
"Baiklah, aku bisa memberikan nya pada kalian, tapi berikan kepada ku barang yang setara" ucap Lin Tian yang terlihat kesal karena di desak terus.
Mendengar hal itu kedua tetua tersebut bahagia mereka dengan cepat mencoba mengeluarkan beberapa barang yang berharga seperti resep Pill kuno, serta bahan-bahan alkimia yang lumayan berharga.
Melihat semua barang yang ada di meja itu mata Lin Tian cerah dengan seribu kebahagian, tapi dia mencoba tenang dan berkata kepada keduanya kalau dia hanya akan mengambil empat dari sepuluh barang di atas meja.
Tentu dua tetua tersebut mengangguk setuju, mereka berfikir ternyata pemuda yang ada di depan mereka ini tidak terlalu serakah.
Lalu soal Lin Tian untu menjadi tetua kesembilan, Lin Tian bisa setuju selama kebebasan nya tidak di ganggu tentu tetua agung merasa senang dengan mau nya Lin Tian menjadi tetua kesembilan.
Dan dia juga berjanji kalau hanya untuk kebebasan Lin Tian tidak akan di ganggu, sebagai tetua besar di paviliun tidak perlu menghadiri acara-acara yang tidak perlu jika tidak ada masalah besar yang mendesak.
Mendegar hal itu Lin Tian mengangguk setuju, dia menerik token tetua dengan lambang paviliun alkimia serta ada karakter bertulis sembilan di token itu, jelas tetua agung ini sudah siap sebelum dia datang kesini.
Lin Tian hanya perlu meneteskan darah nya ke atas token maka token tersebut akan mengenali Lin Tian sebagai pemilik nya, dan token ini sangat berguna jika Lin Tian membutuhkan sesuatu dari setiap cabang paviliun alkimia di dunia dewa.
"Kamu hanya perlu untuk menghadiri acara pengangkatan mu di paviliun utama, jadi mungkin kamu harus mengikuti kami ke sana" ucap tetua agung dengan wajah gembira.
"Baiklah, tapi apa tidak mungkin untuk menyembunyikan hal ini dari dunia dewa? aku tidak suka menjadi pusat perhatian" jawab Lin Tian tenang.
"Untuk pengangkatan kamu tenang saja, hanya kita para tetua besar yang hadir disana aku bisa berjanji soal untuk agar status mu tetap rahasia dari dunia dewa" tegas tetua agung.
Lin Tian mengangguk, tapi yang tidak diketahui oleh dua tetua tersebut ada senyum aneh dari wajah Lin Tian yang tidak bisa di lihat oleh mereka.
Lin Tian berjanji setelah Qing Yu sembuh dia akan ikut bersama mereka, iya tentu sambil menunggu Qing Yu dia akan melelang beberapa pill nya.
Masalah lelang itu tetua kedelapan berjanji akan mengaturnya, karena paviliun alkimia mereka juga mempunyai rumah lelang di kota Ling ini.
__ADS_1
"Baiklah, mari kita mulai setelah selesai aku akan memberikan resep nya pada kalian" ucap Lin Tian dengan tenang.
Akhirnya di ruangan itu Lin Tian duduk di depan mereka berdua dan mulai pemurnian Pill tingkat raja, dia tidak akan membuat Pill kaisar karena harus melawan petir Pill.
Karena itu dia hanya akan membuat Pill raja yang hanya harus menahan serangan jiwa dari menghasilkan Pill itu, meski hanya Pill raja kedua orang tua itu agak menjauh dan duduk sambil melihat Lin Tian.
Ling Jun juga berada disana sambil memandang menantu nya itu dengan wajah penuh senyum, dia juga ingin melihat bagaimana Lin Tian membuat Pill.
Lin Tian mulai membuat Pill dengan langsug memasukan semua bahan yang ada ke dalam tungku Pill, yang membuat mata kedua orang tua itu melotot karena kaget.
"Anak ini berani memasukan semua bahan nya secara langsung, padahal baik aku, maupun master dan kaisar api tidak berani melakukan hal seperti itu, kadang kami hanya akan memasukan dua bahan saja tapi ini..." tetua agung melihat Lin Tian dengan wajah serius.
Pemuda ini memang memiliki masa depan yang luar biasa, tentu hal ini pasti berkah untuk paviliun mereka yang mempunyai tetua besar semuda Lin Tian.
Setelah beberapa waktu kedua tetua itu menatap Lin Tian yang telah hampir selesai membuat Pill, setelah Lin Tian selesai keduanya menutup mata dan mencerna hasil yang mereka dapat dari melihat proses pembuatan Pill Lin Tian.
"Paman ambil ini!" ucap Lin Tian sambil melempar botol yang berisi Pill tadi di buat olehnya.
"Eh? Pill apa ini nak?" tanya Ling Jun yang menangkap Pill tersebut.
"Bisa di bilang itu Pill untuk menghilang kan racun di tubuh paman, dan juga untuk memperkuat tubuh paman karena aku takut nanti paman kalah oleh bibi" ucap Lin Tian degan tersenyum.
Mendengar itu Ling Jun hampir jatuh, apa maksud nya dengan dia kalau dia akan kalah oleh istrinya? sedikit pemikiran terlintas di kepala Ling Jun, dia menatap Lin Tian dengan agak jelek.
"Jangan-jangan...?" Ling Jun mengetahui guna Pill yang ada di tangannya ini dengan mata cerah.
"Iya, aku sengaja membuat kan nya agar paman tidak kalah bagaimana?" tanya Lin Tian.
__ADS_1
"Mantap!" ucap Ling Jun dengan memberikan jempol kepada Lin Tian, hal yang dia cemaskan adalah saat Qing Yu kembali sehat berkat Pill Lin Tian dia takut akan menderita karena Lin Tian jelas telah memberitahu efek dari Pill yang dia berikan kepada istrinya itu.
Lin Tian mengangguk dia dan Ling Jun duduk di kursi yang mejanya cukup besar di ruangan itu, mereka menunggu kedua tetua itu selesai mencerna beberapa hal yang mereka dapat tadi.
Selang beberapa jam akhirnya dua pria itu bangun dengan wajah penuh senyum, mereka sangat puas dengan hasil yang mereka dapatkan ini sekarang.
"Huf, sepertinya aku akan mulai bisa mnuat Pill dewa tingkat menengah" ucap tetua agung.
Sedangkan tetua kedelapan jelas dia ingin memulai mencoba membuat Pill kaisar menengah tingkat tinggi, saat berdiri kedua nya saling pandang lalu berjalan mendekati Lin Tian yang asyik menikmati teh dan mengbrol bersama Ling Jun.
"Hahaha.. tetua kesembilan terima kasih, berkat kamu aku berhasil maju sedikit" ucap tetua agung kepada Lin Tian dengan wajah gembira.
"Oh, tidak masalah" ucap Lin Tian tenang, mereka berempat duduk bersama untik beberapa waktu.
"Nah, bagaimana dengan resep Pill jiwa?" tanya tetua kedelapan.
Lin Tian tersenyum melihat kedua orang yang sangat penasaran tentang apa resep Pill jiwanya itu, iya dia dengan santai mengeluarkan sebuah gulungan dan melemparkan nya kepada tetua kedelapan.
Melihat gulungan tersebut tetua kedelapan berencana membukanya sendiri, tapi gulungan itu langsung di rebut oleh tetua agung dan langsung di buka oleh nya.
Saat membaca semua bahan itu wajah tetua agung berubah agak jelek, dia memandang Lin Tian dengan wajah sedihnya.
"Tetua kesembilan kamu menipu kami?" tanya tetua agung dengan wajah sedih.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...