
"Em, aku akan menuruti mu" balas Ling Xu'er dengan lembut.
Setelah itu mereka sampai di puncak yang besar, dan dari sana mereka tidak terbang dan hanya berjalan menuju puncak nya karena di puncak ini mereka tidak bisa terbang di karenakan formasi yang ada di puncak.
Setelah beberapa waktu berjalan ke puncak disana terlihat pemandangan yang sangat indah membuat Lin Tian takjub akan hal-hal yang ada disana.
"Ini tempat ayah dan ibu kita tinggal, iya biasanya juga tempat berkumpul keluarga kita" ucap Lin Jing sambil menjelaskan tempat itu.
"Kakak, lalu kamu tinggal dimana?" tanya Lin Tian bingung melihat Lin Jing.
"Aku? aku memiliki puncak sendiri, itu di sebelah puncak ini adalah tempatku tinggal" ucap Lin Jing sambil tersenyum dan menunuk ke arah lain dari puncak.
"Oh, baiklah" ucap Lin Tian sambil mengangguk.
Lalu dia berjalan bersama dengan kedua wanita sampai melihat kalau ada dua ibu dan ayah serta dua paman nya sedang duduk dan meminum teh disana.
Hal itu membuat Lin Tian tersenyum bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan seluruh keluarganya sendiri, dan seorang gadis kecil juga berlari saat melihat Lin Tian yang sedang menuju ke arahnya.
Tapi saat Lin Tian akan mengulurkan tangannya meraih gadis itu malah gadis itu berlari dan di gendong oleh Ling Xu'er.
"Ibu, kenapa lama sekali?" ucap gadis itu pada Ling Xu'er dengan agak kesal.
"Ibu menjemput ayahmu, kenapa kamu memeluk ibu bukan ayahmu?" tanya Ling Xu'er dengan lembut.
"Ayah? hm... ayah sudah sering dulu aku hanya ingin di pelukan ibu sekarang" balas Lin Ru'er sambil memeluk leher Ling Xu'er.
Mendengar hal itu mulut Lin Tian berkedut dan semua orang disana tertawa sambil menatap Lin Tian yang terdiam.
"Hei, Ru'er sekarang kamu benar tidak menginginkan ayah mu lagi setelah memiliki ibu yah? baik lah ayah akan cari anak baru lahi" ucap Lin Tian berpura-pura kesal dan berjalan pergi.
"A..ayah.. Ru'er bercanda jangan cari anak baru, ugh! ru'er salah" balas gadis kecil yang imut itu tampak sedih mendengat Lin Tian akan pergi mencari anak baru lagi.
"Benarkah? ayah tidak melihat wajah mu menyesal" ucap Lin Tian mendekat ke arah Lin Ru'er.
__ADS_1
Akhirnya Lin Ru'er mencium pipi Lin Tian dan berkata, "Maafkan Ru'er ayah!" ucap gadis itu sambil menatap Lin Tian dengan wajah sedih.
"Ah, sial kenapa keponakan ku sangat imut" ucap Bai kecil di kepala Lin Tian saat menatap Lin Ru'er yang terlihat imut itu.
"Iya meski imut jangan sekali-kali kamu ajarkan sifat mu padanya!" tegas Ling Xu'er menatap Bai kecil.
"Ehem, ayolah kakak ipar aku ini kucing baik, dan juga sangat ramah lingkungan, bukan begitu Ru'er kecil?" ucap Bai kecul kepada Lin Ru'er.
"Em, paman Bai yang paling baik dan imut" balas gadis kecil yang tidak tahu apa-apa itu.
"Lihat kan? keponakan ku sendiri yang berbicara" ucap Bai kecil ke arah Ling Xu'er.
"Sama sekali tidak!" ucap para wanita yang ada disana, bahkan Ling Qingzhu dan Ying Huanhuan ikut menjawab.
"Eh? kenapa kalian para wanita membenci ku?" tanya Bai kecil bingung.
"Bukan membenci mu tapi kami sudah tahu sedikit akal licikmu" balas Ling Xu'er.
Lalu dia dan seluruh keluarganya makan dan mengbrol disana untuk sementara waktu, terlihat kalau mereka sangat bahagia karena ini lah pertama kali keluarga mereka berkumpul dengan lengkap.
"Oiya, an'er ibu akan ikut bersama mu ke dunia biru" ucap Ying Huanhuan sambil tersenyum.
"Eh? ibu bukannya kekuatanmu terlalu kuat untuk disana? aku saja hanya bisa menekan dan menyembunyikan kekuatan ku ke tingkat raja saat turun ke dunia biru" ucap Lin Tian kaget melihat kalau ibu nya akan ikut bersama dirinya.
"Tenang saja, kamu fikir kami ini tidak memiliki cara?" ucap Ling Qingzhu sambil tersenyum.
"Eh,? ibu Qingzhu ikut juga?" ucap Lin Tian lagi dengan kaget.
"Tentu saja wajar jika kedua ibu mu ingin melihat tempat kamu di besarkan bukan?" balas Ying Huanhuan.
Lin Tian mengangguk, ternyata kedua ibu nya memiliki teknik yang juga dapat menekan kekuatan mereka ke tingkat yang di inginkan juga.
Iya wajar saja semua keluarganya juga berasal dari alam langit, bahkan mungkin kedua pamannya juga seorang dari alam langit juga, karena itu lah Lin Tian memandang kedua paman nya dengan wajah penasaran.
__ADS_1
"Jangan memandang ku, aku memang berasal dari alam langit sama dengan ayah mu, dulu paman juga seorang dewa penguasa meski tidak sekuat ayahmu" ucap Lin Diao yang sudah tahu apa yang ada di fikiran Lin Tian.
"eh? lalu dewa penguasa yang mana kah paman?" tanya Lin Tian.
"Paman dulu di sebu sebagai dewa Devour atau pelahap dan paman Xiao mu disebut sebagai dewa bencana" jawab Lin Diao sambil tersenyum.
"Eh? bukan kah itu termasuk dalam salah satu dari delapan kekuatan ku dan ayah?" tanya Lin Tian bingung.
Lalu Lin Dong menjelaskan kalau hal itu memang termasuk kedalam elemen mereka tapi berbeda karena Lin Diao dan Lin Xiao mendapatkan kekuatan mereka murni karena mereka menguasainya.
Dan juga sebenarnya kedua paman nya memiliki darah dari salah satu binatang suci yang sangat kuat, contohnya Lin Xiao memiliki kekuatan dari harimau bersayap dua, dan meski dia lebih rendah dari Bai kecil dalam hal darah keturunan tapi tetap saja dia sangat kuat dari dewa lainnya.
Sedangkan Lin Diao berasal dari suku binatang suci Musang bersayap empat, dan dia adalah keturunan berdarah murni, tapi di karenakan beberapa hal baik dia dan Lin Xiao hidup dulu bersama Lin Dong dan berenkarnasi setelah tahu kalau Lin Dong berenkarnasi.
"Hm...ayah ada sesuatu yang ingin ku katakan Dengan ayah tentang perasaan dan kegelisahan ku" ucap Lin Tian dengan agak aneh.
"Katakan lah an'er? kenapa kamu gelisah?" tanya Lin Dong.
Lin Tian menggelengkan kepala nya, dia tidak tahu tapi sudah beberapa hari ini perasan tidak enak dan kegelisahaan di hatinya membuat dia sedikit tidak tenang dna hal itu pun baru saja terjadi sekarang yang membuat dia sedikit tidak enak.
Mendengar hal itu wajah Lin Dong menjadi lebih serius dia meminta Lin Tian mendekat ke arahnya lalu meletakan dua jarinya ke dahi Lin Tian.
Setelah beberapa saat Lin Dong melepaskan tangannya dan menghela nafas menatap anaknya itu.
"Nak, kamu harus segera kembali ke dunia biru, hal yang terjadi itu karena ada kekacauan disana" ucap Lin Dong dengan agak lemah.
"Apa?" Lin Tian langsung kaget dan wajah nya seketika berubah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1