Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
379. Kaisar Api Dan Permaisuri


__ADS_3

"Hm.. Ru'er tadi bukannya mau jalan dengan ayah? bagaimana jika kita pergi sekarang" ucap Lin Tian mengalihkan perhatian empat wanita ini.


"Ye... ayo ayah.." ucap Lin Ru'er dengan senang, dia langsung memegang tanganin Tian dengan bahagia.


"Maafkan aku, jika tidak ada yang lain aku akan mengajak Ru'er jalan dulu" ucap Lin Tian kepada empat wanita itu.


Mendengar itu empat wanita jadi tak bisa berkata apa-apa mereka hanya santai mengangguk kepada Lin Tian.


Setelah melihat ke empanya mengangguk, Bai kecil melompat ke kepala Lin Tian dan duduk di atasnya dengan santai.


"Kalau begitu jika kalian keluar tolong tutup pintunya" ucap Lin Tian lalu meninggalkan ke empat wanita yang masih terdiam di tempat mereka.


"Dadah bibi!" ucap Ru'er kepada empat wanita itu.


"Aku tak menyangka dia sudah memiliki wanita" ucap Yang Mi'er agak berat.


Fu Zi'er juga mengangguk setuju, rasa kecewa terlihat jelas di mata kedua gadis itu, meski mereka juga ingin mendengar jawaban dari Lin Tian tadi, mereka adalah gadis yang cerdas dan mengerti dengan hanya melihat sikap Lin Tian.


"Hei, apa kalian punya perasaan terhadap pria itu!" tanya Yang Zhi dengan wajah penuh senyum.


Kedua wanita itu sangat malu dan wajah mereka memerah akibat perkataan Yang Zhi, "Bibi jangan sembarangan" ucap Yang Mi'er.


"Hahahaha.." Yang Zhi hanya tertawa dan meninggalkan kamar Lin Tian itu.


Kedua wanita itu hanya saling pandang sambil menghela nafas berat, perasaan yang mereka rasakan terhadap Lin Tian mereka pun tidak mengerti apa itu suka atau hanya sebatas kekaguman.


......................


"Ayah, Ru'er mau itu!" ucap Lin Ru'er menunjuk jajanan yang ada di pasar kota batu hitam.


"Oh, baiklah! apapun untuk Ru'er" balas Lin Tian sambil membeli jajanan yang di inginkan oleh anak nya itu.


"Kak, kedua wanita itu menyukai mu, kenapa tidak" ucapan Bai kecil tiba-tiba berhenti saat merasakan aura mengerikan dari belakangnya.


"Fen..Feng'er..!" ucap Bai kecil dengan wajah ketakutan.

__ADS_1


"Katakan padaku, apa kamu ingin membuat ulah lagi?" tanya Feng'er yang tiba-tiba muncul.


"Ti..tidak..tidak sayang..ahahaha" balas Bai kecil kaku.


"Bibi!" ucap Ru'er saat melihat Feng'er muncul, dia memeluk Feng'er dengan sangat senang nya, sejak bersama Feng'er Lin Ru'er menjadi sedikit lebih bahagia dan juga tak terlalu kesepian apalagi Feng'er sangat menyukai gadis kecil ini.


"Ayo, biar bibi mengajak mu jalan-jalan," ucap Feng'er kepada Lin Ru'er.


"Tapi...!" Lin Ru'er melihat Lin Tian, karena hari ini Lin Tian janji pergi jalan-jalan dengan dirinya.


"Pergilah, ayah tidak masalah" balas Lin Tian sambil membelai kepala Lin Ru'er dengan lembut.


"Em!" Lin Ru'er mengangguk lalu dia pergi bersama Feng'er jalan-jalan di kota itu.


Lin Tian pergi dari pasar itu menuju daerah yang sangat sepi, lalu dia berhenti di depan gang buntu yang ada di kota.


"Keluar lah! aku tau kalian disana" ucap Lin Tian dengan wajah tenang, sambil berbalik badan.


Swissh..


"Seperti yang di harapkan dari Tuan Tian dapat merasakan kami itu sungguh luar biasa" ucap wanita tersebut.


"Jadi, senior Yang untuk apa mencari ku?" tanya Lin Tian dengan tenang saat mihat Yang Zhi di depan nya itu.


"Hahaha.. tidak ada tapi ada yang ingin berbicara dengan mu saja" balas Yang Zhi dia menggerakan tangannya seperti sedang mengundang Lin Tian.


Lin Tian mengangguk kepada Yang Zhi, lalu mereka terbang dan menghilang dari gang itu, tak lama setelah terbang keluar dari kota mereka tiba di sebuah bukit yang cukup besar Lin Tian, Yang Zhi meminta dua bawahannya menunggu disana sedangkan Lin Tian turun ke bukit tersebut bersamanya.


tak lama setelah turun dari langit Lin Tian melihat seorang pria muda dan seorang wanita cantik sedang duduk di hamparan bunga yang sangat indah, melihat pria muda itu Lin Tian mengerutkan keningnya.


"Kakak aku membawa orangnya" ucap Yang Zhi dengan lembut ke pria tersebut.


"Oh, kalau begitu duduk lah" ucap pria itu meminta Lin Tian dan Yang Zhi duduk di kursi yang ada disana.


Lin Tian tersenyum ke arah pria tersebut sembari berkata, "Aku tidak menyangka kalau Kaisar api memiliki waktu untuk mencicipi teh disini" ucap Lin Tian santai.

__ADS_1


"Hei... Kamu tahu siapa aku?" tanya pria itu.


"Tentu, kaisar api Yang Kai" jawab Lin Tian santai.


melihat sikap tenang anak ini setelah tau siapa dirinya membuat dia kagum, tapi juga penasaran biasanya orang-orang yang menemui dirinya akan memuji nya atau mencoba menjilat kaki nya untuk mendapatkan bantuan atau kedudukan tinggi, tapi pemuda ini..


Yang Kai hanya meminta Lin Tian duduk di kursi yang dia tunjuk, Lin Tian hanya mengangguk lalu duduk dengan wajah yang santai.


Wanita cantik itu menyiapkan teh untuk Lin Tian, dan meletakan nya di tempat Lin Tian dengan wajah tersenyum sambil meminta Lin Tian mencicipi teh itu.


"Sungguh teh yang enak," ucap Lin Tian setelah mencoba teh tersebut.


"Kamu orang yang luar biasa, bahkan setelah bertemu dengan ku kamu masih saja sesantai itu!" ucap Yang Kai.


"Oh, jadi aku harus bagaimana? senang, memuji, atau menyanjungmu seperti orang-orang lain?" tanya Lin Tian santai.


Yang Kai hanya tersenyum, suasana disana hening tanpa ada yang berbicara baik Lin Tian dan Yang Kai hanya mencoba menikmati teh yang ada di depan mereka dengan wajah tenang.


Dua wanita yang melihat sikap kedua pria itu tak dapat berkata apa-apa, mereka merasa keduanya memiliki sifat yang hampir mirip, walau ada beberapa perbedaan terlihat jelas dari mereka.


Lin Tian dengan anggun meminum tehnya, tapi Yang Kai meminum teh nya seperti dia meminum sebotol anggur, "Kenapa kakak tidak pernah bisa belajar" desa Yang Zhi yang melihat saudaranya itu.


Wanita yang di sebelah Yang Kai itu hanya tersenyum, "jika aku tidak salah anda adalah Permaisuri Zhi Yan ibu dari yang Mi'er" ucap Lin Tian kepada Zhi Yan.


"Oh, kamu tau aku?" tanya Zhi Yan.


Lin Tian mengangkat bahunya pertanda dia tak terlalu mengetahui, dia juga hanya sebatas tau nama mereka saja tentu mereka baru pertama kali bertemu disini.


CLANG..


"Mari mulai berbicara serius..Nak, apa kamu yang menghancurkan sekte hitam?" ucap Yang Kai setelah meletakan gelas nya di meja, dia menatap Lin Tian dengan mata tajam seperti matanya itu bisa menembus kedalaman hati seseorang yang dia lihat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2