Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
599. Kemarahan Wanita Berpakaian Phoenix


__ADS_3

"Pertarungan Final akan di adakan setelah beberapa jam lagi!" ucap wasit di arena.


"Saudara Bing keponakan mu luar biasa" ucap Salah satu pemimpin sekte cahaya dengan tersenyum.


"Iya..hahaha... anak dari adik ketiga ku memang luar biasa" balas Bing Yang dengan tertawa bahagia memandang Lin Jia Li.


Bahkan leluhur tua sekte langit ikut merasa sangat bahagia karena sektenya berhasil maju ke final, dan juga dua gafis lainnya juga tak terlihat buruk karena berhasil masuk sepuluh besar juga.


jadi bisa di bilang dua tempat di isi oleh sekte langit dia sendiri, dan peringkat seratus juga ada beberapa dari murid dari sekte langit juga.


Kenapa dia tidak bahagia dengan semua itu, hal ini sudah lama dia impikan mungkin jika saudara-saudara lamanya disini mereka akan tertawa keras melihat semua itu, apalagi dua saudaranya yang datang juga tidak bisa berbicara kepada leluhur lain tentang bagaimana mereka mengajari Lin Jia Li.


Setelah beberapa jam...


"Final! Lin Jia Li dari sekte langit melawan Hei Song dari sekte kegelapan!" teriak wasit.


Lalu kedua nya naik ke arena, Lin Jia Li menggunakan pedang yang dia dapat dari istana ujian pertama dan juga He Song menggunakan saber yang berwarna gelap sebagai senjata.


"Pertandingan Final....Mulai!" teriak wasit itu.


Lin Jia Li menatap Hei Song dengan serius lalu dia dengan cepat terbang mengarah kepada Hei Song untuk menyerang nya.


BOOMM..


BOOMM...


Pertarungan paling luar biasa di mulai dalam arena itu, saat para penonton melihat pertarungan itu wajah mereka penuh dengan rasa kagum yang luar biasa.


BOOMM..


"Bunga api, bakar semua!" teriak Lin Jia Li menggunakan teknik pedangnya.


BOOMM....


"langkah Bayangan!" ucap Hei Song degan serius.


Swish...


Hei Song menghilang dan banyak bayangan muncul saat dia menyerang, tapi hal itu tidak membuat Lin Jia Li takut meski Hei Song berhasil menghindari bunga apinya.


"Kalau begitu bagaimana dengan ini! seratus pedang! bakar semua!" ucap Lin Jia Li mengangkat pedang nya dan seratus pedang api muncul dan menyerang bayangan Hei Song.


BOOMM...


BOOMM...


Clang...


Keduanya beradu senjata dari jarak dekat, dan bunyi pedang dan saber dapat terdengar dari jauh oleh orang-orang disana.


"Luar biasa, teknik pedang gadis kecil ini sungguh luar biasa! dalam lima belas tahun lagi aku tidak tahu apakah ada yang menjadi lawannya!" ucap leluhur tua suku es dengan kagum memandang Lin Jia Li.


"Iya! dan juga Hei Song benar-benar dapat menguasai langkah bayangan yang bisa di bilang teknik tingkat dewa yang sulit di gunakan" tambah Kaisar Chu dengan serius.


BOOMM...


BOOMM..

__ADS_1


Pertarungan terus berlangsung selama beberapa waktu, hal yang sama terjadi di tempat Lin Tian.


Lin Tian masih terus bertarung melawan musuhnya, meski musuh terus berkurang tapi jelas itu bukan akhir dari pertarungan Lin Tian.


Dia bisa tahu kalau ada tiga orang yang sedang menunggunya di bawah dengan niat membunuh yang luar biasa, dia tidak bisa lengah sedikitpun dengan ketiganya karena ketiganya berada di alam dewa langit tingkat puncak.


Dan keadaan dia sekarang bisa di bilang sudah tak sebaik dia pertama kali datang kesini.


BOOMM...


BOOMM....


"Orang ini...!" wanita itu menggertakan giginya karena marah memandang banyak mayat di pulau tersebut yang bertumpukan.


Semuanya adalah bawahan yang telah dia kembangkan selama ini tapi itu di bunuh oleh Lin Tian apalagi itu semua termasuk bawahan dari tiga orang yang disebut kloning dari tuannya.


Hal ini sangat memalukan baginya apalagi semua bawahan itu tidak mati untuk membunuh orang-orang di dunia dewa tapi di bumuh oleh hanya satu orang saja.


"Nona! kalau begini semua pasukan kita..!" wajah pria di samping kanan wanita itu juga tidak enak di lihat.


Jika semua terus berjalan seperti ini maka pasukan mereka akan mati semuanya,dan ini bukan lah hal baik bagi diri mereka dan juga bagi orang di belakang mereka.


BOOMM...


BOOMM...


"Tunggu sebentar lagi! kita masih belum bisa mengalahkan nya dengan kekuatan pemuda itu sekarang!" ucap wanita itu dengan susah payah menahan amarah nya.


"Iya"


BOOMM...


BOOMM...


"Hahaha..mereka hanyalah budak, kami bisa membuat mereka lebih banyak nanti jadi nikmati saja waktu mu sekarang takutnya kamu nanti tidak bisa tersenyum" ucap wanita tersebut dengan senyum indah di wajahnya.


Mendengar hal itu Lin Tian semakin ingin membuat mereka bertarung dengan dia, karena dia tidak bisa lebih lama lagi disini dia dapat merasakan tiga aura ynag kuat menuju ke tempat pertandingan generasi muda sedang berjalan.


BOOMM...


BOOMM....


"Kalian benar-benar tidak membuat ku mempunyai pilihan lain!" ucap Lin Tian dengan wajah berat..


BOOMM...


BOOMM..


"Perwujudan es!" ucap Lin Tian.


Lalu rambut, dan rambut nya berubah menjadi biru, dan armor biru menyelimuti seluruh tubuhnya di sertai oleh aura dingin luar biasa yang menyelimuti seluruh tubuh Lin Tian tersebut.


BOOMM...


Pedang elemen yang tadi tampak biasa berubah menjadi pedang berwarna biru, dengan gagangnya berbentuk sebuah lotus biru yang sangat indah.


BOOMM...

__ADS_1


Swish...


BOOMM..


"Bekukan dunia!" teriak Lin Tian.


Slaashh..


BOOMM....


Hampir setengah sisa orang-orang yang menyerang Lin Tian membekukan dan saat itu juga orang yang membeku itu jatuh ke tanah dan langsung pecah berkeping-keping disana.


BOOMM..


BOOMM..


"Sial...! tidak ada pilihan serang dia!" teriak wanita tersebut setelah melihat sisa dari pasukan nya yang telah berkurang menjadi hanya ratusan itu.


BOOMM....


"Hei..akhirnya kalian bergerak!" ucap Lin Tian dengan tersenyum dingin.


"Kau pasti akan mati!" ucap wanita itu dengan keras menyerang Lin Tian.


"tidak pasti, tapi aku akan memperlihatkan di depan matamu semua bawahan mu yang mati membeku!" ucap Lin Tian.


Swish..


"Sial hentikan dia!" ucap wanita tersebut dengan marah memandang dimana Lin Tian yang menghilang sebelumnya.


BOOMM..


"Agh!" teriakan lain terdengar dari pasukan wanita yang di serang Lin Tian lagi.


Mereka membeku dan langsung pecah berkeping-keping di tanah dengan suara yang keras membuat wanita itu terus mencoba menghentikan Lin Tian membunuh seluruh pasukan nya.


"Ah....! Lin Tian...!" teriak wanita itu dengan marah.


"Hoo..kamu bisa marah juga? bukan kah mereka hanya lah boneka mu? dan kamu bisa membuat mereka lagi bukan?" ucap Lin Tian sambil mengejek wanita tersebut.


Dia terus menyerang seluruh pasukan yang tersisa, sampai di sisa pasukan yang terakhir Lin Tian berhenti lalu menatap ketiga orang itu dengan senyum yang manis.


Swish...


BOOMM..


Crackkk..


BOOMM...


Seratus pasukan terakhir dari wanita itu hancur dna musnah di depan matanya, wajah wanita itu sudah sangat memerah karena marah memandang Lin Tian.


"Ahhhh! aku akan membunuhmu! Lin Tian......!" teriak wanita tersebut dengan marah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2