
Arena disana hancur seketika dan sesosok dengan wajah yang tidak di kenal menyerang murid-murid yang berada di dekatnya dengan cukup kejam.
BOOMM..
BOOMM..
"Ah!" teriakan para murid dan muntah darah di arena langsung membuat wajah para pemimpin berubah dan bersiap untuk membantu Murid mereka.
"Tunggu!" ucap Bing Yang mencegah mereka turun.
"Kenapa kamu menghalangi kami?" tanya salah satu oemimlin disana.
"Dia adalah anak nakal itu, jadi biarkan saja pemuda-pemuda ini sedikit agak merasakan apa itu sakit" ucap Bing yang sambilt erasnyum.
Dia tahu kalau orang yang di arena itu adalah Lin Tian yang sedang menyamar, tentu Lin Dong dan dua kaisar lain jug tahu siapa pemuda di arena itu.
"Hei... mari kita nonton dan lihat" ucap tetua agung suku es sambil tersenyum.
Lalu yang lain juga duduk kembali sambil melihat ke arena itu, mereka ingin lihat bagaimana reaksi para murid-murid mereka nanti.
"Siapa kamu?" ucap seorang pemuda dengan pakaian mewah, jelas dia adalah salah satu jenius dari suku naga karena ada token simbol di pinggang nya melambangkan suku naga.
"Siapa aku? apa kalian perlu tahu? Yang jelas aku kesini ingin melihat seberapa kuat jenius dunia dewa ini" ucap Lin Tian sambil tersenyum.
"Sial! jangan terlalu sombong, aku akan membunuhmu!" ucap seorang pemuda dengan kekuatan di alam raja tingkat ke tiga.
Semua pemuda disana tersenyum melihat pria yang maju itu karena mereka jelas tahu bahwa pria itu berasal dari sekte kegelapan yang memuja dewa kegelapan.
Dan juga dia di katakan sebagai salah satu anak kebanggaan di sekte kegelapan, mereka pasti yakin kalau pemuda ini akan kalah di tangan murid sekte kegelapan tersebut.
BOOMM..
__ADS_1
"Ugh!" tak seperti harapan generasi muda itu, malah jauh di luat harapan mereka karena pemuda dari sekte kegelapan tersebut bahkan belum mendekat tapi sudah terlempar jauh dengan darah keluar terus menerus dari mulutnya.
"Cih! lemah sekali, ayo kalian maju sekaligus!" ucap Lin Tian dengan sombong, tentu dia ingin melihat reaksi dari generasi muda ini karena menurut dia kebanyakan dari mereka hanya sombong di luar tapi mereka takut di hatinya.
"Tuan jangan terlalu sombong hanya karena bisa mengalahkan dia, perkenalkan aku adalah Zu Hi dari sekte cahaya aku akan melawan mu" ucap perempuan bernama Zu Hi di tingkat ke delapan alam raja.
"Oh! alam raja tingkat kedelapan umur Tiga puluh lima tahun lumayan bagus" ucap Lin Tian sambil mengangguk.
Mendengar itu wajah Zu Hi sedikit mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka kalau pemuda ini masih sombong di hadapannya yang berada di alam raja tingkat kedelapan.
Apalagi dengan dia yang bisa terbilang juga cantik tapi pemuda ini tidak sedikitpun tergoda akan kecantikan yang dia punya.
"Cambuk cahaya!" ucap wanita itu sambil menyerang Lin Tian dengan senjata seperti cambuk.
BOOMM...
"Inilah akibat dari merendahkan kami generasi muda" ucap Zu Hi dengan tersenyum bangga melihat kalau Lin Tian tadi telah hancur oleh serangannya.
Bahkan generasi muda lain dengan bangga tersenyum melihat apa yang terjadi kepada Lin Tian.
"Mereka memang terlalu cepat puas diri" ucap salah satu pemimpin sekte cahaya dengan tak berdaya memandang murid nya itu.
Yang lain juga dengan wajah sedih memandang semua Murid-murid mereka, bukan karena mereka tidak menyukai murid mereka, tapi karena dunia dewa sekarang sudah mulai dalam kekacauan jadi sikap seperti itu tidak di perlukan lagi.
Yang di butuhkan adalah bibit yang benar-benar bisa di andalkan untuk masa depan nanti, para pemimpin itu juga tahu jika bahaya mendekat mereka harus berada di garis depan saat itu mereka semua belum tentu kembali hidup-hidup.
Jadi adakala nya generasi tua ini hanya mengharapkan penerus yang benar-benar bisa di andalkan.
"Kalian terlalu cepat puas!" ucap salah satu murid dari sekte langit.
mendengar hal itu wajah semua orang sedikit tidak senang, bahkan Zu Hi pun juga menatap pemuda itu dengan wajah yang sangat jelek.
__ADS_1
"Apa maksud mu kami cepat puas?" tanya Zi Hi dengan marah.
"Lihat lah ke langit!" ucap pemuda sekte langit itu sambil mengejek Zu Hi, bukan hanya pemuda itu bahkan dua puluh murid sekte langit memandang wanita itu dengan tampang menghina.
"Kau! seorang yang hanya di alam raja tingkat ketujuh berani menghina ku?" ucap Zu Hi dengan nada marah.
"Orang yang arogan dan tak tahu tinggi nya langit.!" ucap seorang wanita cantik yang sangat muda bahkan umurnya mungkin belum genap tujuh belas tahun.
Dan di belakangnya ada dua wanita cantik lagi yang berdiri dengan tenang dan wajah yang acuh memandang orang-orang disana.
Tentu melihat tiga kecantikan yang tiba-tiba muncul itu membuat Zu Hi iri dan membenci ketiganya, pasal nya tidak hanya cantik kekuatan ketiga gadis itu pun bisa di bilang hampir tidak kalah dengan dia apalagi umur nya terpaut sangat mudah di banding dia.
Tentu ketiga gadis itu adalah Lin Jia Li, Lin Lin dan Lin Lu'er, ketiganya telah berubah dari gadis kecil yang manis menjadi tiga gadis kecil yang cantik dan kekuatan Lin Lin juga berada di alam raja tingkat kelima, sedangkan Lin Jia Li berada di tingkat ke enam dan Lin Lu Lu'er lah yang paling tinggi di antara mereka berada pada tingkat ke delapan.
"Salam Nona muda!" ucap para murid sekte langit dengan hormat kepada ketiga wanita tersebut karena mereka tahu Lin Jia Li bukan hanya nona muda mereka tapi juga adik dari Lin Tian tuan muda dari sekte langit mereka dan juga tuan muda sekte seni beladiri.
"Kamu lihat ke langit! pemuda itu sedang mengejek mu sambil meminum anggur di langit" ucap Lin Jia Li ke langit.
Semuanya sedikit aneh tapi mereka tetap melihat ke arah yang di tunjuk oleh Lin Jia Li, benar saja pemuda tadi yang mereka fikir mati masih berdiri dengan wajah santai dan sedang asyik meminum anggur yang ada di tangannya.
"Hei... ada beberapa orang yang memiliki mata dan juga fikiran yang pintar, tidak seperti orang-orang yang hanya sombong dan tidak tahu betapa tinggi nya langit" ucap Lin Tian sambil mengejek semua generasi muda itu.
"Apa katamu? kami tidak punya otak begitu? apa kamu tahu bahwa kami adalah generasi muda terbaik di seluruh dunia biru?" ucap Zu Hi dengan wajah yang marah.
"Generasi muda yang kuat? kalau begitu cobalah tahan tekananku ini!" ucap Lin Tian.
BOOMM....
BOOMM....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...