
BOOMM....
seluruh area di sekitar serangan itu penuh dengan kekuatan menyebabkan daerah disana gelap dan tidak dapat melihat apa yang terjadi..
setelah beberapa saat gela menghilang,hanya menyisakan asap dan darah yang berjatuhan...
"hahahaha.....sekarang kamu merasakannya,mati-mati semua harus mati" teriak leluhur Cao.
"saudari..." Wu Xin jatuh berlutut di tanah..
dia bahkan tidak dapat menahan air mata dari dia.
"saudara An.." bakan Du Zunci dan Du Zi juga merasa sedih..
bagaimana tidak walau mereka baru kenal sedikit dan bertemu sekali tapi dia telah menolong ayahnya dan menyelamatkan diri dia dari bahaya...
"sial.." wali kota menggerakkan tangan nya dengar erat..
bahkan leluhur Du juga tidak bisa berkata apa melihat itu,sekarang hanya tersisa dia dan wali kota unuk mencegah leluhur Cao.
tapi mereka juga sudah terluka tidak mungkin sanggup melawan leluhur Cao yang sudah seperti monster berwajah manusia itu.
"hahaha... kalian akan jadi makanan ku,jangan bunuh mereka atau tinggal kan tubuh mereka untuk makanan kita" perintah leluhur Cao.
"kenapa terburu-buru,dan cepat bahagia itu tidak baik loh.." sebuah suara muncul di dalam kabut tadi.
wiss...
kabut menghilang memperlihatkan Lin Tian yang masih menggendong wanita di pangkuannya..
"kamu tidak mati.." teriak leluhur Cao.
"lah,kenapa aku akan mati ?" Lin Tian tersenyum sedikit.
tadi dia menahan serangan leluhur Cao menggunakan kekuatan melahap,menyebabkan energi gelap itu di telan oleh lubang hitam,lalu karena kekuatan yang datang terlalu kuat dan juga dia hanya bisa menahan kekuatan di tahap setengah ilahi,jadi dia terpaksa menahan dan seperempat dari kekuatan itu meledak..
dia pun menggunakan jimat pelindung melindungi dri nya dan wanita itu..
wanita Mu yang melihat semua itu juga kaget,kekuatan semacam itu dapat di tahan oleh pemuda ini dengan mudah,bahkan walaupun dia tidak tau itu apa...
tapi dia dapat merasakan kekuatan aneh dari lubang hitam tadi ..
"cukup kuat tapi tidak cukup
." kata Lin Tian sambil tersenyum
"bagus.." wali kota yang melihat itu merasa bahagia dan para warga kota disana juga merasa senang..
"saudari" Wu Xin juga senang meliha saudari nya masih hidup.
"hahaha..saudara An,hebat..ayo kalah kan dia" teriak Du Zunci.
"bunuh..bunuh Yimo itu.."
banyak orang berteriak pada Lin Tian untuk membunuh leluhur Cao beserta keluarga Cao yang tersisa.
"hahaha...tidak masalah tapi berapa banyak serangan yang dapat kau tahan" kata leluhur Cao.
"tidak..aku akan menyerang sekarang,aku sudah memberi mu kesempatan tadi" kata Lin Tian sambil tersenyum.
"bisa berpegangan sebentar,hanya sebentar" katain Tian.
"iya.." wanita itu mengangguk dan menurut saja memegang leher Lin Tian .
tapi saat dia merasakan dada laki-laki itu dan juga kenyamanan di lindungi seperti ini membuat sesuatu rasa yang aneh muncul dalam dirinya..
"baiklah mari kita selesaikan" kata Lin Tian.
__ADS_1
dia menarik pedang di pinggang ,lalu mengarahkan kepada leluhur Cao.
"saat nya untuk mengirim mu " kata Lin Tian.
"jangan sombong nak" .
"oh ,iya kah..kita akan lihat."
lalu Lin Tian mengangkat pedang nya keatas...
Boom..BOOMM....awan gelap muncul di kepala Lin Tian.. banyak energi dari awan itu bersatu dan menuju ke pedang di tangan Lin Tian..
"maaf ini adalah serangan ku semoga beruntung.." kata Lin Tian.
lalu energi itu membentuk seekor naga petir yang turun dari awan gelap itu,dia berputar-putar sekitar Lin Tian.
ROARRRRR....
semacam suara keluar dari naga petir .
"serangan apa ini,kekuatan yang luar biasa" teriak leluhur Du.
"aku tidak tau,bahkan kekuatan seperti itu membuat ku bergetar.." kata wali kota.
"ini" melihat naga petir yang mengelilingi dia menyebabkan wanita Mu itu juga kaget.
"setidaknya ini adalah seni bela diri suci.." kata Wu Xin dengan kaget..
senibeladiri seperti itu bahkan dia tidak dapat menggunakannya walaupun ada di sekte es.
"seni bela diri suci?" bahkan orang-orang disana tercengang..
"apa..tidak mungkin" leluhur Cao kaget dan jantung nya sudah berdetak melebihi batasnya.
dia bisa merasakan ancaman dari naga petir itu,bahkan dia merasa seperti bahkan jiwanya tidak akan tersisa jika terkena serangan itu.
"sial..aku harus lari.." kata leluhur Cao.
"kemana mau pergi..?" tanya Lin Tian.
Lin Tian membentuk penghalang di sekitar kota Apung jadi mereka tidak bisa lari termasuk leluhur Cao.
"apa? kau..kau.seorang master array?" melihat array di depannya menyebabkan dia bahkan lebih kaget.
"apa itu mengejutkan?" tanya Lin Tian.
"kau..aku akan mati bersamamu.." akhirnya dia tidak tahan dan menyerang maju dengan kekuatan penuhnya..
"seekor kucing yang tidak mendapatkan makanannya seperti itulah,terburu-bur" kata Lin Tian.
Bai kecil uang mendengar itu merasa harga dirinya terjatuh dan berteriak di dalam hatinya.
"sial kucing ini adalah mulia bagaimana bisa di samakan dengan Yimo itu." .
"mati.." teriak leluhur Cao.
"kamu duluan saja orang tua.." kata Lin Tian.
"the lightning dragon crushed the demon" teriak Lin Tian dengan serius.
ROARRRRR...
naga petir bergerak menuju leluhur Cao,melihat itu leluhur Cao langsung merasa takut bahkan kematian ..
iya kematian ini adalah sebuah kematian nyata baginya.
"tidak......tidak mau.." teriakan terakhir leluhur Cao..
__ADS_1
BOOOMMMMM...
ROARRRRR...
naga itu menelan leluhur Cao dan leluhur Cao pun hancur berkeping-keping di dalam naga petir itu..
bahkan rohnya mungkin tidak bisa berenkarnasi....
Roaarrrr...
naga petir perlahan menghilang dan langit kembali menjadi cerah..
"kita menang.." salah satu seniman beladiri berbicara tidak percaya.
"iya kita menang..hahahaha..."
"kita menang.." teriak orang-orang disana.
"huf.." wali kota dan leluhur Du merasa lega dan bahagia..
"jangan senang dulu,bunuh dan hancurkan sisa keluarga Cao,jangan tinggalkan satu pun.." kata Lin Tian.
teriakan Lin Tian membuat mereka sadar dan langsung mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat dari tubuh mereka.
"bagus..semua bunuh..tidak boleh ada yang tersisa.."
"bunuh.."
"bunuh.."
semua seniman beladiri dan keluarga besar dari kota Apung berteriak dan maju membunuh sisa-sisa keluarga Cao.
"agh.." teriakan satu persatu keluarga Cao terdegar tapi tidak ada yang merasa kasihan kepada mereka...
mereka terus maju menuju keluarga Cao dan membasmi seluruh orang-orang di sana..
melihat itu Lin Tian tidak repot-repot ikut dengan mereka,hanya mereka pasti bisa menyelesaikan semuanya..
"huf..akhirnya selesai.." Kata Lin Tian.
"bisakah kamu menurunkan aku" suara perempuan terdengar dari pelukannya.
"ups..aku lupa,ayo kita turun" jelas Lin Tian.
lalu dia membawa perempuan itu turun ,dari arah lain Wu Xin datang ke tempat mereka turun..
"saudari Mu.." teriak Wu Xin.
bukan hanya Wu Xin tapi leluhur Du,Du Yun ,Du Zunci,Du Zi,Li rong,wali kota juga datang ke sisinya.
"saudari.." melihat saudari nya di gendong oleh laki-laki mebust dia aneh dan berhenti memanggil.
"ada apa nona? kamu tidak turun" kata Lin Tian sambil tersenyum.
"oh.iya.." kata wanita Mu itu.
lalu perempuan Mu melihat Wu Xin datang tapi hanya berdiri diam membuat dia sedikit malu...
memang dia agak terpana melihat wajah Lin Tian tadi sedikit.
tapi setelah itu dia mencoba untuk tenang kembali dan tatapan dingin yang biasa keluar dari wajahnya..
"saudari kamu baik-baik saja?" tanya Wu Xin.
"tidak apa-apa hanya luka sedikit istirahat beberapa hari bisa sembuh.." balas perempuan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...