Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
731. Pertemuan Dewi Bunga Dan Bai kecil


__ADS_3

Sosok tampan dengan rambut putih muncul di depan Dewi bunga, wajahnya terlihat sangat marah memandang leluhur Chang.


Entah kenapa saat leluhur Chang melihat wajah menyeramkan Pria itu dia seperti pernah melihatnya, dan aura mengerikan dari pria ini dia seperti pernah merasakan nya dulu.


"Ka..kamu siapa?" ucap leluhur Chang dengan takut.


"Entahlah!" ucap Bai kecil dengan suara tenang tapi penuh niat membunuh.


Sebuah lubang hitam muncul di belakang leluhur Chang, lalu lubang hitam itu mengisap roh leluhur Chang secara perlahan.


"Aahhh! kamu kaisar harimau! tidak mungkin! kaisar harimau telah mati sejak ratusan juta tahun lalu". ucap leluhur Chang dengan gila, dia tidak menyangka kalau akan bertemu dengan orang yang bahkan lebih kuat dari kaisar langit.


Tak lama roh leluhur Chang langsung di telan tanpa sisa, jelas kalau sekarang dia benar-benar telah mati sepenuhnya.


Wanita bawahan Dewi bunga tercengang saat melihat Bai kecil, dia tidak pernah berfikir kalau kaisar harimau akan muncul di alam bunga tapi berkat kaisar harimau juga dia dan Dewi bunga selamat.


"Huf... aku tidak menyangka kalau orang ini masih hidup setelah meledakan dirinya" ucap Bai kecil sedikit menghela nafas.


Padahal dia datang kesini karena khawatir dengan Dewi bunga tapi dia tidak menyangka kalau kekhawatiran nya ternyata benar, untuk dia cepat datang kalau tidak mungkin hal buruk terjadi kepada Dewi bunga.


"Apa kamu...!"


Ying Hua atau Dewi bunga langsung memeluk Bai kecil saat dia berbalik, dan seketika Bai kecil terdiam mematung setelah di peluk oleh Ying Hua, Bai kecil lalu melihat Ying Hua yang memeluk sambil ada air mata jatuh ke wajah cantik nya itu.


"Huf... maafkan aku" ucap Bai kecil tahu akan kesalahan yang dia lakukan terhadap wanita nya ini.


Lain dengan Lin Feng'er yang selalu bersama nya sejak dia bereinkarnasi, sedangkan Dewi bunga sudah sangat lama dia tinggalkan jadi karena itu Bai kecil merasa sangat bersalah terhadap wanita nya yang satu ini.


"Tidak masalah, selama kamu baik-baik saja" ucap Dewi bunga dengan senyum di wajahnya walau air mata masih saja jatuh.


"Tenang saja aku tidak lagi meninggalkan kamu" ucap Bai kecil sambil menghapus air mata wanita cantik itu.


Dewi bunga mengangguk tersenyum kepada Bai kecil, dia sangat senang dengan kedatangan Bai kecil sekarang karena itulah hatinya yang rindu akan Bai kecil telah terobati.

__ADS_1


"Baiklah! mana tehnya? suami mu kembali tapi tidak ada teh disini, Ais.. wanita nakal" ucap Bai kecil mencoba membuat suasana menjadi lebih hidup.


"Eh! iya, Ji'er cepat ambilkan teh terbaik kita, aku akan melayani suami ku dulu" ucap Ying Hua agak kaku.


Mendengar perkataan kaku dari Dewi nya sendiri Ji'er yang di panggil Dewi bunga tadi pu hanya mengangguk, lalu dia juga langsung pergi setelah di perintah oleh Dewi bunga mengambil teh untuk Bai kecil.


Setelah itu Bai kecil dan Ying Hua pun duduk di meja halaman itu, sekarang dengan matinya leluhur Chang maka racun di tubuh Ying Hua juga telah hilang sepenuhnya.


"Suami? bukan kah kamu biasanya bersama saudaramu? kemana dia?" tanya Dewi bunga kepada Bai kecil.


"Dia sedang sibuk mengurus alam nya sendiri sekarang, sejak kami datang ke alam langit masih banyak hal yang belum bisa kami mengerti" ucap Bai kecil menghela nafas berat.


"Tentang apa?" tanya Dewi bunga.


Bai kecil lalu menceritakan beberapa pengalaman mereka sejak naik ke alam langit, setelah mendnegar itu Dewi bunga pun mengerutkan kening nya bisa di bilang Dewi bunga seperti mengetahui siapa orang yang melakukan itu semua.


"Apakah ada orang yang kamu curigai?" tanya Bai kecil.


Dewi bunga menggelengkan kepala, dia masih bingung dengan semua yang terjadi selama ini, dan jika ini benar maka alam langit pasti akan berada di dalam kehancuran lagi.


"Kamu... sakit!" ucap Dewi bunga sambil menyentuh hidung nya yang di cubit Bai kecil.


"Hahahah!" melihat betapa merah nya wajah Dewi bunga membuat Bai kecil tertawa bahagia.


"Sebenarnya aku punya seseorang yang aku curigai tapi... menurutku belum pasti dia" ucap Dewi bunga agak ragu.


"Ho... apakah mungkin itu dewa laut darah?" ucap Bai kecil dengan serius.


Mendengar perkataan Bai kecil wajah Dewi bunga kaget, padahal dia belum memberitahu Bai kecil tapi di sudah tahu siapa orang yang akan di curigai.


"Jangan kaget! aku, dan kakakku memang merasakan hal yang sama saat dewa laut darah mengaku dirinya seorang kaisar lamgit, aku sudah curiga saat itu juga!" ucap Bai kecil.


Menurutnya mana mungkin dewa laut akan begitu sombong mengatakan dirinya adalah kaisar langit dan terlebih orang itu juga dulu tidak berani untuk berbicara bahkan menatap Bai kecil.

__ADS_1


Tapi anehnya tiba-tiba orang itu menjadi berani dan bahkan menjadi salah satu dewa penguasa terkuat di alam langit, di tambah dengan cerita dari makhluk laut dulu saat dia dan Lin Tian masih di dunia dewa memperkuat kecurigaannya terhadap orang ini.


"Iya! mungkin suami tahu kalau selama ini dewa laut sangat ingin membuka dunia dewa, tidak bisa di bilang pembatas tapi formasi yang telah di pasang oleh kaisar langit" ucap Dewi bunga dengan wajah serius.


Bai kecil diam, dia seperti merasa kalau dunia dewa mungkin memiliki sesuatu yang barharga dan kemungkinan karena itu lah orang ini snagat ingin ke dunia dewa.


Atau mungkin ada senjata kuat berada disana yang dapat membuat mereka mencapai kekuatan itu, Tapi bagaimana pun ini hanya teori dia yang melihat dari pandangan yang berbeda.


"Hm...kalau memang begitu mari ku bantu kamu menyelesaikan masalah disini dulu" ucap Bai kecil dengan senyum.


"Bagaimana caranya?" tanya Dewi bunga.


Bai kecil tersenyum lalu dia berubah menjadi seekor kucing putih yang imut, melihat keimutan dari kucing di depannya membuat Dewi bunga langsung memeluk Bai kecil.


"istriku sayang, bisakah kamu memluk nya pelan-pelan? aku bisa mati" ucap Bai kecil yang nafasnya sesak karena dua harta berharga Ying Hua.


"Eh? maaf suamiku" ucap Dewi bunga Malu.


"Tidak masalah! aku akan menggunakan wujud ini untuk jalan-jalan di alam bunga" ucap Lin Tian kepada Dewi bunga.


"Em! tapi kamu harus kembali dengan cepat" ucap Dewi bunga dengan wajah sedih.


Mendengar itu Bai kecil tersenyum, dia lalu memberikan kotak berisi Pill pemberian dari Lin Tian sebelumnya.


Saat melihat Pill itu wajah Dewi bunga sangat senang, dia langsung menyimpan kotak itu ke dalam cincin spacial nya.


"Baiklah kamu tunggu di rumah, aku akan kembali!" ucap Bai kecil.


"Em; hati-hati" balas Dewi bunga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2