Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
378. Kunjungan Empat Wanita


__ADS_3

Dua hari berlalu...


Berita kehancuran sekte hitam membuat seluruh benua selatan heboh, meski hanya sekte tingkat kedua, tapi untuk menghancurkan seluruh sekte dalam semalam di mata banyak ahli di sana sungguh keberanian yang luar biasa.


Banyak orang-orang yang penasaran dengan orang itu, apalagi meski sekte hitam telah melakukan hal kejam seperti itu tapi tetap sekte hitam berada di bawah kekaisaran api.


Dengan melakukan itu sama dengan tak menghormati kaisar api, tapi tak seperti yang di harapkan orang-orang kaisar api hanya mengeluarkan perintah membersih kan kekacauan yang ada di sekte hitam, dan memburu seluruh sisa-sisa dari sekte hitam, jika mereka menyerah tangkap jika melawan bunuh.


Setelah perintah di keluarkan tentu semua sekte dan keluarga besar mulai mengirim pasukan mereka untuk memburu sisa dari sekte hitam, tak ada yang berani untuk tidak mematuhi perintah dari kaisar api.


Di dalam kamar Lin Tian...


"Huf.!" Lin Tian menghembuskan nafas, lalu dia membuka matanya dengan tenang.


Tentang perintah yang di keluarkan oleh kaisar api, Lin Tian tidak terlalu peduli karena tujuan nya sudah selesai dan apa yang ingin di lakukan oleh kaisar api Lin Tian tak pernah peduli.


"Hm.. sebaiknya aku membawa Ru'er jalan-jalan hari ini, dia pasti bosan jika harus di dalam terus." fikir Lin Tian.


Tak lama Feng'er keluar dengan membawa gadis kecil di tangan nya, saat gadis itu melihat Lin Tian dia sangat bahagia dan langsug memeluk nya.


"Ayah...ayah.." panggil Lin Ru'er kepada Lin Tian.


"Iya? kenapa?" tanya Lin Tian dengan lembut.


"Ru'er bisa berkultivasi lihat..lihat " ucap gadis itu mencoba menyerap energi di sekitarnya.


"Oh...!" saat Lin Tian melihat apa yang di lakukan anak angkatnya itu, dia pun kaget karena dia belum ada memeriksa tubuh Lin Ru'er apa cocok untuk berlatih kultivas atau tidak nya, dia memandang Feng'er dengan wajah penuh penasaran.


"Aku hanya merasa kalau Ru'er bisa berlatih jadi aku mengajarkan nya sedikit kak" ucap Feng'er yang melihat wajah penasaran kakaknya itu.


"Apa kamu sudah memeriksa tubuhnya?" tanya Lin Tian.


"Em, aku mengetahui kalau Ru'er bagus dalam mengendalikan api walau tak memiliki tubuh api" ucap Feng'er dengan wajah serius.

__ADS_1


Mendengar itu Lin Tian sedikit berfikir, bisa dengan mudah mengendalikan api meski dia tak mempunyai tubuh api? bukan kah itu luar biasa, dia tersenyum dan menggosok kepala Ru'er dengan lembut.


Sambil memuji-muji gadis kecil itu dengan kata-kata manis, mendengar pujian dari Lin Tian tentu Lin Ru'er sangat bahagia.


"Baiklah, karena anak ayah bisa berlatih ayah akan mengajak nya jalan-jalan sekarang" ucap Lin Tian.


"Ye... jalan-jalan" ucap Lin Ru'er dengan bahagia, melihat anak angkatnya yang sangat bahagia itu Lin Tian tersenyum lembut sebelumnya dia masih sibuk dengan membalas dendam desa Suma sekarang karena semua sudah selesai.


Ada baiknya dia menghabiskan waktu dengan Lin Ru'er, Feng'er izin kembali untuk masuk ke kalung binatang, dia akan kembali berlatih di dalam dulu untuk sementara waktu.


Walau tak ada Feng'er yang menjaga Lin Ru'er di dalam kalung binatang, tapi monster di dalam masih ada yang menjaga nya dengan baik, kadang-kadang gadis itu akan bermain bersama beberapa monster iblis serta Qi kecil.


Tok..tok..tok..


""Saudara Tian, apa kamu di dalam?" ucap seorang yang memanggil dari luar kamar Lin Tian.


Mendengar suara itu Lin Tian tau kalau akan ada beberapa hal yang merepotkan akan terjadi, Bai kecil yang tertidur di tempat tidur di minta Lin Tian untuk bermain dengan Lin Ru'er sementara dia membuka pintu.


"Ada perlu apa Putri dan juga saudari Fu ke kamar ku?" tanya Lin Tian dengan tenang.


"Tidak kami hanya ingin mengunjungi saudara Tian saja, apa kami boleh masuk?" tanya Yang Mi'er kepada Lin Tian.


"Oh," Lin Tian agak ragu sejenak.


"Ayah..ayah... paman Bai tidur lagi!" ucap Lin Ru'er yang tiba-tiba menarik-narik Lin Tian.


"Ayah?" ucap para gadis itu serentak.


Melihat gadis kecil yang memanggil Lin Tian ayah itu membuat ke empat gadis cantik itu kaget dan penasaran, mereka memandang Lin Tian dengan wajah ingin tau, tapi Lin Tian yang melihat itu tau kalau empat wanita ini seperti akan mengintrogasi nya.


"Huf... masuk lah" ucap Lin Tian dengan berat, keempat gadis itu masuk dan duduk di kursi yang ada di kamar itu.


"Jadi ada apa kalian semua datang padaku?" tanya Lin Tian mencoba untuk membuat mereka tak menanyakan tentang Ru'er.

__ADS_1


"Apakah kamu tau tentang kehancuran sekte hitam?" tanya Yang Zhi kepada Lin Tian.


"Hm... tau tapi apa masalah nya dengan ku?" jawab Lin Tian santai.


"Tidak, hanya kamu terlihat terlalu santai saja, padahal kaisar api telah mengirim perintah keluar" ucap Yang Zhi lagi kepada Lin Tian.


"Iya apa urusan perintah kaisar api dengan ku? aku bukan bagian dari benua selatan" balas Lin Tian dengan senyum.


Mendengar jawaban tenang Lin Tian itu empat wanita tak bisa berkata apa-apa, biasanya jika perintah kaisar api telah keluar siapapun itu akan langsung pergi untuk melaksanakannya tapi pemuda di depan mereka bahkan tidak peduli dengan perintah kaisar api.


"Ayah.. ayah.. katanya mau jalan-jalan" ucap Lin Ru'er yang sudah agak kesal, dia menarik-narik Lin Tian menuntut janji Lin Tian tadi.


"Oh, baiklah sebentar lagi, ayah sedang mengobrol dengan bibi-bibi ini, tunggu sebentar yah." ucap Lin Tian kepada Lin Ru'er.


"Em!" Lin Ru'er lalu pergi ke tempat tidur dan menganggu Bai kecil yang tidur disana.


"apakah dia anak mu?" tanya Yang ZHI dengan wajah penasaran.


Lin Tian menggelengkan kepala, "Dia anak angkat ku, aku dan dia bertemu dengan beberapa kebetulan" balas Lin Tian.


"Owhh..." Yang Mi'er dan Fu Zi'er menjadi lega setelah mendengar itu, melihat dua gadis yang wajahnya kembali tenang itu membuat Yang Zhi menggelengkan kepalanya, dia tak menyangka dua wanita ini akan begitu perhatian dengan pemuda di depan nya ini.


"Ayah...ayah.. mana yang lebih cantik ibu di bandingkan bibi itu?" tanya Lin Ru'er secara tiba-tiba.


Lin Tian langsung kaget saat anak angkat nya menanyakan hal aneh seperti itu padanya, dan saat dia akan menjawab dia melihat ke empat wanita menatap nya dengan tatapan yang mungkin menakut kan.


Dia bisa merasakan kalau dia sedikit salah dalam berbicara, hidup nya akan sulit hari ini..


"Sial ini pasti ulah kucing itu lagi!" ucap Lin Tian dalam hatinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2