
Orang-orang yang melihat kejadian di depan mata mereka sendiri ,membuat mereka merasa takut dan juga merinding melihat para penjaga yang terbaring di tanah.
Ada yang tangan nya patah,ada kaki mereka juga patah tak karuan,ada juga wajah mereka di pukuli sampai gigi mereka copot semua,dan ada yang terbaring lemas tidak bergerak.
"Kau...berani sekali melawan penjaga kerajaan Wu" kata Chu Haoyang menunjuk Lin Tian dan juga ada rasa takut di suara dia itu.
"Apa kah kamu mewakili kerajaan ini?" tanya Lin Tian dengan tenang.
"Ten...tentu saja iya, aku adalah cucu dari jenderal dan juga ayah ku adalah pemimpin keluarga Chu di kekaisaran Wu ini, dia juga memiliki jabatan penting di kekaisaran" jelas Chu Haoyang membanggakan keluarganya agar mambuat Lin Tian takut.
Tapi yang tidak dia tau, bahwa bahkan dengan Yimo yang sangat di takuti dan ancaman bagi makhluk di dunia ini pun tidak dia takuti, apalagi hanya keluarga Chu, bahkan jika dia memukul raja Wu dia juga tidak akan peduli.
Toh, di belakang nya juga ada sekte langit, dia juga memiliki kekuatan asli di tingkat alam abadi bumi tingkat kedelapan,siapa yang bisa menghentikan nya di kerajaan ini jika mengamuk, kecuali monster tua dari sekte super atau keluarga tersembunyi turun tangan.
"Kamu dengar, sepertinya dia bisa mewakili kerajaan Wu mu disini" katain Tian menatap Wu Xin.
"Saudara An, silahkan pukul dia dan patahkan tangannya,aku yang bertanggung jawab semuanya" jelas Wu Xin yang wajah nya sudah sangat marah.
"Bagus, aku sudah memang tidak menyukai laki-laki ini" jelas Lin Tian.
"Kalian berani, jika kalian memukul ku tidak ada tempat untuk kalian di kerjaan ini" teriak Chu Haoyang sambil membuat kudanya mundur bersama.
Tapi Lin Tian hanya tersenyum,lalu mengeluarkan tatapan membunuh ke kuda yang di tunggangi Chu Haoyang,kuda itu pun ketakutan dan mengamuk secara tiba-tiba yang membuat Chu Haoyang jatuh dengan buruk dari kuda itu.
"Baiklah,aku mulai" Lin Tian bergerak ke arah Chu Haoyang dengan tenang.
"Jangan mendekat, ku mohon...jangan mendekat,aku cucu dari jenderal Chu ,kalian akan menyesal jika menyentuhku" kata Chu Haoyang yang ketakutan sambil merangkak mundur.
"Tenang tidak terlalu lama" tanpa basa basi Lin Tian yang sudah di depan Chu Haoyang,memukul nya degan cukup keras di wajah nya.
"Tidak,agh.." Teriakan Chu Haoyang terdengar oleh para pejalan dan juga para penjaga gerbang disana.
Satu persatu giginya pun copot dan juga wajahnya bengkak, mata pun tak kelihatan seperti mata lagi, mulut sudah seperti bukan mulut, mungkin jika ibu Chu Haoyang melihat anaknya ini, dia tidak yakin apakah itu anaknya atau tidak.
"Nah,ini dia pelajaran yang bagus ,jangan terlalu membanggakan keluargamu, karena mungkin ada orang lain yang lebih kuat darimu" kata Lin Tian sambil menyentuh kepala Chu Haoyang.
Lalu Lin Tian mendekat ke telinga Chu Haoyang ,berbisik pelan..
"Itulah akibat dari kamu melihat wanita di sebelah ku dengan tatapan mesum mu" kata Lin Tian.
__ADS_1
Ternyata Lin Tian sangat marah karena Chu Haoyang melihat Mu Xuanyin dengan tatapan penuh napsu,itu membuat Lin Tian tidak suka dan penuh dengan amarah.
Chu Haoyang yang mendengar itu tercengang dan hanya bisa mendesah dalam hatinya.
"Apa, karena itu kamu memukulku seperti itu?" fikir Chu Haoyang dalam hati, tapi dia tidak berani berbicara di depan Lin Tian, takut dia di pukuli lagi olehnya.
Selang tidak jauh dari tempat kejadian,ada seorang penjaga melihat kejadian itu,lalu melapor kepada kesatria keamanan kota tentang hal disini,...
Tak berselang lama saat Lin Tian selesai dengan Chu Haoyang sebuah pasukan berjumlah lima puluh orang dengan kuda dan berpakaian besi serta senjata lengkap datang ke tempat itu.
Orang-orang di sana yang merasa ingin tau apa yang akan terjadi kepada pemuda dan rombongan itu.
Penjaga yang melihat Chu Haoyang yang terluka itu merasa aneh lalu berkata kepada Lin tian.
"Nak, apa kamu yang memukul orangi ini dan yang lainnya seperti ini?" tanya pemimpin penjaga itu.
"Iya,tentu aku memukul orang itu, kamu boleh bertanya pada orang-orang disini" jelas Lin Tian jujur.
Orang-orang disana merasa kagum sekaligus juga terkesan dengan keberanian dan ketenangan Lin Tian itu.
"Bagus, kalau begitu tolong beri alasan kenapa kamu memukul mereka seperti ini?" tanya dia lagi.
"Oh, apa itu?" kapten penjaga itu menjawab dengan mengerutkan keningnya
"apa yang akan di lakukan jika ada seorang putri kerajaan di hina dan di tatap dengan mesum oleh laki-laki ?" tanya Lin Tian.
"tentu, kami akan menggantung atau membunuh nya karena itu sama dengan menghina raja kami dan kerajaan kami" jelas penjaga, walau dia tidak mengerti kenapa pemuda itu menanyai dia tentang itu.
dia tetap menjawab dengan tenang,dan juga dia tidak berani meremahkan pemuda di depan dia ini melihat sikap tenang nya disini.
"nah, ini baru penjaga yang di sebut kesatria, aku suka itu.." jelas LinTian memuji kapten kesatria dengan jempol.
"lalu kenapa kalian tidak memberi hormat kepada wanita itu? " tanya Lin Tian menunjuk Wu Xin yang hanya berdiri diam di sana melihat mereka.
"kamu, apa maksud mu dengan kami harus berlutut ke wanita itu" jawab Chu Haoyang yang sedari tadi diam sekarang berbicara karena ada kesatria penjaga disini.
"Hm, dasar tidak tau yang baik dan buruk" kata Lin Tian menggelengkan kepalanya.
Lalu Lin Tian berbalik dan menatap Wu Xin dan Wu Kong.
__ADS_1
"Aku tidak ikut campur lagi, kemarahan ku sudah cukup, selanjutnya urusan kalian, aku juga tidak ada hak ikut campur dengan kerajaan kalian berdua" jelas Lin Tian,lalu diam mundur dan berdiri di samping Mu Xuanyin.
"Baiklah.." Wu Xin mengangguk.
Wu Xin menatap pemimpin kesatria penjaga itu degan hanya tatapan diam saja, pemimpin kesatria itu sudah tercengang dan bahkan tidak tau apa yang ada di fikiran dia, orang-orang yang melihat tingkah aneh pemimpin kesatria itu terkejut.
"Kenapa diam saja?" tanya Wu Xin kepada kapten kesatria itu.
Lalu kapten itu tersadar buru-buru turun dari kuda, dan datang di depan Wu Xin dan Wu Kong sambil berlutut.
"Salam kepada putri dan pangeran Wu .." kata kapten itu.
Lalu para bawahan nya juga ikut turun dan berlutut memberi hormat kepada Wu Xin dan juga Wu Kong.
"Salam kepada putri dan pangeran Wu "
teriak para bawahannya serentak.
Orang-orang disana yang mendengar hal itu merasa kaget ,lalu buru-buru berlutut dan memberi hormat kepada Wu Xin.
"Salam putri dan pangeran Wu "
Lalu baru mereka semua sadar, bahwa pria yang dari tadi ingin di bunuh dan wanita yang ingin di bawa oleh Chu Haoyang adalah pangeran Wu dan juga putri dari kekaisaran Wu sendiri, sungguh memalukan bagi kerajaan mereka.
Dan bahkan ada yang merasa kasihan kepada Chu Haoyang, setelah ini dia harus menjelaskan semua itu kepada sang raja, kemungkinan hidup Chu Haoyang akan sangat menderita.
"Oh, bagus kamu tau, jadi aku tidak perlu mengeluarkan lencana ini" kata Wu Xin sambil memainkan lencana bertuliskan karakter Wu di tangannya.
"Putri bercanda, siapa bilang aku tidak tahu sosok putri" kata kapten itu.
tentu dia tahu tentang putri ini,walaupun dia memakai cadar menutupi wajahnya, dia tentu mengingat aura purti dan juga pangeran Wu Kong dia juga sudah melihat sebelumnya orang ini.
"bagaimana mungkin, mereka berdua.." Chu Haoyang sudah ketakutan dari tadi, dia merasa keringat dingin di seluruh tubuhnya,seorang putri, dan pangeran ..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1