
BOOMM.....
"Tidak..!" teriak Long Qiao dengan wajah cemas.
"Hahahaha.... akhirnya murid sekte es mati! tugas kita sudah selesai, jangan hiraukan murid sekte langit dan keluarga naga," ucap pemuda bertubuh besar.
"Iya!".
"Kalian fikir bisa pergi setelah memperlakukan saudari-saudariku seperti ini!" ucap sebuah suara wanita yang sangat indah di dengar.
Mendengar suara wanita, semua murid yang bergabung dengan sekte Nether berkeringat dingin, mereka tau siapa wanita yang berbicara barusan.
"Bagaimana mungkin!" teriak pria berbadan besar yang memimpin.
Dia melihat ada seorang wanita yang berdiri di langit, wanita itu lah yang melindungi para murid dari sekte es tersebut.
Melihat wanita itu, Long Qiao tersenyum dan merasa lega, tapi ada beberapa perasaan cemas juga di hatinya.
"Nona Mu, akhirnya kamu datang" ucap Xei We mendekat ke arah Mu Xuanyin.
"Em,!" jawab Mu Xuanyin, dia lalu menatap semua murid sekte Nether yang akan pergi tadi.
Hawa membunuh yang kuat keluar dari tubuh Mu Xuanyin, yang membuat semua murid sekte Nether ketakutan.
Mereka semua tau, ada empat orang yang harusnya tidak mereka singgung di saat berada disini selain Neng Zo.
Mereka adalah Qi Zong, Tang Ling, Yan Lo dan yang terakhir Mu Xuanyin, wanita ini bersikap sangat dingin kepada siapapun, dan mereka yang menyakitinya hanya berakhir dengan kesengsaraan.
Apalagi dia adalah murid dari master sekte es sekarang, statusnya juga membuat dirinya bagaikan wanita yang tak tersentuh oleh semua pria, bahkan Neng Zo yang di katakan generasi muda terbaik juga tidak bisa berkutik saat melawan Mu Xuanyin.
"Apa yang kalian takutkan, di dunia ini kekuatan kita semua sama, jadi jika kita menyerangnya bersama dia tidak akan bisa mengalahkan kita!" teriak pria yang berbadan besar itu.
Mendengar perkataan pria tersebut, semua orang dengan serius menatap Mu Xuanyin, karena apa yang di katakannya benar, mereka memiliki kekuatan yang sama disini.
"Saudari Mu, biarkan aku membantu!" ucap Long Qiao kepada Mu Xuanyin.
"Terima kasih saudari Long, biarkan aku yang mengatasinya!" ucap Mu Xuanyin dengan lembut.
"Tapi...!"
"Baiklah, kami tidak akan menganggu" ucap Xei We mencegah Long Qiao berbicara lagi.
"Em.!" Mu Xuanyin mengangguk, lalu dia terbang ke depan semua murid yang bergabung dengan murid sekte Nether.
__ADS_1
"Serang dia, berani meremehkan kita!" ucap pria itu.
Lalu mereka menyerang Mu Xuanyin secara bersamaan, Mu Xuanyin hanya melihat dengan tenang, tangan kanan Mu Xuanyin menarik pedang yang dia pegang di tangan kirinya.
"Pedang teratai es!" ucap Mu Xuanyin dengan lembut.
Swiss..
pedang itu berayun dengan indah dan lembut, di ikuti dengan gerakan Mu Xuanyin yang sangat cantik, tapi anehnya setiap murid yang dia lewati tidak ada yang bergerak sedikitpun, seperti mereka terpesona oleh gerakan Mu Xuanyin.
Mu Xuanyin berhenti di depan pria berbadan besar itu dengan menatapnya dengan dingin.
"Ka..kalian kenapa diam saja?" tanya pria itu dengan ketakutan.
Tak lama setelah dia selesai berbicara, seluruh tubuh murid itu jatuh dengan berat ke tanah, dengan setiap mata mereka terbuka dengna penuh ketakutan, dan ada rasa penyesalan terlukis di wajah semua murid itu.
"Ba..bagaimana bisa?" ucap pria tersebut dengan ketakutan.
Dia tidak percaya bagaimana bisa wanita ini membunuh semuanya dengan mudah, padahal kekuatan mereka sama disini.
Yang tidak dia tau, Mu Xuanyin telah bertarung dengan banyak monster di dunia pedang yang berbeda sebelumnya, itu membuat dia mendapatkan beberapa terobosan dalam ilmu pedang dan kultivasinya.
Bahkan walau kekuatannya di segel tapi teknik bertarung dia dan murid lain sangat lah jauh berbeda.
Swiss...
Kepala pria itu terbang dan darah seperti air mancur keluar dair potongan kepalanya, bahkan di waktu terakhir dia pun dia masih penasaran dengan apa yang di katakan Mu Xuanyin.
Dia tau bahwa Mu Xuanyin memiliki pria di hatinya tapi sayangnya hal itu tidak dapat dia katakan kepada siapapun sekarang, karena tubuh dan kepala sudah tidak menyatu lagi, kepala dan tubuh pria itu jatuh dengan rasa penasaran dan tak percaya di hatinya.
Mu Xuanyin memasukan pedang kesarung nya, dia lalu berbalik dan pergi melihat murid sekte es yang terluka, dia melihat kalau sekte langit sudah membantu saudari-saudarinya dengan memberikan Pill kepada mereka.
"Saudari Mu!" ucap Wu Xin yang sedang di obati oleh Long Qiao.
Melihat Wu Xin, Mu Xuanyin berjalan ke arah tempat nya, dan saat melihat luka Wu Xin tidak terlalu parah, dia hanya bisa menghela nafas lega.
"Terima kasih saudari Long!" ucap Mu Xuanyin sambil memberi hormat kepada Long Qiao.
"Tidak perlu seperti itu!" ucap Long Qiao sambil menahan Mu Xuanyin yang akan memberi hormat kepadanya.
"Tapi saudari dan saudara dari sekte langit beserta keluarga Long telah menolong saudari-saudariku" ucap Mu Xuanyin.
Mendengar itu Long Qiao mendekat ke telinga Mu Xuanyin sambil berbisik pelan kepadanya.
__ADS_1
"Ayoalah saudari ipar, sepupu memintak kami semua untuk membantu sekte es dan kamu" ucap Long Qiao pelan.
Mu Xuanyin hanya terdiam dan termenung di tempatnya setelah mendengar perkataan Long Qiao, ada sedikit lembab di wajah Mu Xuanyin.
Dia tidak menyangka bahkan Lin Tian akan memberikan perintah seperti itu kepada murid sekte langit dan keluarga Long untuk membantu saudari-saudari nya ini.
"Em, baik!" jawab Mu Xuanyin pelan.
Wu Xin yang melihat keduanya agak dekat mbuat dia sedikit ragu dan penasaran, tapi dia tidak bertanya karena dia masih menyembuhkan dirinya yang terluka.
"Saudari Mu, mari kita cari tempat istirahat!" ucap Xei We yang lebih tenang dari yang lain.
"Iya," jawab Mu Xuanyin.
Yang lain juga tak keberatan dan mengikuti perintah Xei We, mereka pindah bersama ke tempat yang lebih aman dari sana dengan murid sekte langit yang terus mengawasi daerah sekitar mereka, dan beberapa murid sekte dan keluarga Long membantu murid sekte es yang terluka.
Mereka menemukan tempat yang cukup aman di dekat hutan, salah satu murid sekte langit yang bisa memasang formasi, memasang formasi untuk mencegah dari bahaya seperti penyergapan dan serangan monster disana.
Di malam hari nya....
Di depan api unggun, berkumpul Mu Xuanyin, Wu Xin, Xei Wei, Long Qiao dan juga Long hei yang wajahnya terlihat cukup bahagia.
"Apa yang akan kita lakukan?" tanya Wu Xin.
"Kita hanya bisa berjalan bersama sambil mengumpulkan poin untuk menang" balas Xei We.
"Tapi... kita memiliki banyak orang!" ucap Wu Xin bingung.
"Tidak masalah, aku sudah mengumpulkan cukup poin sekarang, jadi kita akan membantu yang lain agar bisa masuk 100 besar." ucap Mu Xuanyin.
Mendengar hal itu mereka mengangguk dan tau kalau mungkin Mu Xuanyin masih di posisi pertama dalam ujian ini, tapi berapa poin nya mereka tidak tau.
"Saudari Mu berapa poin mu?" tanya Long Qiao.
"Em....9000 poin!" ucap Mu Xuanyin saat melihat token yang di peganyna.
"Haaa?"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1