Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
474. Monster Beruang Yang Malang


__ADS_3

Bai kecil yang sedang asyik menikmati makanan nya tiba-tiba menerima pesan dari Feng'er, saat dia membaca pesan tersebut wajah Bai kecil berubah menjadi sangat jelek.


"Apakah mereka tidak tahu kalau dulu bahkan aku dan kaisar langit bersusah payah untuk menyegelnya, kalau bukan karena orang itu telah mengisap energi langit dan bumi maka aku pasti akan membunuhnya!" ucap Bai kecil dengan marah setelah melihat pesan itu.


Jelas kalau dia tidak menyangka kalau keturunan para dewa alam langit akan melakukan hal bodoh seperti itu, yang membuat dia ingin menghancurkan mereka semua.


Beruang besar itu sudah ketakutan saat melihat Bai kecil marah, jelas dia merasakan intimidasi dari aura Bai kecil dengan ketakutan dia mulai mundur selangkah demi selangkah karena takut menjadi bahan pukulan bagi Bai kecil.


"Sial, aku telah membuka kekuatan ku ke alam dewa tertinggi butuh waktu untuk sampai ke alam dewa langit!" ucap Bai kecil dengan wajah serius.


Bai kecil berfikir untuk sementara waktu sebelum wajah nya yang marah kembali tenang, dia menatap beruang besar yang mau kabur dari tempat dia itu dengan tatapan tajam.


"Mau kemana, cepat bakar lagi ikan untuk ku, atau kamu lebih suka jadi bahan pukulan ku atau mungkin kamu ingin jadi beruang bakar?" ucap Bai kecil dengan wajah galak.


mendengar apa yang di katakan Bai kecil Akhirnya si beruang dengan cepat langsung membakar lagi ikan untuk Bai kecil, karena dia yakin kalau dia di pukuli lagi oleh Bai kecil mungkin dia akan mati atau mungkin di jadikan beruang bakar.


"Sudahlah, hal ini mari fikirkan nanti nikmati lah waktu yang ada sekarang, jika ada waktu baru ceritakan kepada kakak, naga kegelapan cih! orang yang sangat merepotkan " ucap Bai kecil sambil tersenyum, lalu si beruang dengan gemetar menyuapi Bai kecil dengan lembut, jelas jika ada yang melihat kucin kecil yang di layani seperti itu entah bagaimana wajah mereka nantinya, apalagi yang melayani kucing itu adalah beruang di tingkat puncak kaisar.


......................


Di istana Ling...


Ying Huanhuan masih menemani Lin Tian yang sedang tidur di dalam kamar, entah dari semalam Lin Tian belum tidur tapi Ying Huanhuan dapat melihat kalau wajah Lin Tian sudah tenang dan ada senyum di wajahnya itu yang membuat hati nya bahagia.


Anaknya sangat tampan, dan juga memiliki kekuatan yang juga sangat kuat bahkan di antara generasi muda dunia dewa tidak mungkin ada yang bisa melawannya, tentu hanya para ahli yang sudah di alam dewa yang bisa bersaing dengan Lin Tian sekarang.


"Andai dulu aku tidak ceroboh, mungkin aku bisa melihat mu tumbuh nak!" desah Ying Huanhuan.

__ADS_1


Tok..tok..tok..


Tak lama seorang wanita masuk ke dalam kamar itu menggunakan cadar dan pakaian serba putih, melihat wanita yang masuk ke dalam kamar Ying Huanhuan tersenyum lembut ke arahnya.


"Xu'er kesini lah, an'er masih tidur dan belum bangun" ucap Ying Huanhuan.


Ling Xu'er hanya mengangguk dan melihat Lin Tian yang sedang tidur dengan wajah bahagia di atas kasur itu sambil memegang tangan Ying Huanhuan.


"Salam bibi Ying" ucap Ling Xu'er.


"Tidak perlu sopan, kamu adalah wanita anakku tentu kita juga adalah keluarga" ucap Ying Huanhuan.


Ling Xu'er sedikit malu, hal yang paling tidak dia sangka adalah bahwa Lin Tian benar-benar anak dari leluhur beladiri, dan lebih lagi sekarang banyak wanita di seluruh dunia dewa iri dengan dirinya yang beruntung bisa menjadi wanita dari Lin Tian.


Apalagi bisa di bilang Lin Tian di mata para wanita sangat lah sempurna,dari segi statusnya, kekuatan serta ketampanan nya, banyak laki-laki yang iri akan ketampanan dan kekuatan Lin Tian.


"Kenapa nak? apa ada masalah?" tanya Ying Huanhuan.


"Itu... sebenarnya bukan masalah besar bibi" desah Ying Huanhuan dengan nada agak berat.


"Oh, apa masalah nya itu?" tanya Ying Huanhuan.


Ling Xu'er menceritakan kalau semalam banyak barang atau hewan ternak warga yang menghilang, meski kerugian nya tidak cukup besar tapi hal itu membuat mereka resah apalagi ada beberapa restoran yang memasak monster iblis di sana juga kehilangan daging monster yang baru saja datang.


Hal itu sekarang membuat heboh di kota, dan Ling Xu'er ingin bertanya kepada Lin Tian jika dia bangun apa mungkin itu ulah Bai kecil, karena dari surat Mu Xuanyin mengatakan kalau Bai kecil itu sangat nakal.


Mendengar cerita Ling Xu'er mata Ying Huanhuan agak tidak percaya, karena dari apa yang dia lihat waktu Lin Tian mengamuk Bai kecil jelas adalah leluhur pendiri harimau puti untuk apa dia melakukan hal seperti mencuri.

__ADS_1


"Bibi, saudari Mu yang memberitahuku, mungkin jika saudari Mu tidak menulis surat padaku akau tidak akan tahu kalau Bai kecil adalah seekor harimau" ucap Ling Xu'er dengan lembut sambil mengeluarkan surat dari Mu Xuanyin.


Saat Ying Huanhuan membaca surat itu hatinya sangat melembut, ternyata di dunia tingkat tinggi anaknya masih memiliki wanita yang setia menunggu nya dan juga jelas kalau wanita itu sangat lah berhati baik dan juga tidak serakah.


Apalagi dari surat ini jelas dia sangat khawatir dengan Lin Tian yang bisa di bilang hampir kadang-kadang di tipu oleh Bai kecil, serta hal yang terjadi antara Lin Tian dan Ling Xu'er ternyata juga ulah dari Bai kecil.


"Aku tidak menyangka leluhur pendiri akan bersikap seperti itu" ucap Ying Huanhuan dengan wajah masih tidak percaya.


Awal nya Ling Xu'er juga sama seperti Ying Huanhuan, tapi setelah dia mencoba menanyai Bai kecil dengan berpura-pura marah dulu ternyata hal itu benar dan akibatnya dia benar-benar marah kepada Bai kecil serta langsung menghukum nya.


"Haaaaa!" Lin Tian yang dari malam tidur bangun dengan wajah yang jelas terlihat cukup bahagia, dia memandang dua wanita yang sedang duduk di tempat tidur nya.


"Ibu? apa ibu menjagaku dari semalam?" ucap Lin Tian sambil melihat ibunya dengan wajah lembut.


Mungkin semalam semua hal yang ingin dia katakan telah dia katakan jadi hatinya sudah bisa menerima Ying Huanhuan sebagai ibu kandungnya.


"Ibu tidak pernah menemani mu tidur, jadi semalam karena ibu ingin melihat wajah anak ibu saat tidur maka nya ibu menunggu mu disini, apalagi kamu terus memegang tangan ibu bukan?" ucap Ying Huanhuan sambil tersenyum lembut.


Dia sangat senang dengan Lin Tian yang telah menerima dia sebagai ibu kandung nya, jadi beban di hati Ying Huanhuan sudah lepas dan tidak ada lagi iblis di hatinya.


Lin Tian tersenyum melihat ibu kandung nya itu, tapi setelah beberapa waktu memandang Ying Huanhuan, Lin Tian mengarahkan pandangannya kepada Ling Xu'er jelas kalau wanita ini sangat khawatir dengan dia di waktu kehilangan kesadaran saat itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2