Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
364. Bahaya Mengintai


__ADS_3

"Bagaimana kak?" tanya Bai kecil kepada Lin Tian, setelah dia melihat Lin Tian membuka matanya.


"Iya, terasa lebih baik, dengan kekuatan guru array spritual ini di tambaha kekuatan ku di alam raja tingkat kedelapan mungkin bisa melawan seorang kaisar tingkat ke lima" jelas Lin Tian, dia cukup puas dengan hasi yang dia dapat sekarang.


"Kalau begitu, kakak bisa merasakan guru array tahap awal itu bukan?" ucap Bai kecil dengan senyum.


Lin Tian juga tersenyum dia lalu menutup matanya dan mencoba merasakan di mana lokasi guru array tahap awal itu bersembunyi, saat itu lah dia bisa melihat ke tempat yang lebih jauh dari biasanya.


Karena jiwa nya juga telah meningkat, Lin Tian tak lama menemukan guru array tersebut, dia bersembunyi tak jauh dari sebuah puncak yang agak jauh dari perkemahan mereka.


"Sepertinya aku harus bicara dengan kaisar itu" ucap Lin Tian setelah memutuskan.


Dia tidak ingin terlalu mencolok jadi dari itu dia mencoba untuk serendah nya memperlihatkak kekuatan dia yang asli.


Swissh..


Lin Tian melompat dan langsung berdiri di samping orang tua yang berada di alam kaisar tingkat pertama itu, dia melihat kalau orang tua itu masih menutup matanya dengan wajah tenang.


"Senior?" panggil Lin Tian.


"Hm? ada apa?" tanya pria tua itu membuka matanya dan menatap Lin Tian.


"Ada beberapa orang yang sedang mengawasi kita dari jauh" ucap Lin Tian dengan wajah serius.


Mendengar itu orang tua itu mengerutkan keningnya dan mulai menyebarkan kekuatan jiwa nya ke semua area di sekitar perkemahan, tapi dia tak bisa merasakan orang yang di katakan Lin Tian itu.


Dia sedikit mengerutkan kening dan menatap Lin Tian dengan wajah yang serius.


"Apa kamu yakin?" tanya Fu Zu itu kepada Lin Tian dengan serius sambil memberi tekanan kepada Lin Tian.


"Aku serius, aku bisa merasakan nya karena aku seorang array master juga, dan tolong jangan memberiku tekanan seperti itu, bukan kah tak terlalu sopan?" ucap Lin Tian dengan kurang senang.

__ADS_1


Melihat wajah serius dan mendengar kalau Lin Tian juga seorang master array spiritual, Orang tua Zu menghilang kan tekanan nya lalu berdiri.


"Maaf aku kurang sopan" ucap Orang tua Zu.


"Tidak apa-apa, sekarang kita harus mencari cara untuk menyingkir kan orang-orang itu, tapi masalahnya ada pada guru array spiritual yang bersama mereka" jelas Lin Tian.


"Apa? ada Guru array bersama mereka? pantas..pantas.." ucap Orang tua Zu.


"Senior Zu apakah kamu bisa menyingkir kan guru array spritual tahap awal dengan cepat?" tanya Lin Tian dengan serius.


"Walau agak sulit tapi bukan berarti tidak mungkin" jawab Orang tua Zu.


Lin Tian sedikit berfikir orang tua Zu ini berasal dari keluarga Fu kekaisaran api, tentu jika hanya guru array tahap awal tak akan jadi masalah baginya, tapi mungkin itu akan membuat orang-orang yang sedang menyergap mereka menjadi waspada, jika ingin membunuh semua orang itu dengan satu gerakan hanya bisa dengan mengalahkan guru array spritual itu dulu.


"Oh, kalau begitu Senior jika kamu membunuh guru array secara sembunyi bagaimana? aku memiliki rencana bagus tapi itu jika senior mau bekerjasama dengan ku" ucap Lin Tian tiba-tiba degan senyum misterius di wajahnya.


"Oh, kalau begitu ceritakan, orang tua ini akan bekerjasama dengan mu" ucap Orang tua Zu, dia tau batasan nya, jika dia terjebak dalam formasi seorang guru array spiritual sudah pasti dia akan kesulitan untuk menembusnya.


Lin Tian lalu membisikan sesuatu kepada Orang tua Zu, orang tua Zu juga dengan serius mendengarkan apa yang di katakan Lin Tian, dia awalnya sedikit ragu dengan apa yang di rencanakan Lin Tian, tapi setelah dia memahami nya memang ini rencana yang bagus dia juga puas dengan apa yang Lin Tian katakan.


"Nak, aku setuju dengan rencana mu, agar tidak ketauan dengan mereka aku akan menggunakan kesadaran ilahi ku untuk memberitahu pasukan yang lain" ucap Orang tua Zu.


"Baiklah, tapi aku boleh menanyakan satu hal?" ucap Lin Tian.


"Tentu, apa itu? dan juga panggil aku paman Zu saja itu lebih bagus di degar" ucap orang tua Zu sambil tersenyum.


Lin Tian mengangguk, "Kenapa kalian tidak menggunakan array teleport yang ada di kekaisaran api tapi malah jauh-jauh naik kereta kuda untuk sampai kesini?" tanya Lin Tian.


"Sebenarnya itu karena Nona ku ini suka berkeliling juga, kamu tau kan sifat wanita bagaimana? jadi karena itu lah kami naik kereta untuk kesini" ucap Paman Zu kepada Lin Tian.


"Em, begitu memang dimana-mana sifat wanita bisa di bilang sama, paman Zu aku berduka untuk mu" ucap Lin Tian dengan wajah agak kaku.

__ADS_1


Bagaimana dia tidak tau apa yang di maksud oleh Paman Zu itu, karena dia bahkan sudah mengalami beberapa hal dari bibi dan bahkan Mu Xuanyin juga pernah memaksanya untuk menemani dia berbelanja.


"Ais, begitu lah, baiklah lupakan itu sekarang mari mulai rencananya" ucap Paman Zu, dia lalu menggunakan akal ilahi nya untuk memberitahu semua pengawal yang ikut bersam dirinya.


Sesaat pengawal mendengar suara paman Zu di kepala mereka, mereka cukup kaget tapi lalu mereka mulai tenang seperti tidak ada yang terjadi.


Di saat Lin Tian melihat sikap tenang para prajurit itu, rasa kagum muncul di mata Lin Tian, "Sungguh prajurit yang hebat" fikir Lin Tian.


Mereka dapat menenangkan diri dan bahkan mengerti apa yang harus mereka lakukan dari pesan yang di kirimkan paman Zu kepada mereka.


"Baiklah, mereka sudah mengerti dan mereka siap jika orang-orang itu menyerang" jelas Paman Zu kepada Lin Tian.


"Em, dengan lima alam raja tingkat ke lima dan ke enam disini tentu tidak masalah, sebenarnya masalah ada Pada Guru array spiritual itu, jadi paman.." Lin Tian menatap Paman Zu dengan serius.


"Tenang saja, aku akan melakukan nya degna cepat" ucap Paman Zu dengan wajah serius.


Lin Tian mengangguk lalu dia secara diam-diam memberikan dua jimat kepada Paman Zu, tentu paman Zu tau jimat apa itu karena Lin Tian sudah menjelaskan kepada nya tadi.


"Baik, mari mulai!" ucap Paman Zu setelah menerima jimat, Lin Tian mengangguk dan lalu dia mulai berbicara agak kasar dengan oaman Zu, tentu paman Zu juga tak mau kalah dan kedua nya mulai ribut disana.


"Kenapa kau tak mengizinkan ku masuk?" ucap Lin Tian.


"Apa mau mu menemui nonaku? katakan! jika tidak aku tidak segan padamu!" ucap Paman Zu dengan keras, sambil dengan berpura-pura mengeluarkan tekanan yang keras kepada Lin Tian.


"Awas, aku hanya ingin menemui nona Fu saja untuk berbicara beberapa kata" teriak Lin Tian, dia mendorong paman Zu ke samping dan langsung berlari masuk ke dalam tenda Nona Fu.


"Nona kenapa di luar ribut-ribut?" tanya Fu Hu'er kepada Fu Zu'er.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2