
BOOMM...
Para pengawal keluarga Fu yang berada di alam raja menyerang orang-orang yang muncul itu, Lin Tian yang telah melihat kalau semua orang yang bersembunyi sudah keluar dia melepas Fu Zi'er dan pergi menyerang seorang yang berada di alam abadi bumi disana.
BOOMM...
BOOMM...
"Sial, kalian telah membohongi kami!" teriak pemimpin dari sepuluh orang itu.
"Kamu saja yang bodoh!" balas salah satu pengawal keluarga Fu itu.
"Mundur!" teriak pemimpin orang itu kepada teman-teman nya, Lin Tian yang melihat itu tersenyum.
"Kalian fikir bisa kabur?" ucap Lin Tian, lalu Lin Tian menggerakan tangan nya membentuk sebuah segel misterius.
"Kunci!" ucap Lin Tian.
Swissh....
SWISSSS...
Cahaya mengurung orang-orang yang tadi akan menyerang perkemahan, mereka ketakutan dan tak percaya bahwa akan benar-benar terjebak disini.
"Sial! kami memiliki guru array tahap awal kalian pasti akan mati!" ucap salah satu dari mereka mengancam Lin Tian dan yang lain.
"Oh, maksud mu ini?" ucap Paman Zu yang muncul di langit sambil melempar kepala ke arah orang-orang itu.
"Apa? bagaimana bisa....!" ucap mereka serentak saat melihat kepala yang jatuh di depan mereka.
"Hahahaha.. kalian tanya saja ke dia di neraka!" ucap Paman Zu, dia lalu mengeluarkan pedang nya dan menyerang orang-orang Yang terjebak itu dengan niat membunuh.
Swiss..
Swiss...
__ADS_1
"Tidak..!"
BOOMM...
Seluruh sepuluh orang tadi yang terjebak terbunuh oleh tebasan dari paman Zu dengan mudah, di saat Fu Zi'er dan Fu Hu'er melihat hal itu wajah mereka masih penuh dengan kebingugan.
"Hahahaha... nak, aku tidak membuat mu kecewa kan?" tanya Paman Zu.
"Em, seperti yang di harapkan dari seorang yang berada di alam kaisar" puji Lin Tian.
"Hahaha... jangan merendah begitu, semua ini juga berkatmu!" ucap Paman Zu yang telah turun dan menepuk pundak Lin Tian.
Para pengawal itu juga mengangguk ke arah Lin Tian, jika Lin Tian tidak membantu mereka mungkin mereka sudah terjebak oleh guru array spritual dan mungkin beberapa dari mereka juga yang akan mati disini.
"Paman Zu ini?" Fu Zi'er masih bingun dengan apa yang terjadi disini, Lin Tian tak banyak berbicara lalu menyerahkan yang lainnya kepada Paman Zu, dia langsung meninggalkan tempat itu dan kembali beristirahat di pohon tempat dia tadi berada.
Sedangkan Paman Zu menceritakan semua hal yang terjadi kepada Fu Zi'er dan Fu Hu'er, setelah kedua nya mendengar apa yang terjadi awalnya mereka yang marah dengan Lin Tian, sekarang merasa sangat berterima kasih kepadanya.
Memang jika Lin Tian tak mengatakan akan ada penyergapan, dengan hanya bantuan dari guru array saja orang-orang ini pasti akan berhasil mengalahkan mereka jika sudah terjebak di formasi yang di buat oleh guru array.
"Hahaha.. jika aku memberitahu kalian maka rencana yang kami buat akan gagal" ucap Paman Zu, para pengawal itu juga mengangguk setuju dengan paman Zu
"Baiklah, kalau aku akan meminta maaf sekarang!" ucap Fu Hu'er kepada paman Zu.
"Jangan, besok saja pemuda itu pasti sedang beristirahat sekarang, dan juga pemuda itu bukan lah orang yang berhati sempit" ucap Paman Zu melarang mereka menemui Lin Tian sekarang.
Karena menurut dia Lin Tian pasti sedang beristirahat dan tidak akan mau di ganggu, juga menurutnya pemuda itu tidak akan mempermasalahkan hal sepele seperti tadi.
Pagi esoknya .....
"Huf... " Lin Tian menghela nafas dan membuka matanya, dia menatap langit yang sudah mulai menunjukan ke indahan nya itu.
"Kenapa kak?" ucap Bai kecil.
"Tidak, aku hanya berfikir kapan aku bisa membuka alam langit untuk mewujudkan permintaan terakhir guru" ucap Lin Tian kepada Bai kecil.
__ADS_1
"Aku yakin itu tidak akan lama kak, dengan kecepatan kultivasi mu, pasti akan terjadi lebih cepat" ucap Bai Kecil dengan santai
Lin Tian hanya mengangguk, pagi itu seperti biasa dia melatih gerakan pedang nya di bawah pohon itu, dengan wajah yang tenang dan setiap gerakan nya yang terlihat sangat indah bisa membuat semua orang yang melihatnya akan kagum dengan gerakan-gerakan santai nya itu.
Bahkan Fu Hu'er terpesona dengan gerakan Lin Tian, dia berfikir bukan hanya wajah pemuda ini yang sangat tampan dan tegas tapi gerakan pedang nya terlihat sangat indah.
"Hm?" Lin Tian tiba-tiba berhenti dan melihat ada seorang wanita cantik yang masih melamun ke arahnya, dia lalu memasukan pedang kembali ke dalam sarung pedang itu.
"Nona Fu kenapa anda disini?" tanya Lin Tian.
"Oh, tidak tuan Tian, kita akan mulai melakukan perjalanan lagi jadi aku memanggil mu disini karena semua orang sudah siap" jelas Fu Hu'er dengan wajah agak malu.
"Oh, kalau begitu ayo berangkat" jawab Lin Tian, tanpa menunggu Fu Hu'er berbicara lagi Lin Tian sudah berjalan ke arah kereta kuda.
Fu Hu'er yang melihat itu merasa aneh dengan pemuda ini, kenapa dia tak tergoda dengan kecantikan nya? padahal dia juga termasuk wanita yang cantik dan di kagumi di kekaisaran Api, tapi pada akhirnya dia mengikuti Lin Tian dari belakang menuju kereta kuda itu degan wajah agak kesal.
"Tuan Tian, anda telah datang silahkan masuk" ucap Fu Zi'er dari dalam kereta, Lin Tian hanya membalas dengan anggukan lalu masuk ke dalam kereta.
Dia hanya duduk diam di dalam kereta tak berbicara sedikit pun, baik itu tentang masalah tadi malam dia juga tak berbicara.
"Tuan Tian, terima kasih telah membantu kami tadi malam, si kecil ini benar-benar sangat berterima kasih" ucap Fu Zi'er kepada Lin Tian dengan wajah penuh senyum, memang dari pandang Lin Tian Fu Zi'er memang terlihat cantik tapi itu hanya cantik saja.
Jika di bandingkan dengan Mu Xuanyin dan Ling Xu'er Fu Zi'er bukan lah apa-apa, "tidak masalah aku juga sedang ikut dengan anda menuju kota terdekat anggap saja sebagai bantuan dari ku" ucap Lin Tian dengan wajah santai.
"Oh, kalau begitu terima kasih" balas Fu Zi'er dengan masih tersenyum.
Lin Tian hanya mengangguk dia lalu menutup matanya dan mulai berlatih lagi tanpa peduli dengan dua gadis itu, dalam perjalanan Lin Tian tidak ada berbicara dengan kedua gadis itu duluan kecuali dua gadis itu akan kadang-kadang menanyakan beberapa hal kepada Lin Tian, yang mana Lin Tian akan terpaksa untuk menjawab setiap pertanyaan mereka itu.
Kereta terus bergerak, dan tidak sadar kalau hari yang tadi nya pagi sudah mulai gelap, tapi mereka tidak berhenti seperti kemarin malam dan terus bergerak menuju kota.
Paginya mereka bisa melihat tembok kota yang sangat besar meski agak jauh dari mereka, Lin Tian yang melihat itu akhirnya tersenyum karena mulai sekarang perjalanan nya akan lebih menyenangkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...