
"Bagus, berhati-hatilah saat disana karena kekuatan mereka pasti akan di tekan sampai batas tertentu dan juga cepat jangan biarkan penguasa dunia tersebut sampai mengetahui apa yang kita lakukan" ucap orang itu dengan nada serius.
"Iya tuan, kami akan melaksanakan perintah mu" ucap bawahan itu dengan sangat sopan serta sangat menyembah orang di depan.
Lalu mereka pun menghilang menyisakan orang yang duduk itu sendirian, orang itu pun tersenyum lalu menatap ke langit di tempat dia berada.
"Setelah aku mendapatkan nya maka semua akan lebih mudah dan aku pun pasti bisa mencapai tingkat itu, hahaha" ucap orang itu sambil tertawa bahagia.
......................
Di suatu lembah...
ROAARRR.....
"Sialan kau kaisar naga!" teriakan marah dari lembah itu membuat sekitarnya gemetar dan jelas dia sedang marah karena sesuatu.
"Ahhhhh! sialan hampir saja aku bisa keluar, ini ulah mu pasti ulah mu...! lihat saja nanti tak lama setelah aku keluar akan ku hancurkan dunia dewa ini tunggu saja! hahahaha!" dari marah teriakan di lembah itu pun menjadi tertawa bahagia.
Apa yang membuatnya begitu bahagia tentu sesuatu yang akan membuat dunia dewa menjadi gemetar dan berantakan saat itu.
Di alam langit yang telah tersegel....
Di taman yang indah, serta bunyi air kolam dan ikan-ikan yang melompat disana membuat taman itu terlihat sangat hidup dan menyenangkan untuk di lihat.
Seorang wanita yang sangat cantik juga terlihat sedang menyirami bunga-bunga disana dengan wajah tersenyum, wanita itu sangat cantik bahkan mungkin cantik melebihi wanita-wanita lainnya.
Tak terasa tangannya berhenti menyirami bunga di dekatnya lalu wajah yang tadi tersenyum sedikit terlihat tidak wajar, dia pun memandang ke langit sambil menghela nafas.
__ADS_1
"Akhirnya satu jiwa terakhirmu telah pergi, berarti kamu telah menemukan pewaris dan bertemu dengan dia, semoga kamu bisa tenang dalam renkarnasi mu jika kamu bisa, yakin lah alam langit ini tidak akan jatuh ke tangan orang-orang yang tidak tahu diri itu" ucap wanita tersebut dengan suara yang lembut, yang mana mungkin sangat lembut bahkan saat di dengar seperti dia sedang bernyanyi dengan sangat indah.
Dia lalu melanjutkan menyiram bunga setelah melihat ke langit tersebut, dan lalu berhenti di sebuah bunga berwarna putih di dekatnya bunga itu terlihat terpisah dari yang lain tapi anehnya saat wanita itu melihat bunga putih yang terlihat sangat indah itu wajah nya tersenyum bahagia dan kelembutan muncul di wajahnya.
Dia mengingat masa lalu saat seorang pria dengan wajah yang masih terlihat tersenyum menanam bunga itu dengan bahagia disini..
Masa Lalu..
"Baiklah, jika kamu tidak ingin aku dekat dengan mu maka biarkan bunga ini yang akan menggantikan mu untuk dekat dengan mu dan selalu bisa memandang mu di setiap hari" ucap seorang pria berambut putih sambil menanam sebuah bunga kecil yang terlihat indah.
Dan wanita cantik itu memandangi pria yang sedang menggali dengan tangan nya di taman wanita itu, sebenarnya dia akan marah jika itu orang lain yang menggali sembarangan di tamannya tapi aneh bahwa wanita tersebut tidak marah sedikit pun tapi terlihat sedikit senang.
Karena ke egoisan dan kemarahannya terhadap pria tersebut lah dia tidak ingin dekat dengan pria itu, dan juga dia masih membenci dengan apa yang terjadi di antara dia dan pria itu.
"Yos.. selesai...hehehe.. walau aku tidak bisa menanaminya dengan baik tapi jika di rawat dengan benar maka pasti akan tumbuh" ucap pria itu berbalik menatap wanita yang masih berdiri jauh darinya.
Setelah lama sejak pria itu pergi barulah wanita itu pun berjalan ke dekat bunga yang dia tanami itu, dia lalu mengeluarkan air dari cincin spacial nya sambil menanami bunga tersebut.
"Dasar bodoh" ucap wanita itu sambil tersenyum.
Masa-masa saati itu sangat lah indah baginya, seorang pria yang terus berusaha mengejarnya bahkan meski di tolak ataupun bahkan jika dia di pukuli pria itu tidak membalasnya sedikitpun.
Dia akan terus kembali dan kembali ke tempatnya untuk pergi melihat dia disana, meski dia masih membenci pria itu dulu tapi tetap bagaimanapun dia mencintai dan merindukan pria tersebut.
Pernah dulu saat bunga di depan nya lalu wajah wanita tersebut yang sedang mengandung anak pria itu berubah sangat buruk, bahkan kecemasan di hatinya tak pernah hilang dia terus berdiri di depan bunga putih itu sambil menatap cemas bunga tersebut.
Bahkan saat bunga itu akan layu dia terus menyirami nya agar bunga tersebut tidak layu, dan ada waktu bunga itu mulai layu dan kering wajah wanita itu berubah sedih air mata tak henti-hentinya jatuh di sana.
__ADS_1
Dia pun terduduk lemah memandang bunga tersebut, sambil berlalu nya waktu kehamilan nya pun telah membesar dan bagi seorang Dewi sekali dia hamil bukan lah seperti manusia biasa kadang membutuhkan waktu yang lama karena sekali anak itu lahir maka kekuatannya bahkan melebihi anak-anak pada umum nya di dunia dewa.
Saat dia terasa sedih bunga di depannya pun kembali hidup dan saat itu lah dia tahu kalau pria yang dia rindukan masih hidup, maka setelah itu setiap hari dia akan terus menyirami dan datang kesini bersama gadis kecil yang mana di adalah anaknya.
Dia selalu menceritakan kisah ayahnya yang sangat kua itu kepada anaknya dan bahkan sebelum dia megirim anaknya ke dunia dewa wanita itu selalu mengingat kan apabila dia bertemu dengan ayahnya maka hormati lah dia.
"Apa kamu tahu sudah jutaan tahun aku sangat merindukan mu, meski anakmu baru lahir ratusan tahun lalu tapi selama itulah dia masih tetap merindukan pelukan seorang ayah, aku harap kamu disana bisa bertemu dan merawatnya dengan baik" ucap wanita itu dengan penuh senyum.
Dia adalah Dewi bunga yang di kenal sebagai Ying Hua, wanita milik Bai kecil dan juga ibu dari Bai Ying.
......................
"Achu....!" Bai kecil bersin di depan Bai Ying secara mendadak.
"Ayah ada apa?" tanya Bai Ying dengan aneh melihat ayahnya bersin.
"Tidak...tidak apa-apa mari lanjutkan memancingnya" ucap Bai kecil yang sekarang sudah berwujud pria tampan berambut putih, dia mengajak Bai Ying memancing di sebuah daerah sekitar benua barat yang terkenal banyak monster iblis kuat.
Tapi yah karena Bai kecil adalah Bai kecil Monster-monster itu tidak pernah mendekatinya karena mereka bisa merasakan jelas kematian mereka apabila mengganggu pria tersebut.
"Huf... Ayolah wanita memang sulit untuk bisa jujur, dulu kamu bahkan membenci ku tapi disaat aku pergi kamu malah merindukan aku, hais.. lain di muluat beda di hati" desah Bai kecil melihat ke danau tempat dia memancing itu dengan wajah agak berat memikirkan wanita yang selalu mencoba menjauh darinya dulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1