Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
659. Bunga Itu Indah Tapi....


__ADS_3

"Mari kita ubah semuanya dari sekarang" ucap Lan Dan.


Yang lain mengangguk, semuanya keluar dari aula keluarga Lan kembali untuk mempersiapkan apa yang terjadi dalam empat hari lagi.


Sedangkan Lin Tian dan Lan Jingyi berjalan bersama di sebuah taman keluarga Lan yang di penuhi bunga.


Lin Tian berhenti di depan taman itu sambil melihat ke langit dengan wajah tenang, sedangkan Lan Jingyi hanya diam melihat Lin Tian.


"Hm? kenapa kamu tidak kembali?" tanya Lin Tian kepada Lan jingyi tanpa menoleh ke arahnya.


"A..aku..!" Lan Jingyi agak tidak tahu mau berkata apa setelah di tanya oleh Lin Tian.


"Kembali lah, dan berlatih lagi karena dalam beberapa hari lagi pertempuran besar akan terjadi" ucap Lin Tian dengan wajah tenang.


Mendengar perkataan Lin Tian itu membuat Lan Jingyi sedikit sedih tapi dia berusaha untuk tersenyum ke arah Lin Tian.


"Em! kalau kamu butuh apa-apa maka panggil saja aku" ucap Lan jingyi.


Lin Tian mengangguk, setelah melihat anggukan Lin Tian akhirnya Lan Jingyi pergi dari sana meninggalkan Lin Tian sendirian.


"Kak?" ucap Bai kecil.


"Em! kadang memang bunga itu indah tapi kadang ada juga kalanya bunga itu terasa menyakitkan" ucap Lin Tian yang langsung membuat Bai kecil diam.


Lin Tian jelas kalau Bai kecil ingin menanyakan sesuatu perihal Lan jingyi, karena itulah Lin Tian menjawab seperti itu yang membuat Bai kecil diam untuk sementara waktu.


"Tapi kak! jika bahkan bunga itu menyakitkan tetap dia akak terlihat indah apabila kita benar-benar merawatnya" ucap Bai kecil.


Lin Tian hanya tersenyum dia tidak menjawab apa yang di katakan Bai kecil, dia memandang semua bunga yang bermekaran indah di halaman itu.


Dalam fikiran Lin Tian Memang benar jika di rawat bunga itu akan tumbuh dengan indah, tapi kadang sebuah keindahan itu bisa membuat orang iri dan akan tanpa fikir menghancurkannya.

__ADS_1


"Terkadang kita harus puas dengan apa yang kita dapat, tapi terkadang juga kita harus lebih rakus atau serakah untuk dapat mengubah sesuatu dalam hidup kita" ucap Lin Tian melihat ke langit.


Bai kecil mengangguk, jika baik dia dan Lin Tian telah puas dengan hidup mereka di dunia dewa sebelumnya maka semua hal yang terjadi sekarang tidak akan terjadi.


Tapi bedanya kehancuran dunia dewa dan kematian Orang-orang disana pasti tidak terhidarkan, meski kadang salah untuk menjadi rakus atau serakah tapi jika itu untuk dapat menolong beberapa orang saja kenapa tidak?.


Lin Tian berjalan dan duduk di tengah taman itu debgan tenang, dia memikirkan beberapa kehidupan yang terjadi saat dia kecil dulu.


Di rawat oleh ibu harimau, di temukan oleh Lin qi'er, memiliki seorang ayah seperti Lin Hao dan juga keluarga seperti orang-orang di sekte langit.


Sampai dia menemukan kedua orang tua kandung nya sendirian, sudah berapa lama waktu dia meninggalkan dunia dewa? sudah berapa lama keluarganya berfikir kalau dia telah mati? betapa sedih nya kedua istri cantik nya itu sekarang?.


Hal itu tentu di fikirkan Lin Tian setelah semua ini, tapi apa? tugas yang dia miliki membuat dia hanya bisa bertahan dalam kesepian.


Dia hanya berharap semua hal ini cepat berlalu dan dai bisa berkumpul dengan keluarganya lagi, di dunia yang hanya kekuatan berkuasa dia pun tak punya pilihan untuk mengangkat senjata dan mengubah hal itu.


"Selangkah demi selangkah, akan ku lakukan jika itu untuk seluruh makhluk di dunia ini, selangkah demi selangkah aku pasti akan melaksanakan tugas ku! meski aku harus larut dalam kesepian tiada akhir" ucap Lin Tian dengan wajah sedih tapi di hatinya sudah ada tekad yang membara.


"Dan aku akan menemanimu kak, jika memang kamu larut dalam kesepian maka aku akan menjadi saudara mu yang berbagi perasaan sama dengan dirimu, dan saat semua berakhir maka mari kita hapus kesepian kita dengan kebahagian yang kita harapkan" ucap Bai kecil dengan senyum pasti di wajahnya.


"Iya!" balas Lin Tian sambil tersenyum.


Mungkin dia merasa kesepian tapi sebenarnya itu tidak, dia memiliki saudara yang mau berbagi segala hal bersama dengan dirinya.


Mungkin sekarang di dalam hati Lin Tian dia lah yang sendiri berfikir kalau dia sendirian dalam kegelapan tapi yang sebenarnya masih ada cahaya yang menerangi setiap langkah nya untuk terus maju.


"Eh? ngomong tentang sesuatu, apa tidak masalah dengan Xiaolong yang menjaga dan memberi instruksi kepada Feng Yin?" tanya Lin Tian kepada Bai kecil.


"Oho... tenang saja kak! dia adalah naga langit tentu saja tidak masalah, dan mungkin sekarang dia sedang bersenang di sana" ucap Bai kecil dengan senyum.


Lin Tian mengnagguk sedikit dan memejamkan mata untuk sesaat sebelum menanyakan sesuatu yang membuat Bai kecil agar ragu untuk menjelaskannya.

__ADS_1


"Naga langit? apa itu naga langit? apa ada perbedaan dengan Lin Long?" tanya Lin Tian dengan wajah penuh rasa penasaran.


Bai kecil terdiam, dia berencana tidak akan memberitahu Lin Tian sebelum waktu nya tiba tapi saat Lin Tian yang dengan wajah tenang bertanya itu kepada dirinya membuat Bai kecil ragu.


"Kak! aku tidak bisa mengatakan sekarang, tapi kakak tenang saja jika waktu nya datang aku dan naga kecil pasti akan memberitahu kakak" ucap Bai kecil agak gugup.


"Huf.. aku mengerti! baik kamu dan naga kecil pasti telah sepakat bukan?" ucap Lin Tian.


Bai kecil mengangguk dengan perkataan Lin Tian itu, memang benar kalau dia dan naga kecil sepakat untuk tidak mengatakan hal itu sekarang kepada Lin Tian.


Karena jika Lin Tian tahu itu hanya akan membuat dia tidak fokus, dan terganggu di setiap langkah dan rencana yang telah dia susun sendiri.


"Tapi.. apa kamu yakin Xiaolong akan baik-baik saja?" ucap Lin Tian agak ragu.


"Tenang saja kak, orang itu pasti baik-baik saja sekarang." balas Bai kecil dengan sangat yakin.


Lin Tian hanya mengangguk dan hanya duduk menikmati indahnya taman disana, dia duduk sampai matahari terbenam sebelum kembali ke kamarnya.


Sedangkan di tempat lain...


"Naga kecil coba sini aku dandani, kamu akan terlihat sangat cantik nanti" ucap salah satu wanita yang di selamatkan oleh Lin Tian dan dua berandalan itu.


"Ah.. aku laki-laki! bukan wanita!" ucap naga kecil yang terlihat telah di dandani dan memakai sebuah pakaian wanita yang sesuai ukuran tubuhnya.


"Iyaahh..lihat lah dia sangat imut bukan? benarkan saudari Feng?" ucap wanita lainnya setelah memberi beberapa pewarna wajah kepada naga kecil.


"Em!" wanita Feng Yin itu tersenyum melihat kelakuan para wanita yang tadi nya sangat ingin mati tapi sekarang sangat bahagia di hadapannya itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2