
"Kak, kamu tidak akan mengusirku kan?" ucap Chu Si'er dengan wajah penuh memohon.
Lin Tian yang melihat wajah Chu Si'er tidak dapat berkata apa-apa, gadis ini sangat lah imut dan juga dia mengingat kan Lin Tian terhadap Lin Jia Li adiknya.
"Baiklah, jika ingin bersama ku ada satu syarat" ucap Lin Tian menghelus kepala Chu Si'er.
"Em, apa pun itu Si'er akan menuruti kakak dengan patuh" balas Chu Si'er.
Lin Tian mengangguk lalu mengajak nya pergi mencari penginapan, di ibukota kekaisaran Chu ini sangat lah besar dan juga mewah dia menduga kalau kaekaisaran api juga akan memiliki ibukota yang tak kalah dengan ini.
Dan juga alam rahasia yang di katakan oleh kaisar Yang pada Lin Tian akan di buka di istana kekaisara Chu, walau dia tak mengerti kenapa kaisar Chu sangat baik untuk membuka alam rahasia untuk di jelejahi oleh orang lain.
Tapi yang penting dia kesini untuk mencari Rumput es yang telah tumbuh selama satu juta tahun setidaknya, dan di alam rahasia itu lah dikatakan rumput es sering tumbuh.
Setelah sampai di penginsoan yang cukup mewah di kota kekaisaran, Lin Tian mau memesan dua kamar satu untuk dia dan yang lain untuk Chu Si'er, tpi ksrena harga kamar nya mahal pada akhirnya Lin Tian terpaksa memesan kamar satu yang terdiri dari dua tempat tidur di dalamnya.
Dan disana Lin Tian hampir muntah darah setelah semua apa yang dia lakukan, dia harus membayar lagi tiga ratus kristal suci dewa, "Aku turut berduka untuk mu kak!" ucap Bai kecil dengan agak tersenyum.
"Diam! jika aku kehabisan uang aku pastikan akan menjualmu!" ucap Lin Tian dengan marah, setelah mendengar perkataan Lin Tian Bai kecil berkeringat dingin dan tak lagi menggoda Lin Tian.
"Kak, maaf aku merepotkan mu" ucap Chu Si'er dengan wajah agak malu, di kekaisaran Chu sangat sedikit yang mengenal dia karena dia juga jarang keluar dari istana kekaisaran.
"Tidak masalah! kamu memanggil ku kakak tentu aku akan menjaga mu" ucap Lin Tian menghelus kepala Chu Si'er dengan lembut.
Merasakan hal itu Chu Si'er sangat bahagia, walau suadara dan saudari nya juga menyayangi dirinya tapi tidak akan ada dari mereka yang memperlakukan dia seperti Lin Tian, mereka hanya akan menjaga dia di istana dan tak mau membawa nya keluar dari istana.
Dia memegang tangan Lin Tian seperti dia sudah sangat akrab dengan nya, Lin Tian tak menolak dan hanya tersenyum lembut.
"Sepertinya aku harus membuat beberapa Pill dan menjual beberapa harta berharga untuk menutupi pengeluaran ku" ucap Lin Tian setelah memutuskan untuk mencari pemasukan.
__ADS_1
......................
Di dalam istana Kekaisaran Chu..
"Jadi gadis itu telah kembali ke ibukota?" tanya Kaisar Chu kepada bawahan nyabyang dia perintahkan untuk mengikuti Chu Si'er.
Bagaimana dia tidak tau kalau anak nya kabur dari rumah, jika dia tidak mengetahui hal itu pasti sudah membuat semua orang di benua Utara akan heboh.
"Iya kaisar dan dia bersama seorang pria bernama Tian Lin" ucap bawahannya itu.
"Tian Lin? hm...? kenapa nama ini agak mirip" ucap Kaisar Chu dengan wajah agak serius.
Sang bawahan lalu menceritakan tentang siapa Tian Lin yang dia dapat dari informasi dari benua selatan, pemuda itu muncul di kota batu hitam bersama dengan Anak dari keluarga jenderal Fu, dan dia juga berkenalan dengan anak dari kaisar Yang, Yang Mi'er, serta saudara Kaisar Yang, Yang Zhi.
Setelah mendengar cerita tentang Lin Tian, kaisar Chu sedikit tersenyum dan mengangguk puas dengan Tian Lin ini dia baru ingat kalau Yang Kai mengirim pesan bahwa ada pemuda bernama Tian Lin yang akan ikut masuk ke alam rahasia nya.
"Sepertinya Saudara Yang itu belum menjelaskan kepada anak itu tentang alam rahasia ku dengan jelas" ucap Kaisar Chu sambil tersenyum.
"Kenapa kamu tersenyum sendirian seperti itu!" tanya wanita cantik yang tiba-tiba masuk ke dalam istana.
"Oh, sayang kamu kembali? tidak, aku hanya sedang memikirkan pemuda yang di rekomendasikan oleh saudara Yang untuk membantu kita" ucap Kaisar Chu.
"Oh, iya Si'er belum kembali ke istana apa kamu sudah mencarinya?" tanya wanita cantik itu.
"Huf..tenang saja dia bersama anak bernama Tian Lin, dia juga sudah berada di ibukota" jawab kaisar Chu.
Mendengar itu Wanita cantik itu meminta agar dia menjemput Chu Si'er kembali pulang, karena dia khawatir dengan anak nya itu.
Kaisar Chu hanya dapat mencoba menenangkan wanitanya ini, Chu Si'er sangat di sayangi oleh para wanita nya di istana jadi saat dia membiarkan Chu Si'er keluar tanpa mencegahnya dia di marahi oleh kelima wanitanya itu.
__ADS_1
Tapi apa yang dapat dia lakukan, dia hanya ingin anaknya itu bisa merasakan dunia luar itulah kenapa dia tak menghentikan di saat Chu Si'er kabur dari istana.
"Tenang saja Luzi, anak kita berada bersama dengan pemuda yang baik, dan malah aku berfikir kalau sekarang dia sedang sakit kepala karena takut dengan kalian berlima" ucap Kaisar Chu.
"Kenapa dia harus takut dengan kami? kami tidak memakannya!" bentak wanita itu, dia adalah salah satu permaisuri di kekaisaran Chu Bernama Zhao Luzi.
Kaisar Chu hanya tersenyum kepada istrinya itu, dia sedikit menghela nafas jika memikirkan tentang masalah alam rahasia baru-baru ini.
"Semoga saja bukan lah hal buruk terjadi di san" fikir Kaisar Chu.
......................
"Baik mari mulai membuat Pill tingkat raja, aku harus mendapatkan kembali uang ku" ucap Lin Tian dengan wajah agak bedarah.
Dia baru saja keluar untuk membeli beberapa bahan membuat Pill tingkat raja, hal yang tak dia sangka kalau harga bahan untuk membuat Pill raja disini bahkan lebih mahal yang membuat dia ingin menangis tapi tak ada air mata.
"Kakak? apa kamu akan mmebuat Pill?" ucap Chu Si'er.
"Em, kamu bisa menjaga ku sebentar kan?" tanya Lin Tian.
"Iya, yakin lah kak, aku akan menjaga mu selama kamu membuat Pill" balas Chu Si'er dengan penuh percaya diri.
Lin Tian hanya dapat percaya saja kepada gadis kecil ini, dia berharap tak ada yang mengganggu dia selama membuat Pill ini, karena dia hampir bangkrut hanya karena membayar array teleport dan penginapan selama Satu bulan disini.
"Baiklah, mari mulai!" ucap Lin Tian mengeluarkan tungku dan bahan-bahan nya, dia menutup mata dan mulai membuat Pill.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
__ADS_1
...****************...