Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
722. Kepergian Long Aotian Dan Xing Xing'er


__ADS_3

Kenapa tidak mereka terkejut? Mu Chao memukul Mu Chen dengan keras sampai dia jatuh kembali ke kamarnya.


"Anak sialan! berani sekali kamu menipu ku? apa kamu fikir aku bodoh ha! jelas-jelaa kamu sudah pulih" ucap Mu Chao dengan marah.


Mendengar teriakan marah Ayah nya Mu Chen tidak dapat berkata apapun, dia lupa tempramen ayahnya yang berapi-api ini terhadap dirinya.


"Ayah aku benar-benar belum sembuh, iya kan keponakan?" ucap Mu Chen melihat ke arah Lin Tian.


"Eh.. iya paman butuh waktu untuk istirahat" ucap Lin Tian agak aneh.


"Sialan! kamu berani untuk berbohong lagi? jangan meminta bantuan kepada Kepada cucuku! pokoknya mulai sekarang kamu harus mengambil kembali posisiku" ucap Mu Chao dengan keras.


Mendengar itu wajah Mu Chen kembali sedih, dia berharap bisa berlibur dan tak di sibukan dengan urusan di istana tapi sekarang ayahnya kembali memaksa dia naik tahta hal ini sungguh membuat dia pusing.


Sedangkan Yi An dan Mu Jing'er hanya menggelengkan kepala melihat tingkah ayah dan anak ini, mereka memang seperti ini biasanya dan dulu sebelum Mu Jing'er lahir dan ibu Lin Tian masih ada.


Maka Ibu Lin Tian lah yang akan selalu menghentikan perdebatan keduanya itu, tapi sekarang Yi An yakin kalau ayah dan anak ini akan mulai lagi seperti dulu.


Hal ini juga membuat dia sedikit pusing, iya Lin Tian seperti mengerti sesuatu tentang keluarga ibunya ini dan hanya dapat tersenyum.


Setelah itu Lin Tian dan Long Aotian melihat Xing Xing'er yang akan pergi dari alam es, di luar istana Xing Xing'er terlihat tersenyum ke arah Lin Tian.


"Adik kecil lain kali datang lah bermain ke tempat kakak" ucap Xing Xing'er kepada Lin Tian.


"Em, pasti kak" ucap Lin Tian tersenyum juga.


"Baiklah kakak akan pergi" ucap Xing Xing'er.


"Eh! kak tunggu bawa ini" ucap Lin Tian buru-buru memberikan sebuah cincin kepada Xing Xing'er.


"Apa ini?" tanya Xing Xing'er.


"Ada Pill buat kakak di dalam, dan juga beberapa jimat yang khusus ku buat jika ada seseorang di alam kakak mengalami hal yang sama dengan pamanku" ucap Lin Tian.

__ADS_1


Mendengar itu Xing Xing'er mengerti dan menganguk berterima kasih kepada Lin Tian, dia juga memberikan sedikit energi nya ke alat komunikasi Lin Tian agar mereka dapat berkomunikasi dari jauh.


Setelah itu Xing Xing'er pun pergi degan keretanya, kereta itu pun terbang menuju portal penghubung alam es.


Di dalam kereta Xing Xing'er terlihat mengeluarkan kotak yang berisi tiga Pil di dalamnya, saat Xing Xing'er melihat nama Pill itu wajahnya tersenyum puas.


"Pill kecantikan kah? adik kecilku benar-benar sangat baik" ucap Xing Xing'er puas dengan Pill yang di berikan Lin Tian.


Dia juga berencana memberikan Pill ini kepada Ibu dan juga ibu Bing Zhao di alam tombak, dengan serius dia juga melihat jimat yang di katakan Lin Tian itu lalu dia sudah menetapkan setelah kembali untuk menceritakan beberapa masalah yang terjadi di alam es kepada ayah dan ayah Bing Zhao.


Di luar Long Aotian berdiri bersama Lin Tian, mereka terlihat memandang langit bersama dengan Bai kecil yang telah kembali kesana.


"Aku pergi" ucap Long Aotian.


"Em! apa kakak akan kembali ke alam air?" tanya Lin Tian.


"Iya, kakak ipar ku ada disana menunggu ku jadi aku harus kembali" ucap Long Aotian dengan tersenyum.


Lin Tian mengangguk mengerti, dia juga memberikan hadiah untuk Dewi air yang di titipkan kepada Long Aotian, tentu Long Aotian menerimanya dan berjanji memberikan hadiah Lin Tian kepada Dewi air.


"Tenang saja tidak lama sebelum kita bersatu kembali" ucap Long Aotian.


"Hoho.. aku juga punya hadiah untuk saudara juga" ucap naga kecil kepada Long Aotian.


"Oh? apa itu saudara naga?" ucap Long Aotian.


Naga kecil berubah kebentuk naga nya lalu meletakan jari naga kecil nya ke arah kening Long Aotian, tak lama Long Aotian melihat ada dua teknik naga yang muncul di kepalanya.


"Terima kasih saudara naga, jika kita punya waktu mari kita minum bersama" ucap Long Aotian kepada naga kecil.


"Hahaha m tentu saja, aku menunggu saat kita berkumpul bersama pasti meriah" ucap naga kecil yang bahagia karena mempunyai banyak saudara.


Long Aotian tersenyum setelah beberapa kata akhirnya dia juga pergi dari alam es untuk kembali ke alam air, melihat kepergian Long Aotian wajah Lin Tian tersenyum bahagia.

__ADS_1


Iya dia tahu kalau Long Aotian adalah pria yang sangat sulit membuka hati untuk wanita tapi sekarang dia memiliki wanita dosisnya apalagi dia snagat kuat.


Hal ini sudah cukup membuat Lin Tian bahagia untuk Long Aotian, di belakang Mu Jing'er dan adik nya Mu Lu'er.


Awalnya Mu Lu'er kaget tahu kalau Lin Tian adalah sepupu dia sendiri dan anak dari bibinya yang di katakan sangat kuat itu.


Tapi dia tidak terlalu banyak berbicara karena agak malu dengan sikap sombong sebelumnya saat bertemu dengan Lin Tian.


Lin Tian berbalik dan menatap kedua sepupunya itu, dia melihat kalau Mu Lu'er hanya menundukan kepala karena malu terhadap Lin Tian.


Lin Tian berjalan dan menyentuh kepala Mu Lu'er dengan lembut, sambil menatap gadis kecil itu dengan senyum lembutnya dia pun berkata.


"Tidak usah terlalu di fikirkan yang lalu, yang penting jangan mengulangi hal yang sama lagi, megerti?" ucap Lin Tian.


"Em! maaf Kakak sepupu" ucap Mu Lu'er dengan malu.


"Sudah, ini hadiah untuk mu jadi jangan sedih lagi" ucap Lin Tian memberikan sebuah pedang kepada Mu Lu'er.


Melihat pedang itu Mu Lu'er bisa merasakan kalau itu adalah senjata tingkat dewa suci, padahal senjata yang dia punya juga hanya di dewa tingkat tinggi, dia agak ragu dan menatap Lin Tian dengan mata indahnya.


"ambillah! pedang ini di sebut pedang teratai es dan cocok untukmu" ucap Lin Tian menghelus kepala Mu Lu'er.


"Terima kasih kakak sepupu kamu snagat baik" ucap Mu Lu'er memeluk pedang itu dengan bahagia.


Melihat adik kecilnya yang telah berubah menjadi senang itu Mu Jing'er agak salut dengan sikap Lin Tian, dia kagum dengan bagaimana Lin Tian bisa memenangkan hati orang dengan mudah.


"Iya! berlatih lah dengan baik, kekuatan elemen es mu masih di tahah belum sempurna jadi jangan malas-malas dan selalu bermain" ucap Lin Tian sedikit menegur.


"ugh! aku tidak bermain kakak sepupu, tapi aku janji akan berlatih lebih baik lagi" ucap Mu Lu'er.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2