
Di tempat ujian pertama sudah satu bulan sejak di mulai, tapi sejak hari pertama sudah banyak kematian yang di sebabkan oleh ujian pertama itu.
Wajah semua penonton serta para tetua dan pemimpin sekte sudah berubah sangat jelek dan juga cemas, ada yang sebagian cemas dengan anak nya dan murid mereka yang ikut ada juga yang marah karena sedih kehilangan anak nya di ujian pertama.
Tapi hal itu jelas tidak Lin Tian pedulikan, dia hanya duduk dengan tenang sambil kadang-kadang melihat ke langit dimana dunia buatan itu tercipta.
BOOMM...
BOOMM...
"Kakak pertama, sepertinya kakak besar sangat kejam dalam ujian ini" ucap Lin Lin dengan tak berdaya melihat banyak orang di belakang nya yang meledak mati.
"Ayolah, mereka itu bodoh! kakak sudah mengatakan jika mereka tidak bisa maka dapat menghancurkan token yang di berikan itu dan mereka akan selamat keluar dari sini, tapi apa? karena hanya sebuah harta mereka lupa dan gila karena keserakahan tersebut" balas Lin Jia Li dengan tenang.
Meski kadang Lin Jia Li nakal di sekte tapi fikiran atau kecerdasannya sangat bagus, meski tidak bisa di bandingkan dengan Lin Tian.
Dia hanya akan manja dan nakal di depan keluarganya tapi jika itu orang luar dia tidak begitu peduli, apalagi jika orang itu adalah musuh dari keluarganya.
"Benar yang di katakan kakak pertama saudariku!" ucap Lin Lu'er yang sebenar nya bisa di bilang lebih kecil dari mereka berdua tapi sudah jelas dia terlihat tegas.
Lin Lu'er juga salah satu jenius alkimia di sekte langit bahkan beberapa tetua dari paviliun alkimia ingin dia menjadi murid nya tapi itu di tolah oleh gadis kecil itu.
Karena tetua kelima sekte langit sudah dia anggap sebagai ayahnya sendiri, jika ayah nya itu tidak mengizinkan maka dia tidak akan pergi juga dia ingin berbakti kepada ayahnya jadi dia selalu merawat tetua kelima setiap kali dia tidak berlatih seni beladiri dan alkimia.
Juga dia merasa kalau alkimia dari tetua kelima dan kakaknya lebih hebat dari alkimia paviliun alkimia dunia dewa, bahkan sekarang tetua kelima sudah bisa membuat Pill kaisar dan sedang mencoba membuat terobosan baru.
Sedangkan Lin Lu'er sendiri sudah bisa membuat Pill raja tingkat menengah, dan juga seni beladiri nya juga bagus dalam hal menggunakan api.
Sedangkan Lin Lin yang kakak perempuan Lin Lu'er adalah tubuh pedang, dia sudah mahir dalam teknik pedang bahkan Lin Tian sendiri berpendapat kalau Lin Lin nanti bisa jadi dewa dalam hal pedang seperti ibu nya Ling Qingzhu.
__ADS_1
Sayangnya sifat Lin Lin terbilang agak lembut jadi karena itu kedua gadis lain nya sering menegurnya dan mencoba untuk mengubah sifat itu.
Bukan hanya kedua gadis itu saja yang ingin agar Lin Lin tidak terlalu lembut kepada musunya, bahkan seluruh tetua dan leluhur tua di sekte langit pun juga mencoba untuk melatih sifat Lin Lin itu.
Iya meski ada perubahan tapi itu tidaklah terlalu besar, seperti sekarang dia masih terlihat agak sedih melihat banyak yang mati dalam ujian tersebut.
Di antara tiga gadis yang terus berjalan, di belakang mereka ada beberapa dari murid sekte seni beladiri, kekaisaran api dan kekaisaran Chu.
BOOMM....
BOOMM....
BOOMM....
Semakin banyak yang meledak dan keluar dari arena ujian, yang keluar dari sana pun terlihat sangat pucat dan sangat lemah.
Mereka merasa kalau di dalam sana seperti neraka, setiap waktunya terasa sangat berat bagi mereka.
Tapi itu hanya sebentar sebelum wajah Lin Tian kembali tenang seperti semula, sedangkan para orang tua itu masih terus memandang ke langit dimana ujian berlangsung dengan tatapan resah dan gugup.
"Hm?" wajah Lin Tian sedikit megerut merasakan sesuatu yang berada di kerumunan penonton.
Dia sedikit menggerakan tangannya tanpa ada yang mengetahui lalu sebuah cahaya melingkari arena tersebut dengan transparan dan tidak terasa oleh orang lain.
"Huf... semoga semua baik-baik saja sampai generasi muda ini keluar, dan dengan itu aku bisa lebih tenang" ucap Lin Tian sambil tersenyum untuk sekejap sebelum memandang ayahnya yang melihat ujian pertama itu dengan wajah serius.
"Apakah mereka akan membenci ku?" ucap Lin Tian sambil sedikit mendesah memandang langit ke tempat ujian pertama di adakan.
Dunia buatan itu terus berjalan sambil memperlihatkan semua generasi muda yang berusaha untuk mencapai istana.
__ADS_1
Yang terdepan adalah Lin Jia Li, Lin Lin dan Lin Lu'er berjalan bersamaan, dan di belakang mereka ada pemuda dari suku es, suku naga, sekte seni Beladiri, kekaisaran api, kekaisaran Chu, suku api, suku angin dan sekte kegelapan.
"Anak-anak ini cukup bagus" ucap Lin Tian memandang sepuluh orang yang berjalan di depan.
Tapi jelas selain tiga gadis di depan yang lain juga berusaha berjalan dengan hanya menggunakan fisik mereka saja.
Mendengar itu pemimpin lain juga hanya bisa mengangguk tapi jelas di wajah mereka ada rasa tidak senang dengan ujian yang di lakukan Lin Tian ini.
Memang benar jika dulunya setiap ujian di mulai akan ada yang mati tapi tidak sebanyak kali ini, jelas kalau ujian sekarang sangat kejam di mata mereka.
Lin Tian yang melihat wajah semua orang itu tidak peduli dengan apa yang di fikirkan mereka, dia hanya melakukan apa yang menurut dia benar dan dia yakin dengan ujian kali ini maka akan banyak generasi muda yang lebih baik muncul untuk masa depan dunia dewa.
BOOMM....
"Sial! ujian ini cukup kejam!" ucap salah satu murid dari suku api yang berjuang keras berjalan menuju istana, dia pun sekarang berada di urutan ke tujuh dari enam lainnya.
"Saudara Huo aku fikir ujian ini sedikit menarik meski kejam aku merasa pasti ada manfaat yang luar biasa dari ujian ini" ucap seorang wanita dari suku es yang mengejar ketinggalan.
Dia adalah wanita yang menggunakan cadar, dan juga termasuk wanita yang cantik namanya adalah Mu Yui yang juga bisa di bilang masih keponakan dari Ying Huanhuan.
"Saudari Mu, kamu mudah mengatakan nya tapi kamu benar dan juga aku tidak ingin kalah dari tiga gadis di depan" ucap murid dari suku api itu dengan tekat yang kuat.
"Iya! ketiganya jelas lebih muda dari kita, dalam hal kekuatan pun mereka bertiga hampir sama dengan kita juga, jadi sebagai orang yang lebih tua dari mereka tentu kita tidak boleh kalah" balas Mu Yui dengan tersenyum dalam cadarnya.
Dia tentu tidak mau membuat malu suku es, dan juga di luar masih ada Lin Tian yang juga sepupunya melihat mereka di luar.
Bagaimanapun Lin Tian juga termasuk dari tuan muda suku es dan kekuatan nya tidak bisa di ragukan lagi jadi jika dia kalah maka Lin Tian pasti akan malu juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...