
"Ada benar juga apa yang kamu katakan" ucap Bing Ying.
"Iya,itu terserah mu nak! kami akan mendukung apa yang ingin kamu lakukan" ucap Bing Jin dengan tersenyum.
"Ingat lah,sekte ini keluargamu,apa yang akan kamu lakukan kami akan menanggung semuanya bersama mu,jadi lakukan semua yang ingin kamu lakukan, karena kami percaya padamu" jelas Bing Zhentian dengan tersenyum penuh kasih kepada Lin Tian.
Bagi mereka Lin Tian sudah seperti anak, karena selama ini mereka lah yang melatih dan yang paling sering bersama Lin Tian,dan mereka lebih jelas tentang sifat dan kelakuan Lin Tian selama ini.
"Terima kasih,aku tidak akan membuat malu leluhur dan sekte yang telah merawatku ini".ucap Lin Tian dengan pipinya sudah sedikita basah karena air mata sendiri.
"Em,kami pergilah,serahkan masalah raja Yimo dengan kami,dan juga kami percayakan tentang benda itu kepadamu, jangan biarkan orang lain mendapatkannya" ucap leluhur Bing Zhentian dengan serius.
"An'er mengerti,kalau begitu aku pamit" ucap Lin Tian memberi hormat kepada mereka.
"Iya pergilah"
Lin Tian mengangguk berbalik dan pergi meninggalkan mereka berlima di tempat itu,setelah Lin Tian pergi mereka saling pandang dan sedikit menghela nafas.
"Elemen es nya mungkin sangat sulit di kendalikan di dunia ini" ucap Bing Lao.
"Iya,hanya pergi ke dunia dewa dia dapat menemukan cara mengendalikannya" ucap Bing Zhentian.
"Tapi kalian tau,setelah dia mendapatkan benda itu juga dia tidak akan naik,pasti dia akan memastikan kita semua aman baru dia akan pergi dengan suka rela" ucap Bing Jin sedikit menghela nafas
Mereka semua juga tidak bisa berkata apa-apa,jika dunia biru ini sudah terhubung dengan dunia dewa maka Lin Tian bisa sepenuhnya meleburkan inti dari harimau putih yang adalah orang yang merawat dia sebelum mereka.
Tapi karena dunia mereka terkunci hal itu tidak mungkin,dan kemungkinan bahwa dia akan terus di serang oleh petir kesengsaraan sangat pasti,maka dari itu Lin Tian tidak memurnikan inti iblis dari ibu harimau nya dulu.
"Sudah ,aku besok akan pergi menemui paman Long bersama saudari ketiga, kalian tinggal di sekte,coba perhatikan gerak gerik mencurigakan seluruh orang nanti" ucap Bing Zhentian.
"Baik..!"
......................
Lin Tian berjalan keluar dari tempat leluhur tua,dia pergi menemui Bing Ming dan Bing Ye untuk memberikan penghormatan.
__ADS_1
Setelah itu saat dia sedang dalam perjalan menuju ke aula utama dia bertemu dengan tetua kedua yang baru selesai memberikan tempat tinggal untuk sekte es.
"Hm tetua aku tidak percaya kalau sekte kita baik hati memberikan tempat tinggal sementara untuk sekte es" ucap Lin Tian bercanda.
"Nak,bukan kah itu karena mu" ucap tetua kedua.
"Iya tapi apa tidak masalah? jika para sekte lain tau bahwa sekte es dapat tempat tinggal di sekte kita maka mereka akan cemburu" ucap Lin Tian.
"Tentu saja tidak masalah,apa kamu tidak tau sekte kita dan sekte es memiliki hubungan baik,aku bisa memberitahu mu rahasia kecil" ucap tetua kedua tiba-tiba memelankan suaranya.
"Apa itu?" tanya Lin Tian mendekat kan telinga nya ke tetua kedua saat terbang, dia tentu ingin tau alasan pasti kenapa sekte es bisa mendapatkan
"Dulu leluhur Bing Ye pernah menyukai salah satu tetua sekte es dulu saat di zaman leluhur Bing Ye." ucap tetua kedua.
"Eh!" Lin Tian hampir jatuh saat terbang setelah mendengar itu,dia tidak pernah menyangka kalau kakeknya Bing Ye mempunyai pengalaman cinta bersama leluhur sekte es.
"Lalu kenapa mereka tidak bersama?" tanya Lin tian bingung.
"Itu...tetua sekte es itu mati saat di laut kematian karena dia ingin menolong murid-muridnya saat itu" ucap tetua kedua sedikit menghela nafas.
"Sebenarnya tetua itu tidak ingin pergi kesana,tapi dia tidak ada pilihan karena sedang di kejar oleh beberapa orang misterius berjubah hitam saat itu,akibatnya dia masuk kedalam laut itu" ucap tetua kedua.
"Kenapa dia Kitakan mati?" tanya Lin Tian bingung.
"Karena bola jiwa nya hancur dan juga tubuhnya di temukan di pulau tidak jauh dari tempat berbahaya itu" ucap tetua kedua.
"Lalu apa yang di lakukan leluhur?"
tetua kedua menjelaskan apa yang terjadi saat itu,leluhur Bing Ye sendirian keluar mencari siapa mereka,begitu juga sekte es.
Bahkan leluhur Bing Ye juga memberi perintah kepada tim khusus untuk menyelidiki hal itu.
Di saat itu leluhur Bing Ye menemukan sebuah percakapan tentang tetua itu secara tidak sengaja dari salah satu seseorang di restoran yang sedang mabuk.
Lalu leluhur Bing Ye memaksa dia berbicara,dan dia tau kalau orang itu berasal dri sekte tingkat satu di benua Barat saat itu.
__ADS_1
Akhirnya leluhur pergi ke sekte itu menanyakan kenapa mereka melakukan hal itu,karena takut akan marah dari leluhur,pemimpin sekte tersebut menceritakan kenapa mereka memburu tetua sekte es.
Dan setelah tau bahwa mereka di perintahkan oleh salah satu tetua yang cemburu kepada dirinya,Leluhu mengamuk dan menghancurkan sekte itu.
Lalu dia mengamuk ke sekte es,dan memintak memberikan wanita yang menjebak tetua itu,tentu master sekte es ingin tau alasan nya,tapi setelah tau seluruh tetua disana sangat marah dan ingin membunuhnya tapi leluhur mereka memintak dia yang membunuh wanita itu.
Wanita itu pun tidak menyangka kalau leluhur Bing Ye memiliki rasa kepad tetua tersebut,penyesalan ya datang terakhir.
dia memohon agar mengampuni nyawanya tapi tentu leluhur tidak peduli, dia membunuhnya langsung di depan para tetua sekte es tanpa ada ampun.
Lalu sejak itu untuk penyesalan dari Bing Ye sekte mereka sangat dekat dan jarang ada perselisihan.
"Hm..aku tidak menyangka leluhur punya masalahku seperti itu." ucap Lin Tian agak sedih.
"Iya begitulah,ayo masuk,aku yakin mereka semua masih berdebat,jika di teruskan mungkin satu bulan ini tidak akan menghasilkan apapun" ucap tetua kedua.
"Em,mari paman kedua" ucap Lin Tian mengikuti di belakang tetua kedua.
Di dalam ruangan...
Seluruh tetua hadir di sana,dan mereka masih berdebat tentang rencana acara di satu bulan lagi,itu karena mereka lah pemimpin acara tersebut karena itu mereka juga harus berhati-hati agar tidak membuat sekte mereka malu.
Bahkan Bing Yang dan Lao Lu juga berdebat keras,termasuk Lin Hao, di saat Lin Tian masuk bersama tetua kedua.
dia tidak percaya mendengar betapa berisiknya tempat tersebut,bahkan dia yang biasanya tenang agak sakit kepala melihat hal itu.
"Benar-benar merepotkan bukan?" ucap tetua kedua ke arah Lin Tian.
"Iya,aku tidak menyangka bahkan hal sepeti ini akan terjadi di sini" balas Lin Tian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1