Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
Pergi Kepelelangan Bersama


__ADS_3

Besok harinya...


Lin Tian keluar dari kamar,di rumah Lin Tian hanya melihat ibunya yang penuh senyum bahagia.


Lin Tian langsung menyapa Lin qi'er,dan menanyakan Lin Jia Li kepada Lin qi'er, ternyata Lin Jia Li masih tidur di kamarnya, karena itu Lin Tian tidak menggangu adik kecilnya .


"Ibu,aku tidak melihat ayah? dimana dia?" tanya Lin Tian.


"Ayahmu masih istirahat sepertinya dia kecapean kemarin" ucap Lin qi'er santai.


"Oh! " Lin Tian tidak menanyakan lagi dan hanya mengangguk.


Lalu Lin Tian menanyakan dimana Lin Lin dan Lin Lu'er kepada ibunya,dan dia tau kedua anak kecil itu tinggal bersama dengan dua bibinya di puncak salju.


Karena mereka di puncak salju Lin Tian tidak berani kesana karena takut akan membuat masalah lagi.


Dan apalagi dia harus pergi ke pelelangan pagi ini,untuk mendaftar ikut lelang nanti.


Lin Tian pamit kepada Lin qi'er untuk keluar menghadiri lelang,tentu Lin qi'er tidak melarang dan mengizinkannya.


Setelah itu dia keluar dari rumahnya dan langsung menuju jalan ke kota dari sekte langit.


Sesaat dia menuruni gunung menuju kota, dia melihat tiga wanita yang dia kenal sedang berjalan bersama,dia juga melihat beberapa murid laki-laki yang mengikuti ketiganya dari belakang.


Lin Tian sedikit menggelengkan kepala dan turun dari langit untuk menyapa dan mengusir murid-murid itu.


"Kalian,bagaiman jika kembali latihan dari pada mengikuti mereka" ucap Lin Tian saat turun tepat di depan para murid itu.


"Senior Lin" ucap mereka kaget melihat siapa orang yang di depan.


"Iya? kembali lah berlatih,mereka tamu kita tidak seharusnya kalian mengikuti seperti itu,lagian kita juga memiliki banyak wanita disini jangan sampai wanita puncak salju turun dan menghukum kalian" ucap Lin Tian dengan tersenyum.


"Eh,baik senior Lin,kami pergi" ucap mereka tidak menolak dan pergi dari sana, mereka tau jika sampai para murid puncak salju mendengar mereka di bandingkan dengan wanita sekte es,hari - hari baik mereka di sekte akan menghilang.


Melihat semua murid itu takut saat dia mengatakan puncak salju,membuat Lin Tian menggelengkan kepalanya.


"Apa setakut itu mereka kepada murid di puncak salju" ucap Lin Tian dengan berfikir.


"Terima kasih saudara Lin" ucap Wu Xin mendekat ke Lin Tian untuk mengucapkan terima kasih.

__ADS_1


ketiga wanita itu tentu Lin Tian kenal, dia adlaah Wu Xin,Mu Zini dan Mu Xuanyin.


saat dia melihat Wu Xin dia hanya mengangguk,tapi saat dia melihat Mu Xuanyin entah kenapa kelembutan di matanya tak bisa di sembunyikan.


Hal itu membuat Mu Xuanyin juga sedikit kebingungan tapi dia tidak merasakan jijik saat menatap pemuda itu.


"Ada apa denganku?" ucap Mu Xuanyin bingung.


"Kalian akan ke pelelangan?"tanya Lin Tian.


"Iya,apa saudara Lin akan kesana juga" ucap Mu Zini yang sangat senang saat melihat Lin Tian.


"Em,aku juga akan menjual beberapa benda disana untuk mendapatkan sedikit uang" ucap Lin Tian dengan senyum.


"Waw,saudara Lin benda apa yang ingin kamu jual?" tanya Wu Xin penasaran.


"Itu.." Lin Tian agak bingung menjawabnya.


"Kalian,tidak baik menanyakan benda apa yang akan di jual oleh saudara Lin seperti itu! itu adalah rahasia dia " ucap Mu Xuanyin membantu Lin Tian karena dia tau Lin Tian tidak mungkin memberitahu barang yang akan di jual kepada mereka.


"Maaf saudara Lin" ucap Wu Xin dan Mu Zixi.


"Tidak masalah,bagaimana jika aku ikut bersama kalian,aku akan menyediakan tempat disana juga nanti" ucap Lin Tian mengundang mereka.


melihat kelakuan dua saudari nya itu Mu Xuanyin hanya bisa menggelengkan kepala dan memintak maaf kepada Lin Tian.


Lin Tian hanya tersenyum dan mengatakan tidak masalah,lalu akhirnya mereka berjalan bersama.


Mu Zini secara aktif menanyakan banyak hal kepada dirinya yang membuat Lin Tian kaget karena setaunya wanita ini juga tidak terlalu banyak bicara sebelumnya.


Kalau Wu Xin itu wajar karena dia tau wanita satu ini memiliki rasa ingin tau yang besar.


Akibatnya sepanjang jalan menuju kota Lin Tian di tanyakan banyak hal oleh keduanya,Mu Xuanyin yang tidak dapat berbuat apa-apa hanya bisa menghela nafas nya.


"Apa ini kota langit?" ucap Mu Zini setelah masuk dan melihat area di sekitarnya.


karena dia bisa melihat kota ini sangat megah dan juga lebih besar dari kota yang berada di bawah sekte mereka.


Bahkan Mu Xuanyin juga kagum dengan kota tersebut,mereka langsung menuju ke area lelang di adakan.

__ADS_1


"Tuan,ada yang bisa saya bantu?" tanya penjaga di pintu lelang itu.


"Aku ingin menjual sesuatu,bisakah kamu memanggil manager mu?" tanya Lin Tian .


"itu...!"


"Panggil saja manager mu" ucap Lin Tian mengeluarkan lencana ke anggotaan dia di sana.


Melihat lencana itu penjaga itu kaget dan buru-buru memintak maaf,dia langsung memanggil manager rumah lelang tersebut.


Setelah melihat Lin Tian manager rumah dagang itu lebih hormat,karena dia tau siapa Lin Tian sebenarnya.


Untung saja penjaga ini tidak membuat masalah terhadap Lin Tian kalau tidak itu akan sangat merusak hubungan mereka dengan sekte langit.


"Tuan Lin ternyata itu anda,silahkan masuk!" ucap manager itu.


"Em,bisakah kamu menyediakan tempat untuk mereka dulu? aku dan mereka ingin ikut melihat lelang hari ini" ucap Lin Tian.


"Tentu,kamar paling atas masih di siap kan untuk tuan muda" ucap manager itu tidak menolak.


Dalam pandangan Rumah perdagangan mereka harus berhubungan baik dengan sekte langit,karena sekte langit lebih banyak menghasilkan keuntungan bagi mereka dan juga dalam mengurus beberapa izin untuk perdagangan mereka tidak terlalu sulit seperti di tempat lain.


Juga biaya yang di mintak untuk pajak tidak terlalu mahal,mangka dari itu kota langit adalah salah satu kota terbaik di seluruh benua,dan termasuk kota paling tertib selain di banyak kota yang lain.


"Baiklah,kalau begitu bawa kami kesana dulu,setelah aku mengantar mereka ke tempat itu,mari kita berbicara soal barang yang akan ku jual" ucap Lin Tian.


"Tidak masalah tuan muda" ucap manager itu.


"Baiklah nona Mu,mari kita masuk" ucap Lin Tian.


"Em," Mu Xuanyin hanya mengangguk dan mengikuti dari belakang,saat Mu Zini dan Wu Xin melihat keduanya mereka merasa kenapa dua orang ini sangat cocok dalam hal sifat.


Sebelum mereka masuk,sebuah teriakan terdengar dari belakang mereka,yang membuat Lin Tian dan yang lain agak kurang senang.


"Hei tunggu,kami ingin masuk ,harusnya kamu melayani kami dulu" ucap sebuah suara dari belakang mereka.


"Hm?" Lin Tian melihat ke arah lima pemuda yang berteriak itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2