
"Oh,begitu tadi aku melihat ada seseorang yang ingin membawa putri kalian keranjangnya dan bahkan ingin membunuh salah satu pangeran kerjaan kalian,jadi bagaimana itu?" tanya Lin Tian.
"Itu...kamu..." kapten melihat Lin Tian dan bingung siapa dua orang di belakang putri itu.
"Dia saudara An Lin, seorang teman ku dan perempuan itu saudari dari sekte es, namanya Mu Xuanyin" jelas Wu Xin dengan tenang.
Mendengar putri mengatakan laki-laki ini adalah teman nya membuat penjaga cukup kaget, tapi yang membuat dia dan orang-orang disana lebih kaget adalah bahwa wanita ini berasal dari sekte es..
Hallo, itu salah satu sekte super di benua tengah, pelindung dari dunia ini, dan wanita ini yang berasal dari sekte es bahkan di lecehkan oleh Chu Haoyang, sungguh berani pemuda itu.
Bahkan raja dan leluhur kerajaan Wu tidak akan berani memindahkan dan juga menyentuh murid dari sekte es itu,apalagi putri juga murid dari sekte tersebut.
"Sungguh tuan muda Chu Haoyang yang sial" desah mereka dalam hati.
Mereka yakin, Chu Haoyang akan samgat menderita mungkin juga kehilangan status tuan muda dia di keluarga Chu, karena yang dia sentuh bukanlah orang biasa, ini adalah murid dari sekte super, dan melohat tatapan hormat putri ke perempuan itu status nya tidak akan rendah..
"Sial, Chu Haoyang kau berani menghina putri kami dan bahkan berani ingin membunuh pangeran kerajaan Wu ini, apa kamu ingin memberontak, lebih berani juga kamu menghina teman dan saudari seperguruan putri " teriak kapten penjaga itu kesal .
Dia tau, masalah ini pasti akan sangat besar setelah ini, itu baik-baik saja jika hanya teman biasa putri, maka raja hanya akan menghukum Chu Haoyang saja, tapi ini adalah murid sekte es, murid sekte es dan menurut kapten itu, status perempuan ini pasti tidak rendah.
Bagaimana jika sekte es mengetahui murid mereka di lecehkan disini,maka mereka pasti menuntut penjelasan ke kerajaan ini walaupun ada putri sebagai murid di sana.
"Aku..aku.." Chu Haoyang yang dari tadi sudah takut menjadi semakin takut mendengar bahwa wanita yang di belakang putri adalah murid sekte es,bahkan dia kencing di celana nya.
Yang membuat orang-orang disana mencium bau amis dari tubuh Chu Haoyang.
"Sial bahkan kau kencing disini, sungguh sial.." kapten kesatria penjaga itu telah sangat kesal dengan perbuatan Chu Haoyang yang di perbuatnya.
Dia tidak takut dengan ayah Chu Haoyang, karena dia juga memiliki jabatan sama dengan orang itu, bahkan jika jenderal Chu disini mungkin dia tidak segan-segan memukul Chu Haoyang hingga mati.
"Huf...itulah kesombonga yang tidak tau apa-apa dan hanya mengandalkan keluarga, akan mengahasilkan hal seperti itu" kata Lin Tian dengan tenang dan suara nya walaupun tidak keras tapi orang-orang disana mendengarnya dengan jelas..
Tapi Mu Xuanyin yang berdiri di samping Lin Tian juga mengangguk setuju dengan perkataan Lin Tian, kesombongan yang membabi buta akan membuat orang itu cepat atau lambat akan jatuh..
Jika hanya mengandalkan keluarga di belakang dirimu sendiri dan tidak ingin berusaha menjadi lebih baik, itu tidak ada gunanya, apalagi hanya menggunakan keluarga mu sebagai tameng untuk kejahatan,itu sungguh tidak berguna..
"Maafkan atas sikap orang-orang ini putri, kami pasti akan memberikan penjelasan yang jelas kepada putri, pangeran dan teman-teman putri" kata kapten itu
__ADS_1
"Tidak masalah, selesaikan dengan cara mu, nanti aku juga akan berbicara dengan ayah kaisar" jelas Wu Xin mengangguk.
"Baik putri." jawab kapten itu hormat.
"Bawa Chu Haoyang dan bawahan nya,kurung dia dan katakan kepada keluarga Chu untuk menjelaskan semuanya kepada raja besok." teriak kapte itu kepada bawahan di belakang dia.
"Baik.." lalu beberapa orang turun dari kuda mereka dan membawa Chu Haoyang yang sudah setengah mati ketakutan beserta bawahan nya dari sana..
Melihat Chu Haoyang di bawa orang-orang di sana merasa kasian ada juga yang bahagia, bagi orang luar mungkin mereka tidak tau sifat asli pemuda itu.
Tapi bagi warga kota disana tahu betul bahwa pemuda Chu itu seorang mesum,dia suka memaksa wanita-wanita muda di sana ikut dengan dia menemani dan juga kadang-kadang melakukan pemerkosaan terhadap gadis disana.
Karena dia adalah cucu seorang jenderal jadi warga di sana takut dengan anak itu.
Keseringan juga yang jadi sasaran adalah wanita yang baru saja memasuki kota kekaisaran Wu, dia akan berpura-pura baik lalu mengambil kesempatan saat wanita itu sedang lengah.
Lin Tian berfikir sejenak, menatap Wu Xin yang penuh dengan perhatian dan rasa hormat para warga di sana dan pasukan itu,dia berbicara memanggil Wu Xin.
"Hei, apa kita perlu ke rumah keluarga Chu dulu untuk sedikit memukul mereka, beberapa dari orang di sana mungkin sama seperti anak ini," kata Lin Tian berbicara datar.
"Itu tidak perlu saudara An,nanti aku akan berbicara soal masalah ini kepada ayahku." kata Wu Xin dengan senyum yang agak kaku..
Bagaimana dia tidak tau kekuatan Lin Tian, walau hanya di tingkat setengah alam ilahi, dia bisa melawan seorang yang berada di alam ilahi dengan mudah.
Dia yakin pemuda ini sangat kuat dapat melawan tiga tingkat setidaknya di atas kultivasi, dan dia juga seorang master array, apa itu? bahkan jenderal Chu hanya di tingkat langit puncak dia bisa mati di pukuli Lin Tian dengan satu serangan saja.
Dia benar-benar akan berbicara serius dengan ayah nya setelah bertemu kalau tidak jika banyak anak muda di kerajaan seperti Chu Haoyang itu,pasti akan menghancurkan kerajaan apabila menyinggung seseorang yang tidak dapat di singgung oleh kerajaan.
"Baiklah, aku mengerti" balas Lin Tian ,lalu dia diam berdiri di samping Mu Xuanyin.
Mu Xuanyin tau kenapa pemuda ini sangat marah, dan juga Indra pendengar nya juga sangat kuat jadi walau Lin Tian berbisik kepada Chu Haoyang tadi dia masih bisa mendengar nya.
Ada sedikit merah di wajahnya yang tenang tapi dia tetap diam saja berdiri di sana tanpa mengatakan apapun.
"Tuan putri, pangeran Wu bagaimana jika kami mengantar anda dan teman anda ?" tanya kapten kesatria itu.
"Baiklah..ayo" kata Wu Xin,Wu Kong juga mengangguk.
__ADS_1
"Iya." lalu dia menyerahkan empat kuda kepada Wu Xin ,Wu Kong , Mu Xuanyin dan Lin Tian.
Tapi Mu Xuanyin masih tetap diam dan agak ada rasa malu di wajahnya..
"Saudari Mu..?" tanya Wu Xin melihat Mu Xuanyin yang tidak baik kekudanya.
"Hm" Lin Tian juga melihat Mu Xuanyin yang tidak baik, agak tau kenapa dia tidak naik.
"Ayo, naiklah bersama ku" kata Lin Tian dengan nada tenang pada Mu Xuanyin.
"Tidak perlu, aku bisa naik dengan Wu Xin." jelas Mu Xuanyin menolak.
"Maaf saudari aku tidak bisa" balas Wu Xin agak Malu, Sebenarnya dia hanya sedikit bisa membawa kuda ,dan tidak terlalu bisa.
"jangan terlalu lama," kata Lin Tian..
Tanpa sepatah kata dari mulut Mu Xuanyin, dia menggerakan tangan ke arah Mu Xuanyin, dan Mu Xuanyin pun terbang ke arah kuda Lin Tian langsung tepat di depan Lin Tian dia duduk.
"Kamu.." wajah Mu Xuanyin sudah sangat merah melihat apa yang di lakukan Lin Tian.
Tapi Lin Tian sudah diam dan tidak berbicara lagi, Mu Xuanyin hanya bisa marah dalam hatinya, "kenapa pria ini sangat tak tahu malu" desah Mu Xuanyin.
"Saudari Mu dan saudara An ayo.." Wu Xin mengundang mereka dengan penuh senyum.
"Iya" mereka hanya mengangguk setelah itu.
"Ayo pergi." kapten kesatria pun juga membuat blokade untuk membantu jalan putri ke istana.
"Hmm" tanpa sadar Lin Tian agak merasakan seseorang mengawasi dia, Tapi hanya sebentar wajahnya kembali tenang.
"Tidak ku harapkan adik kecil ku juga ada disini, dan bahkan dia bisa merasakan aku sejauh ini" kata seorang pemuda yang sedang duduk sambil menikmati teh di sebuah lantai dua restoran.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1