Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
325. Lin qi'er Marah


__ADS_3

Di belakang Feng'er ada Jiang Yi, Lu Lu mengejar Bai kecil dan Bing Zhao dengan wajah penuh kesal.


Apalagi Jiang Yi, dia menemukan Bing Zhao di tempat hiburan tentu dia sangat marah, itu pun karena Feng'er bisa merasakan dimana Bai kecil berada.


Makanya ke tiga wanita itu dapat mengejar dua berandalan itu, tapi Bai kecil tidak berhenti malah semakin cepat.


"Hei, kenapa kita tida berhenti? mereka mengatakan akan mengurangi hukuman kita bukan?" ucap Bing Zhao yang duduk di punggung Bai kecil.


"Sial, jangan percaya, saudara ku tidak tau bagaimana kejam nya wanita saat marah, bahkan mereka tidak akan peduli jika kita tersiksa selama mereka bahagia" ucap Bai kecil yang sudah berpengalaman.


"Kalau begitu cepat, lebih cepat, kota harus menghindar untuk hari ini, baru besok kita kembali lagi" ucap Bing Zhao yang sudah dapat membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya jika di tangkap.


SWISSSS....


Bai kecil dengan cepat menambah kecepatannya tanpa melihat ke belakang, mereka bahkan hampir sudah jauh dari sekte langit.


"Kalian meminta nya,!" teriak Feng'er kesal.


Dua sayap api muncul di punggung Feng'er, dengan kesal dia tak menunggu lagi dan meninggalkan Lu Lu dan Jiang Yi di belakang.


Swissh..


"Sial aku lupa Feng'er adalah burung Phoenix" ucap Bai kecil dengan kesal, Bing Zhao juga melupakan hal itu.


"Cepat...cepat...!"


"Jangan coba lagi!" ucap Feng'er yang tidak jauh dari mereka, dia melemparkan jimat ke arah Bai kecil dan Bing Zhao.


Sesaat jimat itu dengan cepat muncul di atas kepala keduanya, dan sebuah rantai emas muncul dari dalam jimat tersebut.


"Cepat!" teriak Bing Zhao, tapi sayang nya rantai itu sudah menyebar dan mengikat kedua berandalan itu.


Kring..


Keduanya terikat dengan erat oleh rantai yang muncul dari jimat tadi, keduanya juga jatuh ke tanah dan membuat goncangan besar di sana.


BOOMM....


"Kalian berani kabur lagi?" ucap Feng'er dengan senyum menakutkan.

__ADS_1


"Tidak nona, salah tidak dewiku" ucap Bai kecil yang telah kembali ke wujud kucing, dia tadi berfikir dengan kembali mengecil kemungkinan bisa kabur tapi ternyata rantai ini mengikat dia dan Bing Zhao dengan erat.


"Bagus saudari Feng'er" ucap Lu Lu yang tadi tertinggal di belakang, dia datang bersama Jiang Yi.


"Bagus, kalian berdua bersiap menerima hukuman, ayo bawa kembali keduanya ke sekte" ucap Jiang Yi.


"Iya! tapi Bai kecil hukuman nya nanti kakak ipar Mu yang menentukan" ucap Feng'er.


"Oh, kalau begitu baik, Bing Zhao biar aku yang membawanya" ucap Jiang Yi.


"Tidak!!!!!!!!" teriak kedua berandalan dengan suara sampai membuat seluruh daerah disana kaget.


......................


"Raja!" ucap jenderal bertopeng yang tengah berlutut di depan aula besar.


"Bangun jenderalku" ucap pria paruh baya yang duduk di atas kursi yang paling tinggi disana.


Dia adalah Raja Yimo atau setan, yang juga ras dari lima dewa yang pernah bertarung dengan Lin Tian, di tempat itu sudah banyak berkumpul para jenderal serta master sekte array dan beberapa tetua sekte array.


"Bagus, kalian pasti tau kalau sekte langit telah menyembunyikan kekuatan asli mereka kepada dunia, bahkan aku pun cukup kaget dengan itu" ucap raja Yimo.


"Iya benar raja, kami ternyata salah selama ini, apalagi soal raja tombak adalah Bing Zhao tuan muda dari sekte langit" ucap jenderal jiwa.


"Masalah itu tenang saja, mereka kuat tapi tak sekuat kita, selama penguasa dunia ini belum ada kesempatan menang kita jauh lebih tinggi dari mereka" jawab Raja Yimo dengan senyum penuh percaya diri.


Semua orang di aula juga setuju selama penguasa dunia biru tidak ada maka kemenangan mereka sudah di pastikan, tapi hanya jenderal bertopeng yang hanya diam dari tadi, bahkan raja Yimo dengan yang lain tidak tau bagaimana wajah di balik si jenderal bertopeng.


"Jalan kan sesuai rencana, mereka pasti masih mencari dimana kita berada" jelas raja Yimo.


"Iya!"


......................


Di sekte langit, puncak rumah Lin Tian....


Lin Tian kembali ke rumah dengan membawa Mu Xuanyin bersamanya, tentu Lin qi'er sangat menyambut Mu Xuanyin, bahkan setelah dia melihat Mu Xuanyin datang dia menarik Mu Xuanyin masuk dan melupakan Lin Tian yang masih berdiri di pintu rumah.


"Ais... kenapa seperti nya ibu melupakan ku" ucap Lin Tian sedih.

__ADS_1


"Tenang nak! dan nanti persiapkan dirimu!" ucap Lin Hou dengan menepuk pundak Lin Tian.


Lin Tian bingung dengan tingkah laku ayahnya yang tiba-tiba ini, tapi dia tidak terlalu memikirkan, dia langsung masuk ke rumah bersama Lin Hao.


Tapi saat dia berada di dalam, dia melihat Lin qi'er duduk seperti sedang menunggu dirinya, Lin Tian tiba-tiba merasakan firasat buruk.


"Nak! kesini!" ucap Lin qi'er dengan keras.


"Ini...?" Lin Tian semakin bingung tapi dia tetap mendekati Lin qi'er, Mu Xuanyin pun sudah melihat Lin Tian dengan senyum di wajahnya.


"Berlutut!" ucap Lin qi'er.


"Eh?"


"Berlutut!" teriak Lin qi'er marah.


Lin Tian yang melihat ibunya marah lagsung berlutut, takut membuat Lin qi'er semakin marah, setelah dia berlutut Lin qi'er mengangguk puas.


"Katakan padaku kamu mendapatkan wanita lain dan melakukan hal jelek padanya? bukan begitu?" tanya Lin qi'er.


'I...ibu itu kecelakaan, aku juga sudah menjelaskan kepada Yin'er" ucap Lin Tian dengan berkeringat dingin.


"Baiklah, kali ini ibu memaafkan mu karena itu ulah Bai kecil, tapi ingat! ini yang pertama dan terakhir, jika kamu melakukan hal kotor lagi ibu tidak segan-segan menghukummu, apalagi kamu telah menyakiti hati Mu Xuanyin, ingat itu!" ucap Lin qi'er dengan wajah serius.


"Siap Bu!" ucap Lin Tian dengan lantang serta wajah yang sangat menyedihkan.


"Sudah bibi, aku memaafkan dia kok, apalagi itu kecelakaan serta jika Lin Tian tidak menolong nya wanita itu bisa mati" jelas Mu Xuanyin dengan wajah lembut menenangkan Lin qi'er.


"Huf...kamu memang gadis yang baik dan murah hati! aku senang Lin Tian memilikimu" ucap Lin qi'er puas.


Lin Hao hanya tersenyum tak berdaya melihat tingkah istri nya itu, tapi untung juga dia adalah orang yang tidak terlalu berandalan jika tidak mungkin Lin qi'er suda mengiris adik kecil nya.


"Aku kembali!" ucap Feng'er yang tiba-tiba muncul di dalam rumah dengan membawa dua kandang yang cukup besar di tangan nya.


"Em, Feng'er datang, apa sudah ada?" tanya Lin qi'er.


"Tenang bibi aku sudah ada!" ucap Feng'er sambil mengangkat kandang besar di tangan kanan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2