Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
653. Lin Tian Yang Marah


__ADS_3

Lin Tian berteriak membuat semua orang di keluarga Lan kaget dan ketakutan mendengar suara amarah Lin Tian tersebut.


Bahkan Lan Dan yang sedang berada di aula setelah membereskan semua mata-mata di keluarga mereka kaget, dan langsung berdiri.


"Nak? apa yang terjadi dengan pemuda itu?" ucap Lan Dan kepada Lan Jingyi dengan wajah agak aneh.


Untuk pertama kalinya sejak Lin Tian berbicara dengan leluhur dan tak keluar dari kamarnya selama ini tapi sekarang dia dengan keras meneriaki dia dan leluhur meminta untuk datang ke tempat dia.


"A..aku tidak tahu ayah! tapi dari aura yang dapat ku rasakan, itu penuh dengan kebencian dan juga aura membunuh yang luar biasa" ucap Lan Jingyi menggigil saat mendengar teriakan marah Lin Tian.


Lan Dan hanya diam, dia juga tidak mengerti kenapa Lin Tian tiba-tiba semarah itu sampai berteriak hampir terdengar di seluruh kediaman keluarga Lan nya.


Swishh...


"Salam leluhur!" ucap semua orang di aula tersebut saat melihat siapa yang muncul di depan mereka.


"Cepat ikut dengan ku!" ucap leluhur kepada mereka semua dan lalu berjalan meninggalkan mereka.


Dalam kebingungan mereka semua masih heran dan tidak mengerti kenapa leluhur terlihat seserius itu setelah mendengar suara Lin Tian.


"Tuan? kamu memanggil kami?" ucap leluhur membuka pintu kamar Lin Tian.


Semua orang awalnya heran kenapa leluhur bisa memanggil Lin Tian tuan, tapi wajah mereka berubah saat melihat puluhan wanita di dalam kamar Lin Tian.


Dan Lin Tian disana seperti sedang memberi kan salah satu wanita yang masih hidup sebuah Pill.


Lan jingyi yang melihat semua itu sangat marah dan langsung menyerang Lin Tian untuk menyelamatkan para wanita tersebut.


"Jingyi jangan!" teriak Lan Dan dan Leluhur keluarga Lan.


Swissh..


Seekor naga biru kecil muncul di hadapan Lan jingyi, lalu dia mengibaskan ekor kecil ke arah Lan Jingyi.


"Minggir!" ucap Lan jingyi yang marah menyerang dengan telapak tangan nya ke arah naga kecil.


BOOMM...


"Ugh!" sayangnya naga kecil lah yang menang, dengan satu kali pukulan dari ekor kecil naga kecil langsung membuat Lan Jingyi terbang dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.

__ADS_1


ROAARRR....


Naga kecil menatap mereka dengan marah, sambil mengeluarkan aura yang kuat ke arah samua orang keluarga Lan itu.


"Naga kecil! hentikan! aura mu bisa membunuh mereka yang masih hidup!" ucap Lin Tian dari belakang nya.


tapi tangan Lin Tian masih terus berada di perut wanita itu sambil menggunakan teknik medisnya sendiri untuk menutup luka wanita tersebut.


Naga kecil yang mendengar suara Lin Tian terdiam dan menggertakan gigi dia berbalik dan kembali terbang di dekat Lin Tian tapi matanya masih menatap ke arah keluarga Lan dengan kebencian.


"Jingyi kamu tidak apa-apa?" tanya ibu Lan jingyi khawatir dengan anaknya.


Lan jingyi menggelengkan kepala pertanda dia baik-baik saja, tapi dia menatap naga kecil dengan serius untuk sementara waktu.


Lalu dia menatap Lin Tian dengan wajah penuh kebencian, melihat Mata Lan Jingyi yang tidak menyukai hal yang ada disini leluhur menghela nafas.


"Tuan apa yang terjadi?" tanya Leluhur Keluarga Lan.


Lin Tian tidak berbicara dia hanya melemparkan dua botol Pill ke arah leluhur dan juga Lan Dan, melihat dua Pill di tangan mereka berdua ada rasa penasaran di mata keduanya, tapi suara Lin Tian selanjutnya membuat kedua orang itu kaget.


"Bantu aku memberikan Pill itu ke setiap wanita yang masih hidup! dan sediakan pemakaman yang baik bagi wanita yang telah mati disini!" ucap Lin Tian dengan nada serius.


"Ini...!"


ROAARRRR....


Naga kecil sangat marah dan mengaum keras ke arah mereka, langsung sontak membuat yang lain kaget.


"Cepat lah! lakukan kata-kata ku tadi! pisahkan mereka yang mati dari sini, dan kamu segel keluarga Lan sekarang jangan biarkan satu pun orang keluar dari rumah!" teriak Lin Tian kesal.


"Baik tuan!" ucap leluhur Lan dengan hormat, jelas kalau Lin Tian sekarang seperti sedang serius dan kemungkinan setelah membantu dia maka mereka akan dapat menemukan jawaban dari pertanyaan mereka.


"Leluhur?"


"Lakukan, Segel seluruh tempat dan siapkan tempat untuk mengubur mereka semua yang telah mati!" ucap leluhur dengan serius.


"Iya! kami akan menyediakan tempat di tanah makam keluarga kita" ucap Lan Dan.


Leluhur mengangguk, lalu setelah pelayan datang semuanya kaget dan ngeri melihat banyak wanita yang penuh luka serta yang telah menjadi mayat itu.

__ADS_1


Tapi leluhur dengan keras meneriaki mereka agar melaksanakan perintah nya, setelah mendengar perintah leluhur tua mereka langsung bergerak memberikan Pill itu satu persatu kepada yang sekarat.


Setelah Pill di minum wajah mereka terlihat tidak pucat dan ada sedikit kenyamanan di wajah mereka dari tadi yang terlihat tersiksa karena kesakitan.


"Uhuk!" Lin Tian lemah dan memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


"Meong! kakak jangan paksakan!" ucap Bai kecil yang melihat Lin Tian dengan cemas.


"Iya kak! istirihat dulu kak!" tambah naga kecil yang juga cemas dengan keadaan Lin Tian.


Lin Tian menggelengkan kepalanya, dia terus mentransfer energi nya kepada wanita lain nya setelah menarik nafas sebentar.


"Ini salahku! aku berfikir kalau hanya orang itu saja yang kejam tapi nyatanya semua orang yang berasal dari keluarga San itu juga lebih kejam" ucap Lin Tian dengan wajah lemah.


"Ka..kamu istirahat dulu!" ucap sebuah suara yang muncul di belakang Lin Tian, terlihat kalau Lan jingyi menolong Lin Tian yang akan berdiri tapi terlihat lemah.


"Kenapa kamu menolongku? bukan kah tadi ingin memukulku?" tanya Lin Tian dengan suara datar.


Lan jingyi diam dia hanya bisa menggigit bibirnya karena memang tadi dia terlalu emosi melihat semua wanita yang berlumuran darah di kamar Lin Tian tersebut.


"Aku tadi salah!" ucap Lan jingyi dengan suara agak lemah.


Lin Tian yang melihat wajah malu Kan jingyi hanya menggelengkan kepala, dia melepaskan pegangan tangan Lan Jingyi dan berjalan ke tempat wanita yang lainnya.


Dia langsung menyalurkan energi ke dalam tubuh wanita itu, terlihat kalau wanita itu masih bisa melihat Lin Tian.


"Kenapa kamu menolongku?" tanya wanita itu.


"Karena ini adalah tugasku!" balas Lin Tian.


"Bunuh aku! aku telah di nodai sekarang aku tidak suci lagi dan juga aku tidak ingin hidup lagi!" ucap si wanita kepada Lin Tian.


"Ingin mati? haa... kami bercanda? kesucian mu itu di nilai dari hatimu dan perbuatanmu!" ucap Lin Tian kepada wanita itu tapi dia masih saja terus menyalurkan energi untuk menyembuhkan si wanita itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...


...****************...

__ADS_1


__ADS_2