
"Aku tidak menyangka kalau kalian juga telah mempersiapkan semua nya tapi kalian akan mati duluan sebelum semuanya selesai" ucap dewa kehancuran menyerang.
"Awas!" ucap Lan Dan berdiri di depan Lan jingyi.
BOOMM...
BOOMM..
Ke empat kepala keluarga yang berada di alam dewa ilahi tingkat tinggi tahap menengah bertarung melawan dewa kehancuran dengan sekuat tenaga mereka.
Dan semua pasukan mereka juga bertarung dengan pasukan dari dewa kehancuran di atas kerajaan itu.
Melihat kekacauan dari arah istana wajah semua rakyat berubah menjadi cemas, mereka jelas kalau ke empat keluarga telah mulai melawan dewa kehancuran.
BOOMM...
"Hahaha...! kalian terlalu lemah, ayo lagi" ucap dewa kehancuran dengan wajah yang bahagia.
"Sial! pedang hancurkan!" ucap Kepala keluarga Gu.
BOOMM...
Ke empatnya terus bertarung di langit, dan melihat pertarungan itu pun semua orang di kota menatap nya dengan tangan terkepal.
"Apa kita akan Diam memandang semua ini?" tanya salah satu orang kota kepada yang lainnya.
Tentu mereka semua juga adalah kultivator, karena di alam langit semua orang itu tidak ada yang manusia biasa karena sejak lahir mereka sudah memiliki kekuatan sendiri meski ada yang lemah tetap mereka masih seorang kultivator.
"Pemuda itu?" seorang pria tua memandang Lin Tian yang sedang bertarung dengan tetua agung.
Topeng yang dia ingat dan pemuda yang tersenyum kepada nya hari itu, wajah pria tua itu bergetar dengan kuat.
"Semuanya meski pun kita harus mati, tapi kita harus membela alam kehancuran ini, jika dewa kehancuran terus berkuasa maka anak, cucu dan keturunan kita yang lain tidak akan pernah bisa hidup bahagia!" ucap pria tua itu dengan semangat juang tinggi.
Yang lain saling pandang memang benar jika mereka tidak berkorban maka anak dan cucu mereka pasti akan merasakan hal yang sama dengan mereka.
"Berjuang!" ucpa pria tua itu.
"Berjuang!" ucap seluruh rakyat disana, mereka terbang dan menyerang seluruh pasukan dari keluarga San dan kerajaan.
Tentu melihat bantuan dari rakyat para pasukan dari keluarga besar dan keluarga kecil pun tersenyum, bersama-sama mereka bertarung untuk bisa membuat alam kehancuran ini lebih baik lagi meski nyawa mereka taruhan atas semua yang akan mereka lakukan itu.
BOOMM..
"Sial! bagaimana bisa begini?" ucap tetua agung yang terpisah dari Lin Tian, dia memandang banyak rakyat alam kehancuran yang ikut dalam perang ini membuat wajah nya sangat jelek.
"Kamu tidak tahu, hati setiap orang di alam kehancuran itu sama meski pun cara mereka berbeda! dan kami sebagai orang luar tidak akan bisa melakukan apapun seenaknya" ucap Lin Tian dengan tersenyum.
"Apa yang kamu tahu? sekarang keluarga besar sedang dalam masalah juga dan sebentar lagi empat leluhur kalian juga akan mati, dengan mereka masih terluka apa yang dapat mereka lakukan?" ucap tetua agung dengan marah kepada Lin Tian.
__ADS_1
"Terluka? apa kamu yakin?" ucap Lin Tian lalu dia memandang ke arah rumah keluarga Lan yang jauh.
Wajah tetua agung berubah, dia juga melihat ke arah rumah keluarga Lan dan benar saja hatinya yang sudah terguncang tadi pun berubah menjadi sesak serta hampir membuat dia memuntahkan darah.
Dia sebagai dewa surgawi tentu bisa melihat kalau perang juga terjadi di rumah keluarga Lan dan di langit leluhur keluarga Lan masih terlihat baik-baik saja dan sedang bertarung dengan orangnya.
"Sial! kamu! ini ulahmu lagi?" ucap tetua agung dengan marah.
"Hei..!" Lin Tian yang baru saja tersenyum segera serius melihat tetua agung menghilang dan muncul di depannya.
BOOMM...
BOOMM...
Keduanya langsung berperang di langit dengan menggunakan pedang di tangan mereka, sekarang jelas kalau tetua agung sudah sangat marah dengan Lin Tian.
"Bukan kah itu curang jika langsung menyerang seperti itu?" ucap Lin Tian meski dalam pertarungan dengan tetua gaung
"Diam kau..diam!" ucap tetua agung dengan marah menyerang Lin Tian.
BOOMM...
Di rumah keluarga Lan....
"Bagaimana bisa kamu pulih?" ucap pria berpakaian hitam dengan gambar naga.
BOOMM....
BOOMM...
Di rumah keluarga Yan, Ju, dan juga Gu seperti itu semua leluhur keluar dan bertarung dengan musuh mereka di bantu dengan orang-orang yang di tinggal di rumah mereka.
"Sial! bagaimana semua rencana kami gagal?" ucap dewa kehancuran dengan marah memandang keadaan mereka sekarang.
BOOMM...
"Hahaha.... itu karena kamu terlalu puas diri selama ini" ucap Kepala keluarga Yan menghapus darah di mulutnya.
Meski ke empatnya terluka mereka hanya dapat terus bertahan melawan serangan dari dewa kehancuran, karena kekuatan mereka jauh berbeda dari dia.
"Sial! pedang hancurkan semuanya!" teriak dewa kehancuran.
"Sial! saudaraku mari bertahan dari serangan ini!" ucap Kepala keluarga Ju.
"Tentu!" ucap ketiga nya.
Lalu mereka mengeluarkan semua energi mereka membuat penghalang untuk menahan serangan pedang dewa kehancuran itu.
"Ayah?" ucap Lan jingyi yang sedang bertarung degan salja satu dewa ilahi tingkat rendah dari keluarga San.
__ADS_1
BOOMM....
"Ugh!"
BOOMM...
BOOMM..
"Ke empatnya berhasil menahan serangan kuat dari dewa kehancuran tapi mereka terluka parah karena menahan serangan itu juga.
"Hahaha... kalian telah kalah! meski pun aku tidak tahu dari mana kalian bisa mengetahui semua rencana kami tapi tetap kalian akan mati disini" ucap Dewa kehancuran dengan bahagia.
"Sial!" ucap kepala keluarga Yan.
"Uhuk..uhuk..!" Lan Dan juga terbatuk darah karena terluka parah dalam organ nya sendiri.
"Ayah!" Lan jingyi muncul di depan Lan Dan dan segera membantu dia berdiri.
"Nak! cepat pergi, kami tidak bisa bertarung jika kamu disini" ucap Lan Dan dengan wajah pucat kepada Lan jingyi.
"Tidak! aku tidak akan pergi! aku akan melindungi mu ayah" ucap Lan jingyi dengan wajah sedih.
"Jangan bersedih, ini sudah tugas kami sebaga kepala keluarga, benarkan saudaraku?" ucap Lan Dan melihat ke tiga lainnya.
"Hahaha.. tentu saja benar" balas kepala keluarga Yan, serta dua lain nya juga mengangguk setuju.
"Iya, sayang nya meski begitu kalian akan mati dengan nama kepala keluarga besar" ucap Dewa kehancuran yang sudah bersiap menyerang mereka lagi.
Pedang dewa kehancuran sudah berubah menjadi gelap, dan di dalam kegelapan pedang itu ada bentuk tengkorak yang hidup seperti berharap bisa bebas dari pedang tersebut
"Pedang ini bernama Pedang tengkorak, telah menelan banyak tubuh makhluk hidup serta tulang mereka, sekarang kalian dapat mati di pedang ku ini" ucap dewa kehancuran.
"Tidak akan ku biarkan!" ucap Lan jingyi mengangkat pedang nya.
"Hahah.. mati lah! Tengkorak menelan daging!" ucap dewa kehancuran.
Rrrrrrrahhahaha....
"Nak!" ucap Lan Dan yang berdiri di depan Lan jingyi di ikuti oleh tiga lainnya.
"Hais... sungguh makhluk yang jahat!".
BOOMM....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1