Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
638. Ibukota Kehancuran


__ADS_3

"Daripada Tukang maling yang selalu membuat kakak susah! bah...!" balas Naga kecil, lalu masuk ke dalam kantong binatang.


"Pih, kembali kau naga kecil sialan!" teriak Bai kecil kesal ke arah kantong binatang.


Saat dia akan melompat masuk ke dalam kantong biantang langsung tanpa fikir panjang Lin Tian menarik ekor Bai kecil dan mengunci kantong binatang.


"Hei.. tetap disini dan jangan membuat masalah" ucap Lin Tian dengan serius.


"Ba..baik kakak!" ucap Bai kecil agak takut melihat wajah serius Lin Tian, entah kenapa sejak mereka datang ke alam langit Lin Tian menjadi sedikit lebih tegas terhadap dirinya.


Tapi sebenarnya bukan itu masalah utama, itu di karenakan Lin Tian bingung jika kedua si kecil itu ribut di depan dia jadi itulah Lin Tian hanya bisa memasang wajah tegas di hadapan Bai kecil.


Tidak seperti Feng'er, dan dua istrinya kepada Bai kecil yang sanggup membuat kucing kecil itu mati ketakutan, iya bagaimana pun juga dulu dia yang membebaskan Bai kecil jadi wajar dia tak sanggup menghukum Bai kecil.


"Ais.. dua orang ini apakah benar-benar seperti air dan api? dua berandalan lagi" ucap Lin Tian tak berdaya saat melihat Bai kecil di kabin kapal.


"Tuan Lin?" ucap suara dari belakang Lin Tian.


"Oh, senior Gu dan nona Lan?" ucap Lin Tian sambil tersenyum.


"Itu adalah pelabuhan lahar yang biasa di gunakan kapal untuk berdermaga menuju ke ibukot kehancuran." ucap Lan jingyi.


Lin Tian hanya mengangguk melihat ke arah pelabuhan itu, wajah nya agak gelap saat merasakan ada beberapa orang disana dalam kegelapan sedang memperhatikan mereka.


Tentu hanya dia dan Bai kecil yang merasakan hal itu, baik Lan jingyi, ibu, adik serta tetua Zu yang telah pulih pun tidak akan dapat merasakan orang-orang itu di karenakan memang teknik mereka cukup bagus.


"Kak! perlu aku menyingkirkan mereka?" tanya Bai kecil sambil menguap setelah berdiri di atas kepala Lin Tian.


"Tidak, tunggu dan lihat dulu keadaannya" ucap Lin Tian.


Dia tidak perlu terburu-buru untuk mengurus orang-orang itu karena dia juga mempunyai rencana sendiri terhadap mereka.


Setelah kapal berlabuh Lin Tian dan yang lainnya turun dari kapal, tapi Lin Tian telah memakai topeng untuk menutupi wajah nya saat sebelum turun.


Jadi dengan ini dia bisa menyembunyikan wajah nya dari sekelompok orang yang mungkin dia lawan waktu di dunia dewa sebelumnya, dan apalagi dewa laut dan beberapa dewa penguasa masih masuk dalam daftar musuh Lin Tian.

__ADS_1


Jika dia di tangkap oleh salah satu dewa penguasa yang menjadi musuhnya tentu nasib dia sudah dapat di pastikan.


Swish...


"Hormat kami Nona besar, nona muda, tetua Zu dan tuan kecil!" ucap beberapa sosok yang muncul menggunakan pakaian serba putih.


Semuanya berlutut ke arah Lan jingyi jelas kalau mereka adalah pasukan dari keluarga Lan yang datang menyambut Lan Jingyi dan yang lain.


"Sepertinya informasi tentang kembali dirimu telah sampai di telinga ayahmu" ucap Lin Tian dengan tersenyum.


Sejak dia memakai topeng dengan pakaian hitam putih dia terlihat sangat misterius bagi orang-orang yang melihat dirinya.


Itu sengaja di lakukan Lin Tian juga, karena dengan ini dia dapat menghindar sementara waktu dari beberapa musuh yang masih tidak jelas itu.


"Tetua Zu yang menginformasikan ayah sebelum kita sampai ke pelabuhan" ucap Lan Jingyi.


Lin Tian mengangguk dia lalu hanya dengan tenang berdiri di belakang Lan jingyi dan yang lainnya seperti seorang penjaga.


"Baiklah, mari kembali ke rumah!" ucap Lan jingyi.


Di depan ada kereta yang sangat bagus dengan seekor kuda berkepala naga sebagai penarik nya.


Iya itu mungkin adalah binatang iblis kuda berdarah naga, dengan kekuatan di alam kaisar hal ini cukup membuat Lin Tian sedikit tertarik.


Iya tentu jika dia masih punya kalung binatang mungkin menarik memelihara kuda naga ini di dalam fikiran Lin Tian.


"Mari saudara Lin!" ucap Lan jingyi dengan hormat pada Lin Tian.


"Wanita duluan!" ucap Lin Tian sopan.


Lan Jingyi mengangguk lalu masuk bersama dengan ibu serta adiknya, sedangkan tetua Zu duduk di kursi depan yang mengendalikan kuda naga tersebut.


Saat setelah Lin Tian masuk semua penjaga dan orang sekitar merasa penasaran dengan identitas Lin Tian, saat berapa dari mereka menanyakan tentang Lin Tian kepada orang-orang yang ikut di kapal mereka hanya bisa bilang kalau dia orang yang sangat kuat.


"Dengan menggunakan kereta kuda naga ini kita bisa lebih nyaman untuk pergi ke ibukota" ucap Lan Jingyi.

__ADS_1


Lin Tian hanya mengangguk, mungkin bagi Lan Jingyi nyaman pergi ke ibukota dengan kereta ini tapi tidak untuk Lin Tian.


Dia telah merasakan beberapa aura yang bersembunyi dan menatap mereka sejak di pelabuhan tadi, dia yakin orang-orang itu sama dengan orang yang ingin membunuh Lan Jingyi serta ibu dan adiknya.


"Jadi ada berapa keluarga yang ada di kerajaan kehancuran ini?" tanya Lin Tian.


"Tuan Muda Lin setidaknya ada empat keluarga kerajaan dan beberapa keluarga bangsawan, Lima keluarga kerajaan atau yang paling berkuasa adalah Lan, Ju, Yan, Cu, Gu dan di tambah dengan keluarga kaisar sekarang bermarga San" ucap Gu Lia dengan serius.


"Hmmmm... San? bukan kah nama ini agak aneh?" ucap Lin Tian yang hampir tertawa mendengar nama keluarga kaisar


"Itu.. iya bagaimana lagi Keluarga San ini mengklaim kalau mereka adalah keturunan dari dewa kehancuran sebelumnya, dan juga awalnya kami tidak percaya tapi setelah melakukan test hasilnya.. " wajah Gu Lia agak aneh.


Bahkan keluarganya yang juga dalam lima keluarga kerajaan awal nya meragukan hal tersebut tapi kenyataan saat dia dan yang lain melakukan test dengan kaisar sekarang memang benar dia berasal dari keturunan dari dewa kehancuran


Lin Tian terdiam, sebenarnya dia juga meragukan kalau orang itu adalah keturunan dewa kehancuran karena menurutnya semua keturunan lima dewa penghianat telah di bawa ke dunia lain.


Dan jelas kalau kaisar langit juga telah mengutuk keturunan mereka tapi tiba-tiba ada keturunan dewa kehancuran yang tiba-tiba muncul disini, itu juga ke anehan lain bagi Lin Tian.


Dalam perjalanan menuju ke ibukota semua nya berjalan lancar, dalam setengah hari mereka pun sampai di gerbang ibukota kehancuran.


Semua penjaga gerbang dengan hormat berlutut saat melihat kereta kuda naga itu berjalan melewati gerbang utama ibukota kerajaan.


"Tuan muda Lin selamat datang di kerajaan kehancuran" ucap Gu Lia dengan senyum, Lin Tian hanya membalas dengan anggukan.


"Hehehe.. kakak laki-laki bisakah kamu nanti mengajari ku teknik pedang?" tanya Adik laki-laki Lan Jingyi.


"Tentu, jika aku punya waktu yah!" balas Lin Tian dengan senyum.


"Kalau Begi...."


"Berhenti!"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2