
Setelah beberapa hari pernikahan Lin Tian....
Dunia dewa kembali seperti semula, tapi sekte seni beladiri masih dalam tahap kegembiraan mereka atas pernikahan Lin Tian.
Di halaman rumah Lin Tian ada dua wanita yang duduk bersama dengan nya sambil mencicipi teh di depan mereka, jelas kalau Lin Tian sedang menikmati hari-hari indah setelah pernikahan mereka.
Karena selama beberapa hari ini tidak ada yang datang mengganggu mereka di puncak tempat tinggal Lin Tian tersebut.
"Teh pagi ini sangat enak" ucap Lin Tian sambil tersenyum memandang kedua wanita yang duduk bersamanya.
"Begitukah?" tanya Mu Xuanyin dengan lembut.
"Iya! Oiya dimana gadis kecil yang nakal itu sekarang?" tanya Lin Tian kepada Ling Xu'er.
"Karena dia tahu kalau kamu akan mencari nya dia pun sudah pergi ke tempat paman kedua" ucap Ling Xu'er dengan tenang.
"Cih, gadis kecil itu kenapa cepat sekali dewsanya, Ais.... memiliki anak memang membuat sakit kepala" ucap Lin Tian yang tidak secara langsung membuat kedua tatapan wanita itu berubah menakutkan.
Melihat tatapan dua istrinya itu Lin Tian ingin menampar mulutnya, dia lupa kalau bagaimana pun seorang ibu akan membela anaknya, apalagi dua istrinya ini juga sangat ingin memiliki anak.
"Ehem..maksud ku, tugas ayah untuk anak perempuannya sangat sulit apalagi kalau anak gadisnya juga di bilang kadang agak nakal" ucap Lin Tian terbatuk pelan dan membuat alasan agar kedua gadis di depan nya tidak menatap dirinya seperti itu lagi.
"Iya, bagaimanapun juga dia perempuan jadi memang sudah tugasmu sebagai ayahnya untuk melindungi dia, meski nanti dia juga sudah memiliki keluarga sendiri" tambah Mu Xuanyin.
Lin Tian mengangguk setuju dengan apa yang di katakan Mu Xuanyin, iya tentu dia hanya bisa mengangguk dan menyetujui apa yang di katakan kedua istri nya itu.
"hmmm, sudah beberapa hari, apakah kalian sudah selesai melihat semua hadiah yang di berikan kepada kita saat pernikahan?" tanya Lin Tian.
Mu Xuanyin dan Ling Xu'er mengangguk, lalu Mu Xuanyin memberikan daftar hadiah yang telah dia buka beberapa hari ini, saat Lin Tian melihat isi daftar itu wajahnya mengangguk puas.
Karena semua hadiah nya sungguh banyak harta langka serta berbagai barang langka lainnya seperti untuk pembuatan Pill tingkat dewa.
"Lalu..? dimana hadiahnya? kenapa aku tidak dapat bagian?" tanya Lin Tian kepada Mu Xuanyin.
__ADS_1
"Kenapa kami harus berbagi denganmu?" tanya Ling Xu'er dengan dingin serta Mu Xuanyin yang tersenyum manis melihat ke arah Lin Tian.
Tapi Lin Tian yang tahu kepribadian Mu Xuanyin tentu tidak akan percaya kalau dia hanya tersenyum biasa, jika dia salah menjawab maka mungkin dia tidak akan mendapatkan apapun malam ini.
"Ehem, kalau begitu semua hadiah nya untuk kalian" jawab Lin Tian sambil tersenyum karena terpaksa, di hatinya dia sudah menangis karena tidak mendapat kan apapun.
"Bagus lah kalau begitu, itu baru suami kami" ucap Mu Xuanyin sambil mencium pipi Lin Tian.
Mendapatkan ciuman dari Mu Xuanyin wajah Lin Tian sedikit senang, tapi masih tetap saja hatinya berdarah karena tidak mendapatkan apapun dari acara pernikahan nya sendiri.
"Apakah ini yang di rasakan oleh paman Chu dan paman yang? iya meski aku bisa keras kepada wanita lain tapi mana mungkin aku bisa keras kepada dua istri ku ini, sudahlah! jika mereka senang kenapa tidak?" ucap Lin Tian di dalam hatinya.
Mereka tetap duduk dan mengbrol bersama di taman itu, hari yang cerah penuh dengan tawa dua istri nya membuat wajah Lin Tian sangat bahagia.
Apalagi dia sangat berharap hari-hari ini akan terus berlangsung, tapi sayang bagi dirinya yang memiliki tugas serta janji dia di paksa untuk terus maju dan juga menjadi lebih kuat lagi.
Keesokan harinya...
Iya Pi kecil sengaja di biarkan oleh Lin Tian keluar sejak hari pernikahan nya, dan sejak itu Pi kecil kadang bermain bersama Lin Ru'er atau ikut bersama Lin Jing untu pergi menemaninya keluar.
"Ais... ru'er kemana saja kamu dari kemarin?" tanya Lin Tian dengan sikap seperti seorang ayah.
"Hehehe.. ayah! ru'er di tempat paman kedua berlatih kemarin" balas Lin Ru'er.
"Benarkah?" tanya Lin Tian dengan wajah serius.
"Benar! lihatlah kekuatan Ru'er sudah meningkat" ucap Lin Ru'er sambil melepaskan kekuatan yang ada pada dirinya.
Setelah melihat kultivasi Lin Ru'er langsung Lin Tian mengangguk puas dan memuji gaids itu, dia juga tidak memarahi Lin Ru'er lagi maupun menyuruh dia kembali ke rumah untuk belajar.
Setelah itu Lin Tian duduk dan mengbrol bersama Lin Dong tentang beberapa hal yang terjadi selama beberapa hari ini, tentu yang pertama adalah banyak nya barang-barang para tetua di sekte seni beladiri yang hilang.
Dan hal itu terjadi sebelum Bai kecil pergi dari sekte, tentu bagi Lin Tian apa yang terjadi dan dia dengar tentang kejadian tersebut hanya membuat dia tersenyum menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Oiya, dalam tiga tahun lagi akan di adakan pertandingan generasi muda" ucap Lin Dong.
"Hoo..? lalu ada apa ayah?" tanya Lin Tian.
"Hmm..dalam tiga tahun kurang sebelum pertandingan di mulai kamu ikut lah bersama ayah ke tempat perkumpulan untuk membahas rencana ujiannya" ucap Lin Dong.
"Hemmm? baik lah aku mengerti saat itu aku akan pergi bersama ayah" ucap Lin Tian menyetujui permintaan ayahnya itu.
Lalu Lin Tian berbicara beberapa hal tentang kultivasi sedangkan apra wanita pergi ke taman di sekitaran rumah untuk mengobrol beersama.
"Hm... Xu'er?" ucap Ling Qingzhu
"Iya ibu?" ucap Ling Xu'er.
"Setelah beberapa bulan atau satu tahun mari kita mulai berlatih bersama, ibu akan mengajarimu beberapa teknik pedang" ucap Ling Qingzhu kepada Ling Xu'er.
"Em, baiklah! setelah satu tahun atau saat aku mendapatkan izin dari suami aku akan berlatih bersama ibu" balas Ling Xu'er dengan tenang kepada Ling Qingzhu.
"Bagus lah, hehehe... wanita keluarga Lin kita tidak boleh kalah dengan wanita lain di dunia ini" ucap Ling Qingzhu dengan tersenyum.
Ling Xu'er mengangguk dan juga tersenyum setuju, Lin Tian adalah salah satu orang terkuat di dunia dewa tentu dia sebagai wanita Lin Tian tidak boleh membuat suaminya malu juga.
"Benar! Xuanyin pokoknya setelah ada waktu ikut ibu ke suku es, disana aku dan para leluhur akan mengajari mu berbagai teknik es suku kita" tambah Ying Huanhuan yang bahagia dengan dua menantunya yang cantik dan juga jenius ini.
"Iya ibu" balas Mu Xuanyin sambil mengangguk setuju.
"Oiya, ceritakan tentang Lin Tian apa dia tidak membuat kalian puas? kalau dia tidak membuat kalian puas maka biarkan ibu yang berbicara padanya" ucap Ying Huanhuan dengan pelan yang hanya para wanita bisa mendengar kan hal itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1