Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
631. Kecemasan Lan Jingyi


__ADS_3

Leher kapten bajak laut itu di patahkan oleh pria bertopeng ynag tiba-tiba muncul di depan kapten tersebut.


Lalu dengan santai dia juga langsung menghancurkan seluruh tubuh kapten bajak laut itu menjadi debu dengan pedang energi.


Melihat pria bertopeng itu, pemimpin di kapal bajak laut berpakaian putih sangat marah menggertakan gigi memandang pria bertopeng tersebut.


"Ho... jangan menatap ku begitu! kalian telah cukup lama lari jadi terima nasib kalian dan mati disini!" ucap pria bertopeng itu.


Mendengar hal itu semua orang-orang berpakaian putih dengan marah menatap pria bertopeng itu, mereka tentu tahu siapa orang-orang ini dan untuk apa mereka memburu kapal ini.


"Apa kamu fikir dengan membunuh kami dan menangkap nona besar akan membuat sisi kalian menang? mimpi!" teriak pria yang memimpin tersebut.


"Haha...tugasku bukan menangkap tapi membunuh semuanya, meski kalian tahu aku siapa tapi tetap kalian tak bisa berbuat apa-apa sekarang!" balas pria bertopeng itu.


"Sial! serang!" teriak tetua berpakaian putih tersebut.


"Serang mereka jangan sisakan satupun yang hidup!" ucap pria bertopeng itu.


BOOMM...


BOOMM..


Di laut pertempuran berlangsung dengan keras, semuanya adalah alam dewa tingkat rendah dan dua orang dewa tingkat menengah tahap rendah sedang bertarung di langit dengan keras.


BOOMM...


"Hahaha.. salah satu dari lima tetua memang kuat, sayangnya kamu sedang terkena racun jadi tidak bisa mengalahkan ku!" ucap pria bertopeng tersebut dengan bangga.


"Cukup untuk membuat mu mati!" balas tetua tersebut.


BOOMM..


"Haaa... pertempuran keluarga, aku tidak akan ikut dengan masalah ini! ayo pergi!" ucap Lin Tian santai.


Tapi Wajah Lan Jingyi terlihat sangat cemas dan juga marah memandang pria berpakaian hitam tersebut, Lin Tian hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat wanita ini.


"Hu.. di dalam sepertinya ada dua orang yang saling berpelukan" ucap Lin Tian.


"Apa? apakah mereka perempuan atau laki-laki?" tanya Lan Jingyi cemas mendekatkan wajah nya ke wajah Lin Tian.


"Anak kecil seorang pria dan satu lagi wanita yang cukup cantik" balas Lin Tian santai.


"Sial!" ucap wanita itu terbang menuju kapal tanpa melihat lagi ke arah Lin Tian.


Melihat wanita yang cemas itu Lin Tian hanya diam dan tak bergerak dari tempat nya berdiri, dia hanya memandang gadis itu yang pergi menuju kapal tersebut.


"Nah kakak, Bagaimana sekarang?" tanya Bai kecil dengan tersenyum.


"Mari kita lihat dulu" balas Lin Tian santai tapi melihat ke suatu arah tertentu.

__ADS_1


"Iya, tapi dengan kekuatan wanita ini, dia belum tentu bisa selamat di tambah pria di alam dewa ilahi tingkat menengah itu meski menang juga akan terluka parah karena dari awal dia telah terluka" ucap Bai kecil dengan santai.


Lin Tian tidak menjawab, dia tentu tahu akan semua yang di katakan Bai kecil karena memang dari awal pria di alam dewa tingkat menengah ini pasti akan menang dengan pria bertopeng tersebut.


Tapi dia telah terluka oleh racun, jadieski menang tetap kemenangan yang menyedihkan apalagi masih banyak bawahan orang bertopeng itu.


"Sudah lah, kita lihat dulu!" ucap Lin Tian berdiri di langit sambil tangan di belakang.


BOOMM...


"Ugh!" tetua berpakaian putih tersebut terlempar menjauh dari pria bertoepng itu.


Tapi pria bertopeng itu juga terlihat terlempar serta terluka juga akibat pertarungan dia dengan tetua di depan nya itu.


"Hehehe... aku tidak menyangka kamu masih tetap kuat meski telah di racuni!" ucap pria bertopeng.


"Jangan harap menyentuh nona besar dan tuan kecil kami!" ucap tetua tersebut dengan keras kepala.


"Hahaha... terima pedangku! pedang Kehancuran!" teriak pria bertopeng.


"Pedang Semesta!" teriak tetua yang juga menggunakan seni beladirinya melawan seni beladiri pria bertopeng tersebut.


BOOMM....


Ledakan dua serangan di udara membuat goncangan besar di laut, membuat kapal oleh ke kiri dan ke kanan.


BOOMM...


Tentu nasib pria bertopeng juga lebih buruk, karena dia juga terluka parah meski masih bertahan.


"Hahaha...Kamu tidak bisa membunuh ku tetua kedua" ucap pria tersebut memandang tetua kedua itu.


"Kalau begitu aku akan membunuh mu!" ucap suara lembut di belakang pria bertopeng.


"Siapa?"


Swish...


Pria bertopeng itu di tusuk tepat di jangtung oleh Lan Jingyi yang muncul di belakang pria bertopeng tersebut, dengan mata tidak percaya pria bertopeng memandang Lan Jingyi dengan wajah tidak percaya.


Dia Mati oleh alam dewa ilahi tingkat rendah, dan di tusuk dari belakang sungguh kematian yang menyedihkan.


Tapi sayangnya itu tidak akan berubah, matanya mulai redup dan Lan Jingyi langsung menghancurkan tubuh pria itu menjadi berkeping-keping.


"Nona muda?" ucap tetua kedua memandang wanita berpakaian pria di langit.


"Paman Zu apa kamu baik-baik saja?" tanya Lan Jingyi muncul dan membantu tetua tersebut.


"Iya aku baik-baik saja, akhirnya kami menemukan anda nona muda" ucap tetua Zu itu dengan bahagia.

__ADS_1


"Paman Zu mari kita selesaikan amsalah disini, apa ibu dan adikku di kapal?" tanya Lan Jingyi.


"Iya, nona besar dan tuan kecil yang khawatir dengan keadaan anda kabur secara sembunyi dari rumah untuk mencari anda tapi..." wajah Tetua Zu sedikit jelek saat memandang pertempuran di dekat kapal tersebut.


"Aku mengerti, mari selesaikan yang lain dulu" balas Lan Jingyi.


Tetua Zu mengangguk dan bergerak ke arah dekat kapal untuk menyerang para pria bertopeng yang lain.


"Bos telah mati, bagaimana?" tanya salah satu pria bertopeng.


"Bunuh saja!" jawab yang lain.


Semua orang bertopeng mengangguk dan mulai membantai dengan gila, melihat orang-orang ini yang tidak berhenti meski bos mereka telah mati membuat Lan Jingyi mengerutkan kening.


Sebuah cahaya datang ke arah Lan Jingyi, jelas kalau serangan itu cukup kuat untuk melukai Lan Jingyi.


"Awas Nona muda!" ucap tetua Zu yang muncul dan melindungi Lan Jingyi dari depan.


BOOMM..


"Ugh!" Tetua Zu terlempar keras ke kapal dengan memuntahkam darah.


"Paman Zu?" ucap Lan Jingyi yang juga terluka dengan dampak serangan tiba-tiba itu.


"Hoo... ternyata kali ini aku bisa membunuh semua anggota keluarga orang itu" ucap sesosk yang tiba-tiba muncul di langit.


Sosok itu memandang Lan Jingyi dengan wajah penuh hinaan dan juga seperti melihat semut.


"Kamu? bagaimana mungkin itu kami" wajah Lan Jingyi dengan marah.


Tapi pria yang muncul tidak peduli dengan teriakan Lan Jingyi, sebuah bola gelap dengan energi yang luar biasa muncul di tangan pria itu.


Jelas kekuatan nya di alam dewa tingkat menengah tahap rendah juga tapi lebih kuat dari pria bertopeng sebelumnya.


"Mati!' ucap Pria tersebut melemparkan bola gelap itu ke arah Lan Jingyi.


Melihat itu wajah Lan Jingyi menjadi cemas dan secara reflek langsung mencoba menahan dengan kekuatan api.


Crackk..


"Apakah Aku?" wajah Lan Jingyi sangat sedih melihat serangan yang datang padanya itu, meski bisa di tahan tapi jelas kalau itu hanya sementara.


BOOMM...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2