
Tak lama, banyak makam telah ada di desa Suma itu, semua nya adalah makam para penduduk desa yang telah mati di bantai oleh orang yang datang ke desa.
Beberapa jam telah berlalu sebelum seluruh warga desa di makam kan dengan layak disana, dengan di depan makam mereka adalah makam kepala desa dan nenek Oba.
Lin Tian berlutut di depan seluruh makam itu bersama monster iblis yang telah membantu nya menguburkan mayat warga desa Suma.
Bai kecil juga pertama kalinya duduk di tanah dan memandang banyak makam di depannya dengan wajah sedih.
Dia masih tak percaya hal buruk ini terjadi di desa Suma, dia merasa baru kemarin bermain dengan beberapa anak di desa dan juga di berikan beberapa makanan oleh penduduk dan nenek Oba di desa ini.
Begitu juga Lin Tian, dia merasa hari dimana kehidupan dia yang penuh dengan ketenangan, kebahagian dan juga ramah seperti baru terjadi kemarin menurut Lin Tian.
Wajah penduduk desa yang selalu tersenyum di hadapan nya, selalu berbagi makanan, tertawa bersama hal itu lah yang di ingat Lin Tian, dia ingin merasakan hal-hal yang telah berlalu itu.
Tapi itu tidak akan dapat kembali, semua kenangan telah terkubur bersama mayat warga desa Suma Disni.
Satu bulan penuh Lin Tian hanya berlutut di depan makam seluruh warga desa Suma, dia tak makan dan bergerak sedikit pun dari tempat dirinya berlutut itu.
"Bai kecil, ayo pergi!" ucap Lin Tian berdiri dengan wajah yang telah kembali tenang.
Tapi Bai kecil tau di balik wajah Lin Tian yang tenang itu terdapat ashura yang kejam telah siap membantai musuhnya, Bai kecil tak menjawab Lin Tian dan hanya melompat ke kepala Lin Tian dan duduk manis disana.
Lin Tian memasukan kembali mosnter iblis ke dalam kalung binatang dengan santainya, lalu memandang kembali ke makam warga desa Suma.
"Yakin lah, hal kejam ini akan ku balaskan untuk kalian, agar tak terjadi lagi hal seperti ini" ucap Lin Tian.
Lalu dia terbang ke langit dengan cepat menuju arah jurang Kematian, lalu dia tak berhenti disana dan masih langsung terbang dengan kecepatan yang sangat cepat menuju kota yang ada di dekat hutan itu, butuh tiga hari untuk sampai ke ujung hutan setelah jurang Kematian bagi Lin Tian.
Setelah melewati hutan, Lin Tian melihat ada beberapa orang yang sedang berjalan di bawahnya degan membawa sebuah kereta kuda.
__ADS_1
Lin Tian turun, dan berjalan ke arah kereta kuda tersebut, dia menghentikan kereta itu yang membuat pasukan penjaga kereta menjadi waspada.
"Maaf, aku hanya ingin menanyakan jalan saja!" ucap Lin Tian kepada para penjaga yang waspada terhadap dirinya itu.
"Apa? jalan apa?" ucap pemimpin penjaga.
"Itu..dimana kota terdekat dari sini, aku sepertinya tersesat" ucap Lin Tian dengan wajah polos.
Mendengar dan melihat sikap malu Lin Tian semua penjaga itu merasa aneh, kenapa orang ini bisa tersesat di hutan kecil ini? juga mereka tidak dapat merasakan kekuatan dari pemuda ini.
Padahal sebagian dari mereka adalah abadi bumi, dan beberapa dari mereka juga seorang raja, mereka tak bergerak dan masih waspada terhadap Lin Tian.
Lin Tian yang tak mendengar jawaban dari mereka itu merasa heran, apa dia benar semenakutkan itu sampai-sampai tak ada yang mau menjawab pertanyaan nya.
"Tuan, jika tak keberatan bagaimana jika kamu masuk ke kereta kecil ku ini, aku akan menjawab pertanyaan mu nanti! dan kebetulan kami akan menuju kota juga" ucap suara dari dalam kereta.
Lin Tian yang mendengar suara itu tau kalau di dalam kereta adalah seorang wanita, tapi entah kenapa wanita ini mau mengajak seorang yang tak dia kenal masuk ke keretanya, yang membuat Lin Tian menjadi sedikit bingung.
Mereka membuka jalan kepada Lin Tian, "Kak, hati-hati lah!" ucap Bai kecil, dia khawatir kalau ada jebakan di dalam kereta.
"Tidak masalah, jika memang mereka hanya penjahat, maka aku akan membunuh mereka" ucap Lin Tian tegas.
Walau sekarang dia hanya menampilkan kekuatan di alam abadi bumi tingkat puncak, karena dia telah menyembunyi kan kekuatan nya sebelum keluar dari dalam hutan.
Dia ingin mencari informasi tentang sekte hitam sebelum bertindak, untuk itu agar mereka tak waspada jadi Lin Tian juga menyembunyikan kekuatannya di dunia dewa.
Dunia dewa bukan lah tempat yang sama dengan dunia biru, disini pasti memiliki banyak kaisar yang kuat, yang belum mampu untuk Lin Tian lawan.
Saat dia masuk ke dalam kereta yang cukup besar itu, disana ada dua wanita yang telah menunggunya, wanita itu cukup cantik walau tak Se cantik Mu Xuanyin atau Ling Xu'er di mata Lin Tian.
__ADS_1
Lin Tian hanya tetap tenang dan tak tergoda oleh kecantikan wanita tersebut, juga kekuatan wanita ini berada di alam abadi bumi tingkat ke tujuh, membuat Lin Tian mengangguk kagum.
"Selamat datang di kereta si kecil ini tuan" ucap wanita cantik berpakaian merah.
"Iya, terima kasih telah mengundang saya, kalau boleh tau nama nona siapa?" tanya Lin Tian.
"Tidak sopan! bukan kah harusnya kamu memperkenalkan dirimu dulu!" ucap wanita di sebelah wanita berpakaian merah itu, Lin Tian yang melihat sikap tak sopan wanita itu mengerutkan kening dan menatap wanita tersebut dengan tajam.
Melihat tatapan Lin Tian, wanita di sebelah wanita berpakaian merah itu kaget dan merasa takut, dia bisa melihat tatapan Lin Tian seperti ingin membunuh dirinya saat itu juga.
"Hu'er tidak baik seperti itu!" tegur wanita berpakaian merah kepada wanita Hu'er.
"Maaf, aku kurang sopan!" ucap Hu'er.
"Huf..tidak masalah! aku yang salah, maaf, nama kua Tian Lin" ucap Lin Tian, entah kenapa sejak kejadian desa Suma dirinya sedikit berubah, Bai kecil juga melihat perubahan Lin Tian itu dia merasa Lin Tian lebih cepat marah dari biasanya, dan secara tak sengaja mengeluarkan sedikit hawa membunuhnya.
Tentu wanita berpakaian merah itu juga melihat saat tatapan Lin Tian di arahkan kepada Hu'er, dia bisa merasakan kalau Hu'er memarahi pemuda ini lagi mungkin dia akan membunuhnya disini.
"Oh, tuan Tian kah, nama gadis kecil ini Fu Zi'er, dan wanita ini adalah Fu Hu'er" ucap Fu Zi'er memperkenalkan dia dan pelayan nya.
"Oh, salam kenal Nona Fu." ucap Lin Tian.
"Iya, salam kenal, ngomong-ngomong tuan Tian, kamu ingin kemana?" tanya Fu Zi'er.
"Em,...aku ingin ke kota terdekat dulu, setelah itu aku akan memikirkan hal lain nya" ucap Lin Tian setelah berfikir sedikit.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...