
Di suatu tempat yang gelap dan penuh energi aneh...
"Apa yang terjadi? kenapa aku tidak bisa merasakan bumi lagi!" teriak seorang pria dengan wajah marah.
Di bawahnya ada beberapa orang yang sedang berlutut dengan ketakutan saat melihat pria itu marah, jelas mereka takut kalau akan di hukum berat oleh nya.
"Sial, aku tidak menyangka kalau pintu satu-satunya untuk mengambil energi di bumi untuk menggabungkan nya dengan energi dewa ku malah gagal" ucap pria itu dengan marah.
Dia adalah dewa api iblis, sebelumnya dia berencana untuk pergi ke bumi untuk mengambil energi disana agar bisa menggabungkan dengan energi dewa di tubuhnya.
Dengan itu dia akan lebih kuat serta jika dia pergi ke alam langit dia memiliki modal untuk mengalahkan para dewa sejati disana, bahkan rencana nya setelah dia mendapatkan energi di bumi dia akan pergi membunuh Lin Tian.
Tapi rencana nya gagal karena beberapa hal, iya tentu itu adalah apa yang terjadi kepada Lin Tian di sebelumnya dimana Lin Tian lah yang malah masuk ke bumi.
"Sial..sial....sial... Lin Tian aku pasti akan membunuhmu!" teriak Dewa api iblis dengan sangat marah.
Meski bumi hanya memiliki energi yang tipis tapi bagi para dewa energi yang di hasilkan oleh bumi itu cukup special, hal yang paling menarik dari energi di bumi adanya energi yang di tinggalkan oleh kaisar langit disana.
Tapi sayang nya itu semua di dapat oleh Lin Tian, jika dewa api iblis mengetahui kalau Lin Tian lah yang mendapatkan nya maka mungkin dia akan muntah darah karena marah.
......................
Di dalam goa..
Lin Tian telah berada disana selama dua hari, sehari sebelumnya dia membuat beberapa Pill yang akan dia jual dan hari ini dia sudah berencana membuat Pill untuk ibu Ling Xu'er.
Sebenarnya dia melakukan itu untuk membiasakan dirinya dalam membuat Pill tingkat raja, dan sekarang dia berencana membuat Pill tingkat kaisar untuk Qing Yu jadi tentu dia harus bersiap untuk itu.
Karena dia hanya mempunyai satu kesempatan, serta di saat dia membuat Pill kaisar maka pasti petir sembilan naga emas akan menyerangnya sebagai tanda kalau Pill tersebut adalah Pill kaisar.
__ADS_1
"Baiklah, mari mulai semoga tidak ada kecelakaan yang terjadi" ucap Lin Tian dengan wajah serius.
Dia pun memulai untuk membuat Pill tingkat kaisar di dalam goa tersebut, sedangkan Bai kecil baru kembali dari bersenang-senang di istana serta di kota dan tidak lupa akibat perbuatannya sudah banyak warga di kota merasa aneh dan juga mereka mulai berhati-hati akan barang mereka yang akan hilang.
"Hu.. sangat menyenangkan mari kita kembali kepada kakak" ucap Bai kecil dengan wajah santai dan ceria yang dia tunjukan dalam wajah kucing nya.
Meong...
Bai kecil pun masuk ke dalam kamar Ling Xu'er untuk bertemu dengan Lin Tian, tapi sayang nya yang dia temukan bukan lah Lin Tian tapi Ling Xu'er yang sedang berlatih disana.
Saat Ling Xu'er mendengar suara kucing dia membuka matanya dan menatap Bai kecil dengan senyum lembut, dia lalu menggerakan tangannya seperti sedang memanggil Bai kecil.
"Huhu... kakak ipar ku yang satu ini terlihat lebih baik dari kakak ipar Mu Xuanyin" ucap Bai kecil saat dia sedang membayangkan betapa kejamnya hukuman Mu Xuanyin untuk dirinya dulu.
"Kemarilah Bai kecil" ucap Ling Xu'er dengan nada lembut, Bai kecil yang berlura-pura menjadi kucing itu pun langsung mendekat ke Ling Xu'er tanpa curiga apapun..
Meong...
"Ugh!" Bai kecil terasa tercekik saat tangan Ling Xu'er dengan kejam menangkap lehernya kecil nya itu.
"Jadi Bai kecil, katakan padaku kamu ingin merasakan apa untuk hukuman mu?" tanya Ling Xu'er dengan nada yang lebih dingin.
Melihat wajah Ling Xu'er yang dingin itu, Bai kecil jadi berkeringat dingin dia berfikir apa mungkin Ling Xu'er tahu siapa dirinya? tapi itu tidak mungkin karena dia tidak pernah memperlihatkan atau berbicara padaing Xu'er.
Serta kakaknya tidak akan mungkin memberitahu Ling Xu'er, tentang siapa dirinya sebenarnya kepada orang lain tapi hal yang ada di depan dia sekarang....
Meong...
Bai kecil masih berpura-pura polos seperti seekor kucing kecil putih yang imut, sayangnya apa yang di lakukan Bai kecil itu tidak ada gunanya wajah Ling Xu'er bahkan lebih dingin dari sebelum nya yang membuat Bai kecil ketakutan.
__ADS_1
"Bicara atau..." Ling Xu'er mengeluarkan kandang besar yang di dalam berisi sepuluh lebih kucing betina yang beragam warnanya, saat Bai kecil melihat kucing yang ada di dalam kandang semua badannya bergetar ketakutan.
"Moeng..
"Jangan berpura-pura lagi Saudari Mu telah memberitahu ku tentang siapa kamu dan juga memberitahu ku siapa yang membuat aku dan Lin Tian bisa melakukan hal itu dulu" ucap Ling Xu'er dengan dingin.
"Itu.. kakak ipar aku melakukan yang terbaik untuk menyelamatkan mu waktu itu" ucap Bai kecil dengan cemas dan tidak peduli lagi kalau dia akan ketauan oleh Ling Xu'er.
"Oh, akhirnya kamu bicara!" ucap Ling Xu'er dengan nada dinginnya, tapi Bai kecil tahu semakin dingin wajah Ling Xu'er maka semakin marah dia itu berbalik dengan Mu Xuanyin yang akan semakin lembut terlihat wajah dan nada bicara nya maka semakin kejam dia.
"Kakak, bisakah kamu memaafkan ku kamu juga sudah mendapatkan kakak ku jadi bukan kah itu sudah bagus apalagi dia adalah laki-laki terbaik yang pernah ada" ucap Bai kecil mencoba untuk menyelamatkan dirinya.
"Oh, jadi jika ada lagi wanita lain kamu akan melakukan hal seperti itu lagi untuk priaku?" tanya Ling Xu'er dengan tatapan dinginnya.
"Te..tentu aku akan melihat wanitanya bagaimana dulu" jawab Bai kecil secara alami, tapi saat dia sadar apa yang dia katakan dengan dua tangan/kaki kecil nya dia menutup mulut nya karena merasa betapa bodoh nya dia.
"Bagu, kalau begitu aku ingin membantu mu juga, di sini ada beberapa kucing betina yang kesepian jadi cobalah temani mereka sampai Lin Tian keluar dari pengasingannya" ucap Ling Xu'er sambil menempelkan jimat yang ada di dalam surta Mu Xuanyin itu kepada Bai kecil.
Setelah itu dia melemparkan Bai kecil ke dalam kandang besar yang penuh dengan kucing betina tersebut, Bai kecil yang berada di dalam kandang itu berteriak ketakutan dan meminta ampun kepada Ling Xu'er.
Tapi Ling Xu'er tidak peduli dengan teriakan Bai kecil, sedangkan di dalam kandang Bai kecil telah di siksa tanpa ampun oleh kucing-kucing betina yang haus akan hasrat itu.
"Dimana kakak ipar mendapatkan kucing betina sebanyak ini" fikir Bai kecil yang sudah hampir mati lemah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1