Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
Tamu Lin Tian


__ADS_3

Semua pemimpin juga dengan marah menunjuk Lin Tian dan bahkan mereka sangat ingin memukul pemuda di depan mereka ini.


Tapi Bing Yang dan tetua sekte langit hanya tersenyum dan tak memperdulikan apa yang terjadi pada Lin Tian.


Hanya Mu Xuanyin yang agak cemas menatap Lin Tian, dia tidak mengerti kenapa Lin Tian mengatakan hal sombong itu kepada semua orang disini.


"Duduk lah, apa yang aku katakan itu kebenaran" ucap Lin Tian tenang.


"Nak kau!" master sekte es juga agak kesal melihat sikap Lin Tian.


Lin Tian hanya tersenyum dan tak memperhatikan mereka lagi, dia menatap ke arah kerumunan di bawah, "aku akan menjamu tamu, tolong tenang sedikit, ini tamu special hari ini" ucap Lin Tian tenang.


Master sekte lain hampir lepas dari kendali nya karena marah, tapi mereka mencoba untuk menahan setelah mendengar kalau pemuda ini sedang menyambut tamu.


"Nah, Tamuku kenapa kalian tidak keluar, aku menyambut kalian di sekte langit ku" ucap Lin Tian ke arah kerumunan.


Para kerumunan di sana merasa heran dan mereka saling pandang tak mengerti ucapan Lin Tian, bahkan semua pemimpin juga merasa aneh, serta berfikir apa pemuda ini sengaja melakukannya.


Semua nya hanya diam dan tak ada yang menjawab, mereka hanya salin oandang satu sama lain, sebelum cukup lama tiga sosok terbanh ke langit dengan berpakaian serba hitam menutupi tubuh mereka.


Lin Tian tersenyum melihat tiga sosok di langit, dia hanya dengan tenang masih di tempat duduk nya, berbeda dengan yang lain mereka semua mengerutkan kening, karena mereka tak bisa merasakan kekuatan dari tiga sosok di langit itu.


"Hahaha... tuan muda Lin kami harap tak menganggu acaramy" ucap pria di tengah.


"Tentu tidak masalah, kalian adalah tamu kami juga" balas Lin Tian santai.


"Hahaha.. tuan muda Lin memang baik" ucap Pria itu lagi.


"Yah... bagaimana jika kalian membuka tutup kepala kalian, bukan kah tidak sopan berbicara seperti itu sekarang?" ucapin Tian.


"Anda benar tuan muda Lin," balas pria tersebut.


Lalu ketiganya membuka tutup kepala mereka memperlihatkan tiga wajah yang asing di mata semua orang, sala satunya memakai topeng di wajahnya dan dua lainnya hanya seperti orang tua biasa.


"Oh, aku tidak menyangka Jenderal besar sendiri yang berkunjung, aku benar-benar tidak sopan" ucap Lin Tian santai.

__ADS_1


"Apa?" semua orang kaget dengan perkataan Lin Tian, jenderal besar bukan kah berarti mereka itu Yimo? fikir mereka.


Pria bertopeng itu hanya memandang Lin Tian dengan senyum di bawah topeng nya itu, dia tidak kaget Lin Tian tau siapa dia dan dua lainnya, karena Lin Tian bisa merasakan kehadiran mereka maka tentu pemuda itu juga tau siapa mereka.


"Hehehe.. tidak ku sangka tuan muda Lin mengenal kami" ucap Jenderal topeng itu.


"Tentu, salah satu jenderal terkuat julukan jenderal seribu topeng, dan salah satu orang yang berperang membantu raja Yimo saat melawan leluhur sekte langit kami" jelas Lin Tian.


Semua orang disana sudah sedikit ketakutan di wajah mereka dan para pemimpin juga sudah menatap ketiga sosok di langit itu dengan wajah serius.


Aura para pemimpin dan tetua disana juga sudah di lepaskan, mereka sudah waspada dan bersiap untuk menyerang ketiganya, hanya Bing Yang dengan tetua sekte langit yang lain masih memiliki wajah tenang dan masih duduk di bangku mereka tanpa bergerak maupun terkejut.


Sekte master es sedikit merasa aneh dengan sikap mereka tapi tidak terlalu memperdulikan hal itu dia masih menatap ketiganya dengan waspada, dan murid-murid sudah di lindungi oleh tetua masing-masing setiap faksi.


"Yimo berani ke tempat ini apa kalian ingin mati?" ucap master sekte pedang.


Jenderal topeng tak menjawab perkataan master sekte pedang dan hanya menatap Lin Tian, karena orang yang paling dia waspadai adalah Lin Tian yang hanya bersikap santai dan tenang dari yang lain.


"Jadi maaf kami datang tidak di undang kali ini, aku hanya sedikit penasaran dengan generasi muda terbaik kalian" ucap jenderal bertopeng.


"Tidak masalah, bagaimanapun kalian tamu kami juga" balas Lin Tian tenang.


"Hahaha... kami juga memintak maaf tidak membawa hadiah untukmu tuan muda" ucap jenderal besar.


"Tidak apa-apa, bagaimana dengan dua orang di belakang mu tinggal disini?" ucap Lin Tian menunjuk dua orang di belakang jenderal bertopeng.


Mendengar itu jenderal besar agak terkejut tapi Masi tersenyum, "jika anda bisa membuat mereka tinggal kenapa tidak?" balas jenderal bertopeng.


"Oh, kalau begitu terima kasih" ucap Lin Tian.


sesaat atmosfir disana menjadi tegang, dan tak ada yang berani bergerak sedikitpun dari tempat mereka, tapi..


"Aku akan menerima dua hadiahmu" ucap suara di belakang jenderal bertopeng tadi.


Saat semua orang melihat sosok yang muncul di belakang dua orang berjubah hitam itu, mereka kaget dengan gak percaya.

__ADS_1


Karena sosok itu adalah Lin Tian yang tadi masih duduk di bangkunya tapi sudah muncul di belakang kedua orang berjubah hitam.


"Kalian tinggalah untuk hadiah ku dari tuan kalian" ucap Lin Tian.


"Apa?" keduanya terkejut dan bersiap untuk menyingkirkan tangan Lin Tian, tapi anehnya tangan Lin Tian seperti magnet yang menempel sangat kuat tak bisa mereka lepaskan dari pundak mereka.


"Bekukan" ucap Lin Tian.


Tak lama, hawa beku mulai menyebar ke tubuh keduanya dan perlahan mereka menjadi patung es walaupun secara perlahan di bawah pandangan semua orang yang hadir disana.


Crack...


Dan setelah keduanya menjadi bongkahan es Lin Tian menghancurkan keduanya dengan mudah, bahkan jiwa kuat dari tak mereka tak dapat lari dan hanya mati bersama dengan tubuh mereka.


Di mata tak percaya para pemimpin sekte yang melihat itu, mereka merasa seperti bermimpi, di hati mereka juga penuh tanda tanya.


"Seberapa kuat pemuda yang kelihatan tenang ini!" fikir mereka.


Lin Tian tak kembali ke tempatnya dan hanya berdiri di langit saling pandang dengan jenderal bertopeng, dia dan jenderal itu tak berbicara cukup lama.


"Aku tak percaya kalau tuan muda Lin sekuat itu" ucap jenderal bertopeng.


"oh! ya aku juga tak percaya kamu juga bisa setenang itu setelah dua bawahan mu mati" balas Lin Tian.


"Hahahah.... aku sudah bilang jika tuan muda ingin mereka tinggal maka lakukan lah aku tidak keberatan" balas jenderal besar.


"Kalau begitu terima kasih hadiahnya" ucap Lin Tian.


"Hahaha. tidak masalah.."


"Bagaimana jika kita bermain beberapa ronde sebelum kamu pergi?" ucap Lin Tian.


"Oh, apa tuan muda Lin ingin sedikit bermain?" tanya Jenderal bertopeng.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


...----------------...


...****************...


__ADS_2