
Setelah selesai dengan empat pemimpin suku laut Lin Tian pergi menemui ayah nya yang sedang menunggu dirinya.
"Apa yang kamu bicarakan sehingga begitu lama?" tanya Lin Dong.
"Tidak ada, aku hanya ingin tahu beberapa hal mengenai suku laut ayah" ucap Lin Tian sambil berjalan melalui array teleport ke sekte seni beladiri.
Dan setelah itu mereka langsung sampai di sekte seni beladiri, keduanya langsung berjalan ke aula besar untuk langsung mengadakan pertemuan membahas pertandingan satu bulan lagi.
"Oh! kamu bilang ingin tahu beberapa suku laut? apakah kamu ingin menambah istri lagi?" tanya Lin Dong sambil mencoba menggoda Lin Tian.
"Hei.. ayah, apakah kamu ingin aku di gantung oleh ibu? dan juga dua menantu mu pasti akan melarang ku ke kamarnya jika aku melakukan hal itu" ucap Lin Tian sambil tersenyum masam.
"Hahaha... kamu benar, ibu mu dan juga menantuku memang sangat keras terhadap mu tapi nak! jangan mau kalah dengan wanita jika mereka salah, kita boleh kadang bersikap lemah tapi jika istri kita salah jangan di biarkan karena tugas suami adalah memimpin" ucap Lin Dong sambil menasehati Lin Tian.
"Aku mengerti ayah, baik dan buruk nya istri kita juga tergantung bagaimana perlakuan kita terhadap mereka bukan?" ucap Lin Tian.
Lin Dong mengangguk lalu mereka masuk dan pertemuan antar petinggi sekte seni beladiri di mulai, mereka langsung memilih beberapa murid berprestasi untuk menjadi perwakilan sekte seni beladiri.
Hal itu mendapat persetujuan dari Lin Dong jadi pertemuan itu berjalan dengan lancar, dan selesai setelah malam.
Lin Tian berpisah dengan ayah nya dan kembali ke kamar nya, bisa di bilang kamar Mu Xuanyin atau Ling Xu'er juga karena mereka berhak jika ingin tidur disana sebagai istri Lin Tian.
"Aku tidak tahu apakah aku bisa menjadi pemimpin yang baik nantinya tapi jika aku ingin melindungi orang-orang yang aku sayangi maka kekuatan di perlukan" ucap Lin Tian menggenggam tangannya dengan erat.
Dia menutup matanya dan hari itu sampai hari di Mulainya pertandingan generasi muda Lin Tian tidak keluar dari kamarnya, dia juga mengubah waktu di dalam kamarnya dengan satu bulan di luar sama dengan seratus tahun di dalam kamar nya.
Saat dia membuka matanya wajah Lin Tian tersenyum puas sambil dengan kuat menggenggam tangan nya, dia bisa merasakan seratus tahun di dalam perbedaan waktu ini kekuatannya meningkat sangat cepat.
Itu pun karena tiga energi yang telah menyatu di dalam dirinya, maka dari itu dia dengan mudah mengisap energi yang ada di dunia dewa.
__ADS_1
"Hm..? sudah waktunya, apakah aku terlambat ke pertandingan itu?" fikir Lin Tian dengan sedikit merenung.
Dia berdiri lalu langsung keluar dari kamar nya untuk menemui ayahnya, sayang sebelum dia sampai di tempat ayahnya dia mendapatkan kabar kalau ayah nya sudah pergi dari pagi tadi dan ada pesan kalau Lin Dong meminta Lin Tian setelah keluar dari pengasingan nya agar langsung menuju tempat pertandingan di mulai.
Karena tanpa ada dia maka pertandingan tidak akan di mulai, Lin Tian langsung menuju array teleport untuk pergi ke tempat pertandingan di kekaisaran Chu.
"Iya...aku ingin sedikit melihat bagaimana generasi muda dunia dewa sekarang, semoga mereka tidak mengecewakan aku" ucap Lin Tian sambil tersenyum
Dia masuk ke array teleport menghilang dan langsung dalam beberapa saat muncul di gerbang array kekaisaran Chu, Para penjaga yang mengenal Lin Tian tidak mencegah nya mereka hanya dengan hormat memberi penghormatan sampai Lin Tian menghilang dari sana.
Sebelum pergi Lin Tian membalas mereka dengan senyum, yang membuat mereka merasa kalau tuan muda Dari sekte seni beladiri ini baik hati dan ramah meski kepada orang yang berpangkat rendah.
"Dia memang pantas di sebut seorang jenius" ucap salah satu penjaga memuji Lin Tian.
Yang lain juga mengangguk setuju dengan perkataan teman mereka, juga semuanya berfikir kalau Lin Tian ikut dalam pertandingan kali ini mungkin tidak akan ada yang dapat melawannya.
"Tapi kenapa ada rumor kalau tuan muda Lin ini sombong? katanya karena dia terlambat pertandingan belum di mulai sampai siang ini" ucap salah satu temannya.
Semua penjaga disana juga mengangguk setuju, karena kadang rumor
Lin Tian terus menuju tempat dimana semua murid berkumpul, lalu sebelum sampai di tempat itu Lin Tian banyak mendengar tentang berapa rumor tentang dirinya.
Ada yang mengatakan kalau dia ini sombong, ada yang mengatakan kalau dia mendapatkan kekuatan hanya karena orang tua dia saja dan bahkan ada yang mengatakan kalau dirinya adalah pria yang tak tahu malu.
"He... menarik! ada yang membuat rumor seperti itu, dan aku yakin itu adalah beberapa generasi muda yang tidak suka dengan kekuatan ku, jika mereka berfikir aku sombong maka mari ku perlihatkan bagaimana menjadi sombong sebenar nya" ucap Lin Tian dengan tersenyum jahat.
Dia memakai topeng wajahnya yang tak pernah dia pakai sejak naik ke dunia dewa dan mengubah wajah nya, baru lah dia pergi ke arena tempat dimana lebih dari ratusan ribu muris-murid muda.
Dan kekuatan mereka semuanya rata di alam raja ke bawah, jika di dunia dewa pemuda yang dapat mencapai alam raja sebelum umur lima puluh tahun bisa di bilang jenius.
__ADS_1
Dan jika mereka berhasil mencapai alam kaisar sebelum umur lima puluh maka mereka di sebut jenius dalam seratus tahun.
"Saudara Lin, kenapa Lin Tian belum datang?" tanya Kaisar Chu dengan wajah tenang.
"Anak itu berlatih selama sebulan ini, bahkan aku pun tidak tahu kapan dia keluar" balas Lin Dong dengan senyum tak berdaya.
Mendengar itu semua orang disana hanya dapat menghela nafas, pemuda seperti Lin Tian ini sangat lah mereka sukai semua pemimpin disana berfikir kalau ada satu saja generasi muda mereka seperti Lin Tian maka mereka bisa mati dengan bahagia
"Hei..apa kita haru menunggunya sampai dia datang?" tanya kaisar api.
"Aku tidak tahu tapi aku merasa kalau anak ini pasti akan datang, apalagigi dia sudah berjanji sebelumnya" ucap kaisar Chu sambil tersenyum.
"Iya.. kita bisa menunggu tapi Murid-murid di bawah sepertinya tidak" ucap pemimpin suku angin.
Saat semua pemimpin melihat para murid yang wajah mereka terlihat kesal semua pemimpin disana hanya dapat menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, generasi muda mereka terlalu sombong apalagi dengan berani menyebarkan berita yang Tidak-tidak ke rakyat lain.
"Generasi sekarang benar-benar berbeda dengan generasi dulu" ucap kepala keluarga sekte cahaya.
"Iya, tapi hal seperti ini lah yang nanti perlu kita ubah" ucap Lin Dong.
Semuanya mengangguk setuju, sesaat kaisar api akan berbicara di bawah tempat Murid-mhrid mereka berkumpul menjadi berantakan dan kacau, karena..
BOOMM..
BOOMM..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...