Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
415. Di Rumah Keluarga Zo


__ADS_3

besok harinya...


Di Rumah keluarg Zo, Zo Lian terbaring lemah di tempat tidurnya akibat pukulan yang di layangkan oleh Lin Tian semua gigi nya pun copot serta wajahnya sudah sangat buruk juga.


Orang tua dari Zo Lian, Zo Can juga sangar marah, awalnya dia ingin balas dendam tapi saat dia mendengar ada seorang pemuda yang dapat dengan mudah mengalahkan para pengawal anaknya membuat dia hanya dapat meminta bantuan kepada ayahnya atau kakek dari Zo Lian yang seorang Grandmaster beladiri tahap menengah.


"Ayah, cucu mu di buat seperti ini oleh orang itu, ayah harus membalaskan dendam untuk anak kami" ucap ibu Zo Lian dengan wajah sedih.


"Tenang saja, pemuda itu akan ku pastikan akan menyesal karena telah mengganggu keluarga Zo kita!" ucap Kakek Zo Lian dengan wajah marah, melihat cucu nya yang babak belur seperti ini tentu dia sangat marah.


Apalagi Zo Lian adalah cucu satu-satunya, dan yang akan meneruskan semua perusahaan keluarganya juga, dia juga sudah berencana untuk mengajarkan cucunya ini senibeladiri setelah beberapa tahun lagi tapi yang tidak dia duga kalau hal seperti ini akan terjadi kepada cucu trrsayangnya.


"Ayah, orang itu juga seorang seniman beladiri, apa ayah yakin bisa mengalahkan pemuda itu?" ucap Zo Can kepada ayah nya itu.


"Tentu, pemuda itu palingan hanya seorang seniman beladiri tingkat ke enam atau lebih tinggi sedikit, aku adalah grandmaster seniman beladiri tentu dia tidak akan dapat mengalahkan ku dengan mudah" ucap Kakek Zo Lian dengan senyum jahat di wajahnya.


Mendengar perkataan Ayahnya, orang tua Zo Lian mengangguk puas dan juga senang karena mereka dapat membalas perbuatan Lin Tian terhadap anaknya itu.


"Hei....Aku tidak menyangka kamu adalah seorang seniman beladiri, bagaimana jika kamu memperlihatkan kekuatan yang kamu banggakan itu padaku?" ucap suara yang tiba-tiba muncul membuat ketiganya kaget di kamar Zo Lian.


Lalu mereka melihat ke arah dimana suara itu berasal, mereka melihat di meja komputer di kamar itu di kursinya duduk seorang pemuda tampan yang tampak menggunakan style celana panjang hitam dengan baju kemeja pria yang menambah ketampanan pemuda tersebut.


Bahkan istri Zo Can sampai mengeluarkan air liur saat melihat betapa tampan nya pemuda tersebut, tapi wajah dari kakek Zo Lian sudah berubah sangat jelek karena pemuda ini dapat lolos dari indera nya sendiri.


"Kau..siapa?" tanya kakek Zo Lian.

__ADS_1


"Oh, aku orang yang ingin kalian beri pelajaran tadi" ucap Lin Tian dengan wajah santai sambil duduk dengan tenang.


Mendengar pria tersebut adalah pria yang mereka cari wajah mereka menjadi jelek, mereka tidak menyangka kalau pria ini akan datang sendirian kepada mereka meski mereka tidak mencarinya.


"Kenapa begitu kaget? bukan kah anak buah mu sudah memberitahu kalau aku akan datang kesini?" ucap Lin Tian santai, tapi wajah santai nya itu membuat ketiga nya semakin jelek mereka merasa pemuda di depan mereka bukan lah orang biasa saja.


"Nak, jika kamu tahu yang baik lebih baik kamu menyerah dan berlutut kepadaku atau tidak..." Kakek Zo Lian mencoba menekan Lin Tian dengan kekuatannya.


Tapi bahkan Lin Tian tidak terlihat memperhatikan pria yang sudah terlihat cukup tua itu, dia hanya sedang mencoba memikirkan masalah tentang adanya seniman beladiri dan beberapa hal mistis yang dia baca di komputer rumah Fu Yuan.


Hal itu membuat dia sedikit terkejut, ternyata di planet bumi ini masih bisa berlatih cuman itu bukan lah kultivasi seperti dirinya karena bahkan orang itu tidak dapat mencapai alam tempering tubuh tingkat pertama.


"Hai... jangan terlalu percaya diri jika nanti jatuh pasti akan sangat menyakitkan loh?" ucap Lin Tian mengingatkan mereka.


"Kau...! nak mati!" ucap Kakek Zo Lian menyerang Lin Tian dengan gerakan beladiri nya, sedangkan orang tua Zo Lian yang melihat ayahnya menyerang wajah mereka tersenyum mereka yakin ayah nya tidak akan kalah dengan pemuda yang ada di depan mereka itu.


"Apa?" kakek Zo Lian yang melihat Lin Tian hanya menggunakan satu jari untuk menangkis dirinya, wajah pria tua itu terlihat sangat jelek bahkan kedua orang tua Zo Lian juga merasa gemetar tidak percaya.


"Cuman ini? kalau begitu mari kita bicara baik-baik aku telah berjanji dengan Fu Yuan untuk tidak terlalu membuat masalah, dan apalagi aku juga tidak mau mengotori baju pemberian wanita itu juga" ucap Lin Tian menatap kakek Zo Lian.


"Jangan harap, kamu fikir siapa kamu? penjaga datanglah!" ucap Kakek Zo Lian yang masih mencoba memukul Lin Tian tapi pukulan nya di tahan oleh jari Lin Tian.


"Jangan di panggil lagi mungkin mereka sedang tertidur sekarang, kalian harus membuat mereka beristirahat untuk beberapa Minggu setelah kita berbicara" ucap Lin Tian dengan wajah santai, dia telah memberi sedikit pelajaran kepada para penjaga rumah Zo tadi karena mereka menghalanginya masuk padahal dia sudah sangat sopan kepada mereka.


"Kau...! sialan!" ucap Kakek Zo Lian langsung mengeluarkan pistol dan mengarahkan ke kepala Lin Tian, Lin Tian tentu tidak akan takut dengan hal itu, dia hanya menatap kakek Zo Lian dengan wajah nya yang masih tenang.

__ADS_1


Door..


Kakek Zo Lian melepaskan tembakan ke arah Lin Tian tanpa ragu, tapi Lin Tian hanya dengan santai menangkap peluru pistol tersebut, "Apa?" ketiga orang itu serta Zo Lian yang baru saja bangun terlihat kaget awalnya dia berfikir Lin Tian akan mati karena terkena tembakan yang di lepas kan kakek nya tapi pemuda itu dengan mudah menangkapnya begitu saja.


"Baiklah mari kita berbicara jika kamu tidak ingin maka mungkin kalian bisa berbicara sambil berbaring seperti anak mu itu!" ucap Lin Tian berdiri.


Swis...


peluru tadi yang ada di tangan Lin tian terbang dan langsung melesat menembus telinga si kakek Zo Lian dan langsung menembus dinding di kamar itu.


"Tu..tuan kami gagal melihat betapa tinggi nya gunung, tolong maafkan keluarga kami!" ucap Kakek Zo Lian sambil berlutut.


Dia sudah ketakutan sekarang karena pemuda di depan nya ini dengan mudah menangkap peluru begitu saja dan juga dari apa yang bisa dia lihat jika pemuda ini ingin memusnahkan keluarganya itu pasti lah sangat mudah.


"oho.. itu bagus! Aku kesini ingin kalian berhenti menekan perusahan Fu, juga hm... sepertinya untuk membuat efek kerah untuk kalian karena kesombongan kalian, aku meminta 100% dari perusahaan kalian sekarang! bagaimana? kalian boleh memilih!" ucap Lin Tian dengan tersenyum menakutkan.


Ketiga dari mereka saling pandang, mereka tau tidak ada pilihan lain jadi pada akhirnya mereka menyerahkan 100% saham perusahaan nya kepada Lin Tian, dan setelah ini mereka yakin kalau keluarga mereka pasti akan menurun dari keluarga terkaya di negara Ini.


Tapi itu lebih baik dari pada mereka mati, karena mereka masih bisa kembali membuat bisnis dengan mudah setelah semua Lin Tian hanya mengambil semua aset perusahaan mereka bukan uang yang ada di tabungan mereka, Lin Tian juga mengangguk puas dia lalu keluar dari rumah keluarga Zo tapi saat kakek dan orangtua Zo Lian melihat keluar pemuda tadi sudah menghilang entah kemana.


"Mungkinkah dia seorang abadi?" ucap Kakek Zo Lian dengan wajah kaget.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2