Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
Tetap Dengan Pilihan Sendiri


__ADS_3

"Huf....kami akan selalu mendukung mu nak!" ucap Bing Jin.


"Em,terima kasih leluhur" balas Lin Tian dengan senyum.


Dihalaman mereka berbicara bebas dan minum teh seperti biasa mereka lakukan sebelum-sebelumnya.


Lin Tian menikmati waktu dia disana bersama leluhur tua, dalam waktu dekat mungkin dia akan pergi cukup lama dan pasti tidak akan bertemu dengan mereka.


"Nak, kembali lah, bukan kah dia masih di rumahmu" ucap Bing Jin.


"Eh, baiklah, aku kembali dulu" ucap Lin Tian pamit lalu dia pergi meninggalkan leluhur disana.


"Aku berharap apa yang dia inginkan bisa dia capai" ucap Bing Shaosu menghela nafas.


"Iya, anak itu benar-benar merindukan orang tua kandungnya, tapi kenapa mereka membuang Lin Tian" fikir Bing Jin.


"Kita tidak tau, mungkin ada beberapa hal yang terjadi dengan mereka" ucap Bing Lao.


Keduanya mengangguk, mungkin bukan niat orang tua kandung Lin Tian membuang dia, tapi hal itu tetap membuat Lin Tian sangat terpukul, dan karena mereka lah alasan Lin Tian ingin pergi ke dunia dewa secepatnya.


Sedangkan Lin Tian kembali ke rumahnya, saat dia masuk ke rumah dia melihat Lin Hao sedang duduk sendirian di kursinya.


Lin Tian mendekat ke arah Lin Hao, dia lalu bertanya ke ayahnya.


"ayah kenapa kamu sendirian?" tanya Lin Tian.


"Ibu mu sedang bersama Mu Xuanyin di halaman" ucap Lin Hao.


"Eh?" Lin Tian kaget, dia tidak menyangka kalau ibunya bisa secepat itu dekat dengan Mu Xuanyin.


"Jangan kaget begitu, wanita memang seperti itu," ucap Lin Hao dengan tersenyum tak berdaya.


Lin Tian hanya mengangguk kepada Lin Hao, dia memutuskan duduk bersama Lin Hao disana sambil menunggu Lin qi'er dan Mu Xuanyin kembali.


Lin Tian juga menceritakan kenapa leluhur memanggil dia tadi, dan itu karena leluhur ingin memberikan buku kuno tentang laut kematian kepada dirinya.


Hal itu membuat Lin Hao agak kaget, tapi lalu dia mengangguk sedikit sambil menghela nafas tenang.


"Nak, apa kamu yakin ingin kesana?" ucap Lin Hao.


"Iya, itu satu-satu nya tempat yang mungkin benda tersebut berada" ucap Lin Tian dengan serius.


Melihat sikap serius Lin Tian, Lin Hao hanya bisa menghela nafas, dia juga mengerti sifat keras kepala Lin Tian, sekali dia telah memutuskan dia tidak akan mundur apapun yang terjadi nanti.


Dia pernah mendengar betapa mengerikannya laut kematian, tidak ada yang bisa selamat keluar dari sana, dan bahkan ada yang mengatakan apabila kita mati disana maka mayat kita akan di buang keluar dari laut kematian tersebut.

__ADS_1


Hal itu seperti laut kematian tidak menerima mayat atau orang lain untuk menjelajahi tempat tersebut.


Maka dari itu tidak ada yang pernah masuk bahkan berani mendekat ke laut kematian.


"Nak, aku tau kamu pasti tidak akan mengubah pendirianmu, aku hanya berharap kamu berhati-hati" ucap Lin Hao serius.


"Ayah yakin lah, aku akan sangat berhati-hati, lagian siapa yang bisa membahayakan anakmu ini sekarang?" ucap Lin Tian dengan tersenyum.


"Kamu benar, bahkan aku bukan lawanmu sekarang" balas Lin Hao tersenyum tapi dia sangat bangga dengan anaknya ini.


Lin Tian juga tersenyum melihat Lin Hao, bagaimanapun Lin Hao akan selalu tetap menjadi ayahnya, dimana pun dia berada, walaupun nanti dia bertemu dengan orang tua kandungnya sekalipun.


Tapi dia tidak akan pernah melupakan Kedua orang tua ini yang merawat dia dari kecil, tanpa memintak apapun terhadap dirinya.


"Nak, apa kamu yakin tidak perlu memberi tahu ibumu?" ucap Lin Hao.


Lin Tian hanya menggelengkan kepalanya, jika ibu dia tau maka mungkin dia tidak aakn dapat pergi, dan jika pun pergi mungkin akan jadi kekhawatiran di lubuk hati ibu dia itu.


Karena Lin qi'er sangat menyayangi Lin Tian, bagi dia Lin Tian adalah anak kesayangan yang dia rawat dari kecil penuh kasih sayang dan cinta, dia juga rela mengorbankan dirinya hanya untuk menyelamatkan Lin Tian jika dia dalam bahaya.


"Ayah pasti lebih tau sifat ibu daripada aku" ucap Lin Tian kepada ayahnya.


"Iya,kamu benar juga" ucap Lin Hao agak menghela nafas, tentu dia juga tau bagaimana sifat istrinya itu terhadap Lin Tian.


"Terima kasih nak" ucap Lin Hao sambil mencicipi teh yang di buat Lin Tian.


"Tidak masalah ayah" balas Lin Tian.


Tidak lama mereka mengobrol, Lin qi'er datang dengan membawa seorang wanita cantik yang kecantikan nya dapat membuat para laki-laki jatuh hati.


Bahkan saat Lin Hao melihat wanita cantik itu jantungnya berdetak lebih kencang dari biasa, dia melihat Lin Tian dengan tersenyum.


"Nak, Kamu luar biasa, ayah bangga padamu,hahaha" ucap Lin Hao sambil tertawa.


Lin Tian hanya menggelengkan kepala melihat kegembiraan ayahnya itu, tentu wanita yang masuk bersama Lin qi'er adalah Mu Xuanyin.


"an'er , kamu sudah kembali?" tanya Lin qi'er.


"Em, baru saja" balas Lin Tian sambil tersenyum kepada ibunya.


"Oh, apa leluhur membutuhkan sesuatu dari mu?" tanya Lin qi'er.


Mendengar pertanyaan Lin qi'er, baik Lin Tian dan Lin haoy terdiam, mereka saling pandang dan akhirnya Lin Tian tersenyum dan menjawab.


"Tidak Ibu, hanya beberapa masalah kecil tentang ujian yang akan diadakan saja" ucap Lin Tian.

__ADS_1


"Oh, kalau begitu baiklah, temani menantu ibu ini dulu, kamu juga tidak usah khawatir ibu dan ayahmu sudah ceritakan semua kepada Xuanyin" ucap Lin qi'er dengan bangga.


"Em," Lin Tian mengangguk, lalu melihat Mu Xuanyin yang di belakang Lin qi'er dengan senyum lembut.


"Apa kita masih punya waktu?" tanya Lin Tian.


Mendengar perkataan Lin Tian, Mu Xuanyin hanya mengangguk sebagai tanda masih ada kepada Lin Tian.


Lin Tian tersenyum dan berdiri dari kursinya, dia berjalan ke arah Mu Xuanyin, lalu memegang tangan wanita cantik itu.


"Ibu, ayah aku pergi sebentar" ucap Lin Tian ke Lin qi'er dan Lin Hao.


"Iya, hati-hatilah" balas Lin qi'er.


Lin Tian mengangguk dan lalu menghilang di depan mata Lin qi'er dan Lin Hao, tentu Lin Tian menggunakan tekni teleport untuk berpindah tempat ke suatu tempat lain.


"Jadi bagaimana menurut mu tentang gadis itu?" tanya Lin Hao.


"Sangat sempurna! dia cocok menjadi menantu keluarga kita" ucap Lin qi'er dengan mata berkilau jelas di wajahnya.


Lin Hao juga mengangguk setuju dengan perkataan Lin qi'er, karena dia bisa tau dari sifat dan juga tingkah Mu Xuanyin selama disini, dan juga sekte sudah mencari informasi tentang Mu Xuanyin jadi dia lebih tau daripada Lin qi'er .


Swiss....


Lin Tian dan Mu Xuanyin muncul di sebuah puncak yang sangat indah di sekte langit, disana walaupun hari sudah malam, mereka bisa melihat bintang - bintang di langit yang bersinar terang di tempat itu.


......................


Awalnya terima kasih ya kakak semua telah dukung aku dengan vote dan juga hadiah.


Sebenarnya jujur novel ini hanya imajinasi dari aku saja,gimana ya jelasinnya, aku hanya kadang membayangkan apa yang menarik dari fikiran ku dan aku tulis langsung.


Mangkanya mungkin kurang menarik dan banya kesalahan dalam penulisan yang mungkin tak di sengaja dan ada yang aku sengaja.


Tapi jika benar ada yang salah akan ku lihat dan perbaiki kata-ktanya kak jika aku punya waktu..


Dan juga soal candaan yang ada di novel itu juga aku pelajari dari membaca novel-novel dari luar yang pernah saya baca.


jadi aku mintak maaf jika ada penulisan novelku salah atau mungkin tidak sesuai dengan harapan kakak semua..🙇


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2