
Di langit Lin Tian langsung mengeluarkan kekuatannya membuat seluruh wajah generasi muda tersebut berubah.
Alam raja, kaisar, dewa, dewa rendah, dewa menengah, dewa tinggi, dewa langit rendah, dewa langit menengah, dewa langit tingkat tinggi tahap puncak.
BOOMM...
"Aura ini?" wajah kaisar Chu dan kaisar api berubah sangat menakjubkan, ada hal yang tidak bisa mereka percayai di atas semua hal yang terjadi sekarang.
"Setengah langkah alam dewa ilahi!" ucap Lin Dong sambil tersenyum, dia bisa tahu tingkat kultivasi Lin tian karena dia juga berada di alam tersebut.
Dia bisa saja naik ke alam dewa ilahi tapi karena beberapa hal dia tidak menembus nya dan bertahan di setengah langkah ke alam dewa ilahi.
"Kenapa aku merasa kekuatan pemuda ini lebih kuat dari tiga dewa pelindung?" tanya pemimpin disana kebingungan.
BOOMM.
"Ugh!" semuanya hampir memuntahkan darah karena tekanan Lin Tian, untung saja Lin Tian masih menahan tekanan nya meski terlihat kekuatan yang muncul adalah setenga Dewa ilahi, tapi tekanan yang di kirim Lin Tian kepada generasi muda di bawahnya tak sebesar itu.
Jika itu adalah tekanan asli nya maka semua generasi muda di sana akan mati hanya dengan tekanan yang dia hasilkan.
"Bagaimana? apa kalian tidak sombong dengan mengatakan kalian adalah jenius?" ucap Lin tian dengan wajah tegas.
"Kamu...!" Zu Hi tak bisa membantah dengan apa yang di katakan Lin Tian itu, bahkan generasi muda yang lainnya juga tak bisa menjawab perkataan Lin Tian.
"Ha....padahal aku berharap lebih kepada kalian" ucap Lin Tian sambil melepaskan topeng wajah nya.
Lalu sosok yang tadinya terlihat agak tampan berubah menjadi sosok yang sangat tampan di mata semua orang disana, lalu baju nya yang agak kehitaman dan tak terlihat mewah tadi berubah menjadi baju putih yang sangat bersih dan juga terlihat bagus dari yang sebelumnya.
Iya baju itu khusus di buatkan oleh Mu Xuanyin untuk Lin Tian karenanya dia sangat menyukai pakaian tersebut ke banding pakaian yang dulu dia pakai.
__ADS_1
"Saudara?" ucap Lin Jia Li, dan dua gadis lainnya kaget.
Para murid sekte langit pun juga kaget saat melihat wajah Lin Tian, mereka tak menyangka kalau pemuda tadi adalah Lin Tian yang sangat mereka idolakan.
Bahkan para generasi muda yang tadi Sombong pun merasa hati mereka jatuh, karena kebanyakan gadis disana sangat menyukai Lin Tian dan bahkan sangat berharap kalau Lin Tian mau mengangkat mereka sebagai selir nya.
"Sepertinya generasi muda kali ini terlalu sombong, hanya mengandalkan mulut saja apa kalian fikir bisa jadi kuat? kalian hanya kuat kepada yang lemah tapi lemah di hadapan yang kuat, apa-apaan itu? kenapa kalian tidak menyusu lagi kepada ibu kalian?" ucap Lin Tian dengan wajah marah.
Tak ada yang menjawab mereka hanya diam mematung karena apa yang di katakan Lin Tian itu benar, meski mereka ingin menjawab tapi apa mereka juga berani? pemuda di depan mereka adalah seorang super jenius dan juga salah satu pelindung dari dunia dewa.
"Kakak! kenapa kamu menyuruh kami menyusui lagi ke ibu? aku sudah dewasa" ucap Lin Jia Li kepada Lin Tian.
Melihat gadis cantik yang tak terlihat takut kepada Lin Tian itu wajah semua generasi muda pun berubah meski dia adalah adik dari Lin Tian tapi sekarang adalah saat dimana Lin Tian jelas sangat marah.
"Oh! itu hanya pepatah adik ku, sudahlah! itu salah paman tidak mengajarkan mu dengan baik" ucap Lin Tian sambil tersenyum sedikit.
"Hei..hei..aku tahu apa yang kalian fikirkan tapi ada satu hal kenapa aku tidak marah kepada adik ku sendiri, kalian lihat berapa umurnya? dan apa kultivasi nya sekarang?" ucap Lin Tian dengan senyum tenangnya.
Mendengar itu wajah semua generasi muda pun berubah tak enak, benar berapa umur gadis di depan mereka? dan apa kekuatannya? bahkan sebagian dari mereka tak bisa dibandingkan dengan tiga gadis ini.
"Itu karena kakak, paman dan ayah, ibu memaksaku" ucap Lin Jia Li dengan wajah kesal tapi terlihat sangat menggemaskan dan membuat semua pria muda itu naik darah karena tingkah gadis itu
"Anak ini!" ucap Bing Yang tak berdaya, entah dia harus marah atau harus senang dengan keponakan kecil nya tersebut.
Bahkan sekarang dia tidak tahu kalau hal yang dia lakukan sudah membuat darah muda ini sangat teratarik akan kecantikan nya.
"Kalian berani?" ucap leluhur tua berubah menjadi seorang pria yang tegas memandang semua pemuda tersebut, tentu dia tidak akan membiarkan Lin Jia Li di dekati eh pria yang lemah seperti mereka.
Karena dari sejak Lin Jia Li berada di sekte, seluruh leluhur tua sangat menyukai gadis itu dan mereka bahkan banyak membantu nya untuk tumbuh sampai seperti sekarang.
__ADS_1
Tidak hanya Lin Jia Li tapi Lin Lin dan juga Lin Lu'er juga sangat di sukai di sekte sekarang dan ketiganya menjadi jenius muda di sekte langit.
Seketika wajah pemuda itu tak berani melihat Lin Jia Li lagi mereka langsung menundukan kepala mereka ke bawah dengan malu.
"Kakek leluhur! jika kamu seperti itu aku tidak akan mengunjungi mu lagi!" ucap Lin Jia Li dengan marah menunjuk ke leluhur tua sekte langit.
"Ehem.. tidak lagi..tidak lagi" balas leluhur wajah takut dengan ancaman Lin Jia Li.
"Ais...! sejak kapan gadis ini bertingkah seperti ini?" fikir Lin Tian tak berdaya dengan adik kecil nya ini.
Lin Tian berbalik dan tak peduli dengan generasi muda itu lagi, dia memandang kaisar Chu sambil tersenyum.
"Paman Chu, berikan kepada ku alat untuk mengontrol ujian kali ini" ucap Lin Tian dengan tenang.
"Baiklah!" kaisar Chu tidak menolak, dia menerbangkan tiga token berbeda ke arah Lin Tian, dan ketiga token itu langsung di tangkap oleh Lin Tian yang sedang terbang di langit.
Dia melihat ketiga token di tangan nya itu dengan wajah tenang, dan setelah diam beberapa saat dia pun menyimpan dua token lain dan satu token itu di arahkan ke atas langit.
Dan di langit terbentuk lah Sebuah Lingkaran atau bola yang sangat besar, dan itu bukan lah lingkaran atau bola biasa karena bisa di lihat kalau di dalamnya adalah sebuah istana yang cukup megah.
"Ini adalah ujian pertama kalian, dan aku telah benar-benar mengubah seluruh formasi di dalam dunia di depan mata kalian ini" ucap Lin Tian sambil tersenyum.
Lalu dengan wajah yang memiliki ekspresi kejam, Lin Tian menatap dengan tenang serta aura membunuh yang kuat kepada generasi muda itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1