
Di dunia biru...
Sekte langit, dalam aula utama....
"Apa? semua tempat hampir di serang oleh orang luar?" ucap Bing Yang dengan wajah kaget.
"Iya, ini berita dari sekte es, sekte pedang dan sekte Nether wilayah mereka di serang oleh beberapa kelompok yang cukup kuat, terlebih semuanya berada di alam abadi bumi ke atas" ucap Lao Lu dengan wajah juga hampir tidak percaya sebelumnya.
Mendengar hal itu di aula semua orang terdiam, mereka tidak menyangka kalau ada penyerangan dari orang luar yang semua kekuatan mereka berada di alam abadi bumi ke atas, ini sesuatu yang mungkin menjadi bencana dari bencana sebelumnya.
"Tapi.. anehnya orang-orang itu hanya menyerang beberapa tempat saja, dan kebanyakan itu daerah yang terdekat dengan beberapa tempat terlarang atau berbahaya di dunia kita" ucap Lao Lu lagi.
Bing Yang langsung berfikir apa yang mereka cari, dan jelas mereka hanya menyerang beberapa tempat saja dan tidak seperti berencana untuk menguasai dunia biru.
"Apa mungkin mereka mencari sesuatu di dunia kita? tapi itu apa?" ucap Lin Hao dengan wajah serius, hal itu kemungkinan benar karena jika memang mereka ingin menguasai seluruh dunia biru maka mungkin mereka akan ke sekte langit dimana banyak ahli kuat dan juga bisa di bilang pusat kekuatan dunia biru.
"Huf... kita hanya memiliki lima ratus orang di alam abadi bumi, serta dengan aku dan kalian semua yang ada disini di alam abadi langit, dan leluhur yang berada di alam abadi ilahi kemungkinan cukup untuk menghadapi mereka" ucap Bing Yang dengan serius.
"Tidak saudaraku, kemungkinan mereka mempunyai kultivator kuat melebihi alam abadi ilahi ada!" ucap Lao Lu dengan serius.
"Apa maksud mu?" tanya Bing Yang serius, jika apa yang di katakan Lao Lu benar maka dunia biru mungkin dalam bahaya meski mereka tidak berniat menguasai dunia ini tapi jika mereka berniat menghancurkan dunia ini si karenakan tidak menemukan apa yang mereka cari.
"Ingat saat Lin Tian naik, energi atau qi di dunia kita lebih padat dan juga murni dari sebelumnya, dan jelas kalau kecepatan kultivasi kita juga lebih cepat, ada kemungkinan seorang yang lebih tinggi dari alam abadi ilahi akan bisa masuk ke dunia kita" jelas Lao Lu.
Mendengar itu wajah ke semua tetua tingkat tinggi disana berubah, bahkan Mu Xuanyin yang juga ikut pertemuan bersama Lin qi'er juga mengepalkan tangan nya, apa mungkin hal buruk akan terjadi lagi di dunia biru ini? fikir Mu Xuanyin.
"Master sekte bagaimana dengan Lin Tian? bukannya dia penguasa dunia biru harusnya dia sudah dapat merasakan hal yang terjadi disini" ucap tetua kedelapan.
"Huf, kemungkinan dia tidak tahu karena meski dia penguasa dunia biru jika berada di alam dewa maka dia kemungkin hanya akan merasakan kegelisahan bukan melihat hal yang terjadi disini" jelas Bing Yang.
__ADS_1
menurut Bing Yang Kalau Lin Tian hanya bisa merasakan sepenuhnya hal yang terjadi di dunia biru jika dia ada disini atau berada di dunia tingkat tinggi lain, tapi jika di dunia dewa hal itu tidak mungkin karena ada batasan dari dunia dewa dan dunia di bawahnya yang menghalangi penguasa tersebut untuk melihat semua yang terjadi di dunia biru.
Semua orang masih diam merenungkan apa yang harus di lakukan oleh mereka, dan saat mereka menemui jalan buntu dua sosok muncul di hadapan mereka.
dua sosok itu adalah Leluhur tua dari sekte langit, Bing Ying dan Bing Shaosu kekuatan mereka jelas sudah meningkat selama beberapa tahun berkat perubahan qi di dunia itu.
Bing Ying sekarang berada di alam abadi ilahi tingkat kedelapan, sama dengan Bing Shaosu sekarang, dan juga di kabarkan kalau Bing Zhentian sudah mencapai batas nya dan sedang mencoba menerobos ke alam yang lebih tinggi.
"Salam leluhur" ucap semua orang disana serentak.
"Tidak perlu sopan, kami sudah mengerti dan memahami apa yang terjadi di dunia kita sekarang" ucap Bing Shaosu dengan serius.
"Lalu apa rencana dua leluhur?" tanya Bing Yang.
"Kami berdua akan mencoba melihat apa yang mereka lakukan di tempat-tenpat itu dan jika bisa kami pasti akan berusaha menghentikan nya, tapi jika tidak kamu akan mundur dulu" jelas Bing Shaosu.
"Jangan khawatir kami berdua adalah leluhur sekte langit dan kekuatan kami bisa di bilang kuat dari kalian, dan juga tidak mungkin ada orang kuat di atas alam abadi ilahi yang bisa masuk ke dunia ini" ucap Bing Ying dengan percaya diri.
"Baiklah leluhur, kalian harus berhati-hati, kami berharao kalian baik-baik saja" ucap Bing Yang yang tidak bisa menghentikan dua leluhur tua untuk pergi.
Keduanya mengangguk lalu menghilang dari aula di hadapan semua orang, dan anehnya wajah Lao Lu semakin buruk dan hatinya sangat gelisah saat ini.
"Apa yang terjadi? kenapa hatiku sangat gelisah sejak kedua leluhur pergi?" ucap Lao Lu.
Sebenarnya bukan hanya dia saja, Bing Yang dan juga Lin Hao merasakan hal yang sama, sampai-sampai ketiganya saling pandang secara bersamaan dengan wajah buruk dan gelisah.
"Semoga saja semua nya baik-baik saja" fikir Lao Lu.
......................
__ADS_1
Di suatu tempat benua timur Dunia biru..
"Apa kalian sudah menemukannya?" ucap salah satu pria memakai pakaian serba hitam dan di belakang bajunya ada lambang naga.
Pria itu berbicara kepada wanita yang menutupi kepalanya dengan jubah, dan di belakang wanita itu ada lambang Phoenix juga seperti halnya gambar si pria itu.
"Aku belum menemukan apapun, dan beberapa bawahan ku sedang menelusuri area di sekitar benua timur ini" jawab si wanita.
Mendengar hal itu wajah beberapa pria yang satu kelompok dengan wanita itu jadi berubah, sudah hampir sebulan mereka mulai mencari hal yang di perintah kan kepada mereka tapi tidak ada satu petunjuk pun yang mereka dapatkan.
"Hm?" wajah si wanita berubah saat mendapatkan pesan dari bawahannya.
"Ada apa?" tanya si pria.
"Aku mendapatkan informasi kalau ada makam aneh di suatu tempat bernama pulau kematian"ucap si wanita.
"Mungkinkah? ayo kesana semoga saja hal itu ada disana karena aku sudah bosan di dunia ini dan juga jika kita terlalu lama semua rencana kita akan ketahuan oleh penguasa dunia ini dan mungkin kalau kultivator kuat dunua dewa turun dan memburu kita" ucap si pria lalu membawa semua orang itu ke pulau kematian.
Sedangkan di pulau kematian, keluarga Guan sedang berjuang melawan orang-orang kuat itu, dan disana terdapat orang yang di kenal oleh Lin Tian sebelum nya sedang mempertahankan formasi tersebut.
Dia adalah Guan Siying sepeti yang pernah dia janjikan kepada Lin Tian dia dan keluarga Guan menjaga pulau kematian.
"Siying, kita harus mundur orang-orang ini sungguh kuat kemungkinan kita menang hanya nol!" ucap salah satu tetua yang bersama Guan Siying.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1