adalah seorang ayah tentu mereka memahami hal itu.
"Ibu Ying" ucap Lin Jing memegang tangan Ying Huanhuan, serta juga Ling Qingzhu juga memegang tangan lain Ying Huanhuan, ketiganya saling pandang dan kembali fokus ke retakan yang ada di depan mereka.
"Huf..." desah Lin Dong.
......................
"Hahaha... kamu akan mati disini, walaupun kami terluka parah setidaknya kami masih bisa menyembuhkan diri" ucap Dewa iblis api tertawa senang.
__ADS_1
"Kamu fikir sudah menang? maka nikmati lah ini dulu" ucap Lin Tian.
Dia menggores tangan dengan pedang es, lalu darah yang keluar dari tangan Lin Tian itu di teteskan ke pedang es.
Setelah itu darah Lin Tian tadi membeku disana, pedang es yang tadi nya biru bergabung dengan darah Lin Tian, di pedang itu seperti ada bintik-bintik merah darah di dalam pedang es itu.
"Teknik Es, empat binatang suci hancurkan!" ucap Lin Tian sambil mengangkat pedang es dengan tangan nya.
Roaaarrrr..
Empat binatang suci, naga, harimau, kura-kura dan Phoenix berbentuk es muncul di langit datas pedang Lin Tian, kelima dewa tersebut terkejut melihat hal itu, mereka tak percaya kalau pemuda ini sangat gila berani mengeluarkan teknik seperti itu.
"Kau gila! apa kamu ingin benar-benar mati?" ucap dewa jahat.
"Hm.. entah mungkin juga!" balas Lin Tian santai.
"Sial, kau gila.. keluargamu gila!" teriak marah dewa api iblis.
"Iya aku gila, maka terima lah" ucap Lin Tian, lalu ke empat binatang suci bergegas menuju ke tempat lima dewa tersebut.
Roaar...
"Masuk ke array sekarang.!" ucap dewa neraka terburu-buru, yang pertama menyerang adalah naga es.
BOOMM...
"Ugh!"
"Dewa jahat!" ucap dewa neraka, dia melihat dewa jahat adalah yang terakhir akan masuk tapi serangan itu sudah muncul di depannya akibat itu dia terkena serangan yang kuat.
"Sial, saudara kalian pergilah aku akan menahan serangan pria itu" ucap Dewa jahat, dia lalu berbalik dan melihat sisa tiga binatang suci es di sana.
Roaarrrr...
ARRRRRRR....
Kuuuuuuu....
Ketiga binatang es langsung menyerang dewa jahat, Lin Tian tidak peduli dengan apa yang terjadi dia hanya memandang dewa jahat dengan wajah dining seperti esnya.
"Sial!" teriak dewa neraka, dia menggunakan seluruh kekuatan yang tersisa menahan serangan tiu tapi...
__ADS_1
BOOMMMM.....
"Ugh!" dia batuk darah akibat ketiga makhluk itu, dan pada akhirnya dia tertelan habis oleh serangan sampai tubuh tak tersisa.
Teknik yang di gunakan Lin Tian, sebuah teknik yang tiba-tiba muncul di kepalanya, awal dia ragu tapi melihat keadaan yang sekarang, dia memutuskan untuk menggunakan teknik tersebut, memang teknik itu sangat kuat kemungkinan dewa seperti dewa jahat tidak akan bisa hidup jika kekuatan nya tidak pulih.
Ledakan keras terdengar dari dunia itu, dan juga ke empat dewa lainnya terkena dampak dari serangan kuat Lin Tian.
Mereka sangat marah karena salah satu dari mereka benar-benar mati, padahal sangat jarang seorang dewa seperti mereka benar-benar mati, tapi karena mereka sangat lemah jadi jika menemukan lawan seperti Lin Tian yang mengerti tentang dewa maka tentu kemungkinan mati ada seperti yang terjadi pada dewa jahat.
Di luar tempat ranah rahasia dunia dewa benua timur...
"Eh,? semua lari!" teriak Chu Xiao.
saat mereka mendengar teriakan Kaisar Chu semua orang disana pun bergegas menjauh dari sana, Lin Dong dan Yang Kai juga sudah menjauh membawa beberapa orang yang ada di dekat mereka.
BOOMM....
Ledakan keras terjadi disana, dan badai energi besar juga membuat beberapa orang yang lemah memuntahkan darah dari mulutnya.
Bahkan Ling Xu'er yang bersama ayah nya pun juga terkena dampak tersebut, dia sekarang yakin hal itu mungkin di lakukan oleh pria yang mengambil hal pertama dalam hidupnya.
Dia pun juga sudah keluar dari sekte kuil suci sejak dia di tarik paksa kembali ke dunia dewa, memang benar master sekte dan tetua lain langsung mengeluarkan dia dengan tidak hormat setelah mengetahui kesucian ia hilang.
"Itu?" ucap Lin Dong bingung sambil saling pandang degan Yang Kai dan Chu Xiao, mereka dapat melihat pusaran hitam di atas langit di tempat badai energi terjadi tadi, dan tak lama suara teriakan terdengar dari dalam sana.
"Ahg! penerus brengsek kau membunuh saudaraku, yakin lah dendam ini akan ku balas" ucap suara yang mengerikan di lubang hitam itu
Setelah beberapa nafas badai energi menghilang, mereka semua melihat sosok berambut biru serta berpakaian biru di arah badai energi menghilang, pemuda itu memegang pedang es di tangan kanan nya, yang mana pedang es itu aslinya milik dari permaisuri es.
Hal yang mereka lihat membuat semua orang disana kaget tak percaya, siapa pemuda berambut biru itu?, dan kenapa dia memegang pedang es di tangannya? fikir mereka.
"Kalau begitu aku akan membantu kalian sedikit" ucap Lin Tian dia mengayunkan pedang es itu lagi ke arah array teleport dewa neraka.
Slaash...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1